Selundupkan Hewan Endemik Indonesia, Polda Jatim Amankan 11 Tersangka

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polda Jatim merilis pengungkapan kasus penyelundupan dan perdagangan berbagai hewan endemik
Polda Jatim merilis pengungkapan kasus penyelundupan dan perdagangan berbagai hewan endemik

i

SURABAYA - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) bersama Polres Manggarai Timur menggagalkan upaya penyelundupan dan perdagangan berbagai hewan endemik. Adapun satwa asli nusantara yang hendak diselundupkan meliputi komodo, kuskus talaud, kuskus tembung, elang paria, ular sanca hijau, kadal duri Sulawesi hingga sisik trenggiling.

Dalam pengungkapan ini, sebanyak 11 orang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap melanggar Undang-undang Nomor 32 Tahun 2024 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta Undang-undang Nomor 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan dan Tumbuhan.

Hal ini ditegaskan Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Roy HM Sihombing bahwa, belasan tersangka yang diamankan oleh anggotanya mempunyai peran masing-masing dalam kasus penyelundupan dan perdagangan hewan endemik tersebut, mulai dari pemetik alias penangkap hewan dari habitatnya lalu penyalur hingga pemodal.

"Tersangka yang kita amankan mulai dari yang memetik, artinya yang mengambil komodo di Kelurahan Pota, Lombok, sampai dengan pengiriman dan pemodal," ujar Sihombing di gedung Mahameru Mapolda Jatim, di Surabaya, Rabu, 15 April 2026.

Masih kata Dirkrimsus Polda Jatim, upaya pengungkapan kasus penyelundupan dan perdagangan hewan endemik penting, dilakukan lantaran praktik ini terbukti merusak keseimbangan ekosistem dan mengancam keanekaragaman hayati serta menyebabkan hewan yang dilindungi negara menjadi punah.

Perwira dengan tiga melati dipundak ini menyebut, satwa-satwa tersebut cenderung menjadi sasaran penyelundupan karena memiliki nilai ekonomis tinggi di pasar gelap.

"Misalnya hewan komodo, dimana jumlah total perdagangan hewan komodo yang sudah dilakukan oleh tersangka ini sepanjang periode Januari 2025 sampai dengan 2026 ada 20 ekor komodo. Kalau dirupiahkan itu Rp565.900.000," lanjutnya.

Sementara itu, Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Hanif Fatih Wicaksono menambahkan, pengungkapan kasus ini terbagi menjadi dua delik berdasarkan bentuk pelanggaran hukumnya. Masing-masing delik kemudian dibagi lagi ke beberapa klaster sesuai hewan endemik yang diselundupkan maupun diperdagangkan secara ilegal.

"Yang pertama adalah delik tindak pidana konservasi sumber daya hayati dan ekosistem sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Itu delik yang pertama.

"Untuk delik yang pertama kami buat menjadi empat klaster," terangnya. 

"Sedangkan untuk delik kedua yang terkait dengan tidak pidana karantina hewan, ikan, dan tumbuhan. Yang mana tertuang di dalam Undang-Undang Nomor 21 tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan,"tegasnya.

Klaster pertama dijelaskan Hanif, ialah pengungkapan kasus penyelundupan hewan endemik jenis Komodo dengan jumlah tersangka enam orang. Masing-masing berinisial SD, RDJ, BM, RSL, JY dan VPP.

Sedangkan terungkapnya kasus ini berawal dari penangkapan dua tersangka yang baru saja berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menggunakan Kapal Pelni dari Nusa Tenggara Timur pada Februari 2026 lalu.

Kemudian hasil penyidikan mengungkap, praktik perdagangan Komodo telah berlangsung sejak Januari 2025 hingga Februari 2026. Total sebanyak 20 ekor komodo diperjualbelikan dengan nilai transaksi mencapai Rp565,9 juta.

Modusnya kata dia, komodo ditangkap oleh pemburu di habitat aslinya dengan harga sekitar Rp5,5 juta per ekor, lalu dijual berantai hingga mencapai Rp31,5 juta per ekor di Surabaya. Satwa tersebut kemudian direncanakan dikirim ke luar negeri, termasuk Thailand.

"Hasil uji DNA memastikan satwa yang diamankan adalah komodo atau Varanus komodoensis dengan akurasi 100 persen," ucapnya.

Dari pengembangan kasus ini, polisi juga mengungkap perdagangan 16 ekor kuskus yang terdiri dari kuskus talaud dan kuskus tembung. Empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Antara lain BM, MIF, CS dan MSN.

Transaksi kuskus dilakukan melalui media sosial, dengan nilai jual mencapai Rp25 juta per ekor atau sekitar Rp400 juta secara keseluruhan.

Tak hanya itu, Hanif melanjutkan, polisi juga menemukan satwa dilindungi lainnya seperti ular sanca hijau, elang paria, dan biawak nilus saat melakukan penggeledahan di rumah tersangka MIF.

Pengungkapan juga merambah kasus perdagangan sisik trenggiling dari hasil kerja sama dengan Kepolisian Daerah Riau. Dua orang jadi tersangka, FS dan AK. Dari tangan keduanya ditemukan 140 kilogram sisik trenggiling di Surabaya.

Jumlah tersebut diperkirakan setara dengan 980 ekor trenggiling yang dibunuh, dengan nilai ekonomi mencapai Rp8,4 miliar. Hasil uji laboratorium memastikan sisik tersebut berasal dari trenggiling jenis Manis javanica.

Selain tindak pidana konservasi, polisi juga menjerat pelaku (CS dan MSN) dengan pelanggaran karantina hewan. Sejumlah satwa seperti soa layar, kadal Sulawesi, dan ular cincin diamankan karena tidak dilengkapi dokumen resmi.

Sehingga secara keseluruhan, Polda Jatim telah menetapkan 11 orang tersangka dalam rangkaian kasus ini. Seluruh tersangka telah ditahan dan proses penyidikan masih terus dikembangkan, termasuk menelusuri jaringan perdagangan hingga ke luar negeri.

“Kami berkomitmen menindak tegas kejahatan terhadap satwa dilindungi demi menjaga kelestarian sumber daya alam hayati Indonesia,” pungkasnya. (*) 

 

Tag :

Berita Terbaru

Kunjungan Dadakan Kapolda Sulbar Cek Satker, Progres Renovasi Masjid dan Koperasi Polda serta Dorong Konten Bermanfaat

Kunjungan Dadakan Kapolda Sulbar Cek Satker, Progres Renovasi Masjid dan Koperasi Polda serta Dorong Konten Bermanfaat

Rabu, 04 Nov 2026 13:43 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 13:43 WIB

POLDA SULBAR  - Untuk memastikan seluruh personel bekerja secara efektif dan maksimal selama jam dinas, Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto didampingi p…

Kapolda Sulbar Berikan Wejangan untuk Polwan, Peduli Kebersihan hingga Bijak Bermedsos

Kapolda Sulbar Berikan Wejangan untuk Polwan, Peduli Kebersihan hingga Bijak Bermedsos

Rabu, 04 Nov 2026 13:13 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 13:13 WIB

POLDA SULBAR – Kapolda, Irjen Pol Totok Suharyanto, memberikan wejangan khusus kepada 119 personel Polisi Wanita (Polwan) di lingkungan Polda Sulbar. D…

Ungguli Daerah Lain, Pemkab Ponorogo Masuk Tiga Besar Penyelenggaraan Nama Rupabumi Se-Jatim

Ungguli Daerah Lain, Pemkab Ponorogo Masuk Tiga Besar Penyelenggaraan Nama Rupabumi Se-Jatim

Rabu, 04 Nov 2026 10:55 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 10:55 WIB

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mengukir prestasi bangga di tingkat provinsi. Ponorogo berhasil bertengger dalam jajaran tiga besar P…

Wali Kota Eri Minta Warga Surabaya Ikut Awasi Bangunan yang Berpotensi Membahayakan

Wali Kota Eri Minta Warga Surabaya Ikut Awasi Bangunan yang Berpotensi Membahayakan

Rabu, 04 Nov 2026 10:35 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 10:35 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajak masyarakat turut mengawasi keberadaan bangunan usaha maupun tempat tinggal di lingkungan masing-masing. Warga…

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Diskotek, Pengelola Wajib Sediakan Fasilitas Penanganan Pengunjung Mabuk

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Diskotek, Pengelola Wajib Sediakan Fasilitas Penanganan Pengunjung Mabuk

Rabu, 04 Nov 2026 10:33 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 10:33 WIB

SURABAYA-  Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan terhadap tempat Rekreasi dan Hiburan Umum (RHU), khususnya diskotek dan klub malam. …

Arahan Kapolda Sulbar Jelang Penutupan Operasi Patuh 2026, Utamakan Tiga Pendekatan dan Jangan Arogan

Arahan Kapolda Sulbar Jelang Penutupan Operasi Patuh 2026, Utamakan Tiga Pendekatan dan Jangan Arogan

Rabu, 04 Nov 2026 09:53 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 09:53 WIB

POLDA SULBAR- Menjelang hari terakhir pelaksanaan Operasi Patuh 2026, Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto memberikan arahan penting kepada seluruh…

109 Personel Polda Sulbar, Makin Perkuat Garis Depan Pelayanan di Polres Jajaran

109 Personel Polda Sulbar, Makin Perkuat Garis Depan Pelayanan di Polres Jajaran

Rabu, 04 Nov 2026 09:45 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 09:45 WIB

POLDA SULBAR- Kepolisan Daerah Sulawesi Barat kembali melakukan penguatan personel di tingkat Polres dan Polsek melalui mutasi susulan yang diterbitkan oleh…

Ketua DPRD Surabaya Buka Peluang Revisi Perda 1 tahun 2023 terkait Jam Operasional Pasar

Ketua DPRD Surabaya Buka Peluang Revisi Perda 1 tahun 2023 terkait Jam Operasional Pasar

Rabu, 04 Nov 2026 06:11 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 06:11 WIB

SURABAYA – Polemik pembatasan jam operasional Pasar Buah Tanjungsari mulai mengarah pada evaluasi regulasi. Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri alias Kaji I…

Halte Bus Surabaya Masih Minim Fasilitas, Laila Mufidah Desak Pemkot Segera Berbenah

Halte Bus Surabaya Masih Minim Fasilitas, Laila Mufidah Desak Pemkot Segera Berbenah

Rabu, 04 Nov 2026 06:09 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 06:09 WIB

SURABAYA – Kenyamanan transportasi publik di Kota Surabaya ternyata bukan hanya soal ketersediaan armada. Kondisi halte yang masih minim fasilitas juga menjadi …

Dalami Dugaan Penyalahgunaan Dana Insentif Kerohanian dan Jamkesda, Tipidkor Polda Sulbar Geledah Kantor Bupati Polman

Dalami Dugaan Penyalahgunaan Dana Insentif Kerohanian dan Jamkesda, Tipidkor Polda Sulbar Geledah Kantor Bupati Polman

Selasa, 03 Nov 2026 19:16 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 19:16 WIB

POLDA SULBAR- Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulbar melakukan penggeledahan di lingkungan Kantor Bupati Polewali Mandar, Selasa …