KPK Diminta Buka Dugaan Praktik Mafia Cukai Rokok

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
KPK
KPK

i

JAKARTA- Desakan publik terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi semakin menguat dalam mengusut dugaan mafia cukai rokok ilegal. Kasus ini dinilai berpotensi menyeret jaringan pengusaha dan oknum di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Pengusutan mengemuka setelah KPK memeriksa pengusaha rokok asal Jawa Tengah berinisial LEH. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami mekanisme pengurusan cukai di Ditjen Bea dan Cukai.

“Penyidik mengonfirmasi proses pengurusan cukai yang dijalani sebagai pengusaha rokok. Ini bagian dari penelusuran kemungkinan penyimpangan, suap, atau gratifikasi,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Kamis, 2 April 2026.

KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua pengusaha rokok lainnya, Rokhmawan dan Benny Tan. Namun keduanya tidak hadir memenuhi panggilan penyidik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Ketidakhadiran tersebut menjadi perhatian dalam proses pendalaman perkara yang tengah berjalan. Penyidik tetap melanjutkan pengumpulan keterangan guna memperkuat pembuktian kasus.

Informasi yang berkembang menyebutkan KPK telah meminta klarifikasi kepada sejumlah perusahaan rokok..Setidaknya 17 perusahaan di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta turut dimintai keterangan.

Langkah ini menunjukkan penyidikan tidak hanya berfokus pada individu tertentu. KPK mulai menelusuri pola, jaringan, serta kemungkinan keterlibatan lebih luas.

Direktur Eksekutif Centre for Budget Analysis Uchok Sky Khadafi menilai kasus ini berdampak besar. Perdagangan rokok ilegal dinilai merugikan penerimaan negara dan merusak tata kelola industri.

Ia menekankan praktik tersebut tidak mungkin terjadi tanpa celah pengawasan yang lemah. Penegakan hukum perlu menyasar seluruh rantai yang terlibat dalam praktik tersebut.

“Perdagangan rokok ilegal merupakan kejahatan serius yang merugikan penerimaan negara. Kami mendukung KPK mengusut tuntas hingga ke akar,” ujar Uchok.

Ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan dalam proses penanganan perkara tersebut. Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga antirasuah.

“Kami meminta KPK membuka proses penanganan kasus ini secara transparan kepada publik. Hal ini penting untuk memastikan akuntabilitas penegakan hukum,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan pemeriksaan dilakukan untuk memahami prosedur resmi. Penyidik membandingkan praktik di lapangan dengan ketentuan pengurusan cukai yang berlaku.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan pada Februari 2026 di lingkungan Bea dan Cukai. Perkembangan penyidikan kini menjadi perhatian publik terkait komitmen pemberantasan korupsi. (RRI)

Tag :

Berita Terbaru

Prof. Dr. Tjandra Sridjaya Terpilih Jadi Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI)

Prof. Dr. Tjandra Sridjaya Terpilih Jadi Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI)

Sabtu, 19 Sep 2026 11:07 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 11:07 WIB

SURABAYA — Pembenahan profesi advokat tidak cukup hanya dengan memperkuat organisasi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), komunikasi antarsesama a…

Berakhir di Rutan Kejati Jatim! Tersangka Dugaan Pungli ESDM Jatim Oni Setiawan Meninggal Kena Serangan Jantung

Berakhir di Rutan Kejati Jatim! Tersangka Dugaan Pungli ESDM Jatim Oni Setiawan Meninggal Kena Serangan Jantung

Sabtu, 19 Sep 2026 11:02 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 11:02 WIB

SURABAYA — Kabar duka datang dari penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pungutan liar (pungli) di lingkungan Dinas Energi dan Sumber Daya M…

Pemkot Surabaya Perkuat Nilai Pancasila Lewat Gerakan di Tingkat Kampung

Pemkot Surabaya Perkuat Nilai Pancasila Lewat Gerakan di Tingkat Kampung

Sabtu, 19 Sep 2026 10:57 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 10:57 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat melalui Kampung Pancasila.…

Dugaan Kekerasan Terhadap Jurnalis di Pasangkayu, Kapolres Pastikan Penanganan Objektif 

Dugaan Kekerasan Terhadap Jurnalis di Pasangkayu, Kapolres Pastikan Penanganan Objektif 

Sabtu, 19 Sep 2026 10:37 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 10:37 WIB

PASANGKAYU-   Reporter Tribun Sulbar, Taufan, resmi melaporkan dugaan pemukulan dan ancaman yang dialaminya saat menghadiri undangan klarifikasi di SMA Negeri 1…

Kasus PT Quality Sukses Sejahtera, Kejagung Limpahkan Berkas Perkara Aseng ke Penuntut Umum

Kasus PT Quality Sukses Sejahtera, Kejagung Limpahkan Berkas Perkara Aseng ke Penuntut Umum

Jumat, 18 Sep 2026 21:33 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 21:33 WIB

JAKARTA- Kejaksaan Agung melimpahkan berkas perkara, tersangka dan barang bukti (Tahap II) atas nama Aseng dkk. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum)…

Digitalisasi Parkir Tanjung Anom Surabaya Dongkrak Pendapatan hingga Rp80 Juta per Bulan

Digitalisasi Parkir Tanjung Anom Surabaya Dongkrak Pendapatan hingga Rp80 Juta per Bulan

Jumat, 18 Sep 2026 21:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 21:30 WIB

SURABAYA- Penataan parkir dengan sistem gate di Jalan Tanjung Anom, Surabaya, menunjukkan hasil positif. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mencatat…