Bos Judol Beromzet Ratusan Miliar di Batam Diduga WNA China Berpaspor Afrika

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sosok bos judol di Batam (Foto: Batamnews)
Sosok bos judol di Batam (Foto: Batamnews)

i

BATAM — Jejak jaringan judi online (judol) dan love scamming yang diduga beroperasi dari Batam mengarah pada satu sosok kunci: AH alias HR, warga negara Tiongkok yang disebut sebagai pengendali utama bisnis tersebut. 

Ia diduga menggunakan paspor palsu dari negara Afrika Barat, Guinea-Bissau, untuk keluar-masuk Indonesia dan menjalankan jaringan kejahatan digitalnya. 

"Biaya pembuatan paspornya mencapai Rp 3 miliar," ujar sumber seperti dilansir Batamnews.  Paspor itu dibuatkan orang kepercayaan AH berinisial AN, di Batam. 

Penelusuran Batamnews menemukan, AH bukan nama baru dalam kasus kejahatan siber di Batam. Ia pernah dikaitkan dengan kasus love scamming yang sempat menjadi perhatian aparat penegak hukum beberapa waktu lalu. 

Saat itu, AH bahkan disebut sempat menjadi buronan Interpol dan dicari oleh Polda Kepri serta Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri.

"Dia pernah menjadi buronan interpol, terlibat kejahatan online juga," ujar sumber. 

Namun belakangan, AH disebut masih bebas keluar-masuk Batam. Ia diduga tidak hanya terlibat dalam jaringan penipuan asmara daring, tetapi juga merambah ke bisnis lain yang berkaitan dengan ekonomi gelap—mulai dari judi online berbasis aplikasi, tempat hiburan malam, perdagangan minuman beralkohol, hingga bisnis properti. 

Paspor Guinea-Bissau Diduga Palsu 

Investigasi Batamnews menemukan indikasi bahwa AH menggunakan dokumen perjalanan palsu untuk menghindari deteksi internasional. Paspor yang diperoleh Batamnews dalam sebuah foto, menunjukkan identitas negara Guinea-Bissau, dengan kode negara GNB dan bahasa Portugis—sesuai format resmi negara tersebut.

Namun sejumlah elemen visual pada dokumen itu menimbulkan kecurigaan. Beberapa bagian tampak tidak sesuai dengan standar keamanan paspor modern, mulai dari kualitas font hingga bentuk tanda tangan pejabat yang terlihat seperti tulisan manual, bukan cetakan resmi. Seorang sumber penegak hukum yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa paspor Guinea-Bissau termasuk dokumen yang kerap dipalsukan di kawasan Asia Tenggara. 

“Guinea-Bissau termasuk negara dengan sistem administrasi yang relatif lemah. Banyak jaringan internasional memanfaatkan paspor Afrika Barat untuk mobilitas, terutama pelaku kejahatan digital, pencucian uang, hingga migrasi ilegal,” ujarnya. 

Menurutnya, dokumen semacam itu bisa masuk dalam kategori genuine blank misuse—yakni blangko paspor asli yang diisi identitas palsu—atau bahkan sepenuhnya palsu yang diproduksi menggunakan printer berteknologi tinggi.

Red Flag pada Dokumen 

Seorang analis dokumen perjalanan yang meninjau foto paspor tersebut mengungkapkan beberapa kejanggalan yang terlihat jelas. Di antaranya: 

  • tanda tangan pejabat tidak menyerupai tanda tangan digital atau cetakan resmi
  • kualitas foto tampak tidak menyatu dengan latar dokumen 
  • elemen keamanan seperti hologram dan watermark tidak terlihat 
  • font pada biodata tidak konsisten 

“Paspor modern biasanya memiliki microprint, fitur ultraviolet, hingga chip elektronik. Jika elemen-elemen ini tidak ada, dokumen itu patut dicurigai,” ujarnya.

Diduga Bagian dari Jaringan Internasional 

Penggunaan paspor Afrika Barat bukan hal baru dalam kejahatan lintas negara. Dalam sejumlah investigasi internasional, dokumen dari negara-negara kecil berbahasa Portugis sering muncul dalam jaringan scamming, judi online, hingga perdagangan orang. 

Negara yang kerap disebut antara lain Guinea-Bissau, Sao Tome and Principe, dan Cape Verde. 

Menurut sumber Batamnews, dokumen perjalanan dari negara-negara tersebut relatif lebih mudah dipalsukan dan jarang diperiksa secara mendalam oleh petugas perbatasan. 

“Paspor Afrika berbahasa Portugis sering dikaitkan dengan jaringan lintas negara. Tarifnya bisa mencapai ribuan dolar,” katanya.

Batam Dinilai Rentan Jadi Titik Transit 

Pengamat keamanan internasional menilai temuan ini perlu menjadi perhatian serius aparat di Batam. Letak geografis kota ini yang dekat dengan Singapura dan Malaysia membuatnya rawan dimanfaatkan sebagai titik transit jaringan kriminal internasional. 

Dokumen perjalanan palsu kerap digunakan untuk keluar-masuk negara sebelum menjalankan aktivitas ilegal. 

“Batam berada di jalur strategis. Jika pengawasan longgar, kota ini bisa menjadi pintu masuk jaringan kriminal lintas negara,” ujarnya. 

Belum Ada Keterangan Resmi 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak imigrasi terkait dugaan penggunaan paspor Guinea-Bissau palsu oleh AH. 

Batamnews masih menelusuri lebih jauh keterkaitan AH dengan jaringan judi online dan love scamming yang diduga beroperasi dari Batam, termasuk perusahaan-perusahaan yang disebut menjadi tempat perputaran dana dari bisnis ilegal tersebut. 

Laporan lanjutan investigasi ini akan mengungkap jaringan bisnis dan struktur operasional yang berada di baliknya. (Sumber: Batamnews.co.id) 

Berita Terbaru

Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo Janji Buka Suara, 15 Pertanyaan Publik Soal 4 Terduga Pengguna Sabu Masih Tunggu Jawaban

Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo Janji Buka Suara, 15 Pertanyaan Publik Soal 4 Terduga Pengguna Sabu Masih Tunggu Jawaban

Sabtu, 18 Jul 2026 20:33 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 20:33 WIB

SIDOARJO – Polemik dipulangkannya empat orang yang sebelumnya diamankan dalam dugaan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kecamatan Candi masih terus menyita p…

Wakapolda Sulbar: Kesiapan SPN Kunci Lahirkan SDM Polri yang Unggul dan Bermutu

Wakapolda Sulbar: Kesiapan SPN Kunci Lahirkan SDM Polri yang Unggul dan Bermutu

Sabtu, 18 Jul 2026 16:50 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 16:50 WIB

POLDA SULBAR- Memastikan ketersediaan sarana yang layak dan mendukung proses pendidikan serta pembentukan karakter calon Bhayangkara masa depan, Wakapolda…

Satresnarkoba Polres Mamuju Tengah Bongkar Jaringan Sabu Palu-Topoyo, Begini Modusnya

Satresnarkoba Polres Mamuju Tengah Bongkar Jaringan Sabu Palu-Topoyo, Begini Modusnya

Sabtu, 18 Jul 2026 15:20 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 15:20 WIB

MAMUJU TENGAH – Komitmen jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Mamuju Tengah (Mateng), Polda Sulbar, dalam memberantas peredaran gelap n…

Karaton Surakarta Gelar Wilujengan Kholdalem ke-393 Sinuhun Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo

Karaton Surakarta Gelar Wilujengan Kholdalem ke-393 Sinuhun Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo

Sabtu, 18 Jul 2026 15:13 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 15:13 WIB

SURAKARTA – Karaton Surakarta Hadiningrat menggelar Wilujengan Kholdalem ke-393 Sinuhun Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo pada Sabtu Legi, 18 Juli 2026, b…

Lewat Polantas Karib, Ditlantas Polda Sulbar Bagikan Beras Ringankan Beban Warga Mamuju

Lewat Polantas Karib, Ditlantas Polda Sulbar Bagikan Beras Ringankan Beban Warga Mamuju

Sabtu, 18 Jul 2026 12:53 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 12:53 WIB

POLDA SULBAR - Program unggulan Ditlantas Polda Sulbar lewat “Polantas Karib” kembali hadir menyapa dan mengulurkan tangan bagi warga yang membutuhkan di Kota M…

Prediksi Skor Spanyol vs Argentina Final Piala Dunia 2026: Lamine Yamal dan Lionel Messi Jadi Sorotan

Prediksi Skor Spanyol vs Argentina Final Piala Dunia 2026: Lamine Yamal dan Lionel Messi Jadi Sorotan

Sabtu, 18 Jul 2026 10:00 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 10:00 WIB

NEW JERSEY- Panggung pamungkas turnamen sepak bola termegah di dunia akhirnya resmi terbentuk. Dua raksasa sepak bola dari konfederasi berbeda, Spanyol dan…