Pemkot Surabaya Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh: 189 Stan Disiapkan, Lebih Tertata dan Nyaman

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemkot Surabaya Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh
Pemkot Surabaya Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh

i

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat revitalisasi pasar tradisional sebagai upaya meningkatkan kualitas sarana perdagangan sekaligus memperkuat perlindungan konsumen. 

Salah satu yang tengah direvitalisasi adalah Pasar Tembok Dukuh di Jalan Kranggan No 120, Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, turun langsung meninjau proses revitalisasi untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Selasa (28/4/2026).

Langkah ini sejalan dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 21 Tahun 2021 tentang Pembangunan dan Pengelolaan Sarana Perdagangan, yang mendorong pasar rakyat menjadi lebih bersih, tertata, dan berdaya saing.

Usai peninjauan, Wali Kota Eri menegaskan bahwa revitalisasi ini merupakan bagian dari penataan pasar agar selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia menyebut, sebelumnya masih ditemukan aktivitas perdagangan yang tidak sesuai dengan regulasi pasar rakyat.

“Dalam ketentuan peraturan pemerintah dan peraturan menteri, telah diatur secara jelas jenis barang yang diperbolehkan untuk diperjualbelikan di pasar. Salah satunya, pasar tidak diperkenankan menjual barang hidup. Apabila ketentuan ini dilanggar, maka berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum,” tegas Wali Kota Eri.

Oleh karena itu, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya sebagai pengelola memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh aktivitas perdagangan di pasar berjalan sesuai aturan. 

“Jika ditemukan pelanggaran, maka perlu dilakukan penertiban agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun persepsi negatif terhadap pengelolaan pasar,” jelasnya.

Melalui revitalisasi ini, Pemkot Surabaya juga menata ulang kapasitas dan penempatan pedagang. Dari sebelumnya sekitar 135 stan yang kurang tertata, kini ditingkatkan menjadi 189 stan setelah perbaikan.

“Dengan penataan ini, pedagang yang sebelumnya berjualan di luar pasar diharapkan dapat masuk ke dalam fasilitas yang telah disediakan,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga meningkatkan kenyamanan pasar melalui perbaikan infrastruktur, seperti penggantian atap agar pencahayaan alami dapat masuk serta peningkatan sirkulasi udara. Dengan demikian, suasana pasar menjadi lebih terang, sejuk, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

“Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh ditargetkan selesai pada pertengahan Mei 2026. Setelah itu, pengelolaan kebersihan akan diperkuat melalui penugasan khusus petugas kebersihan yang dibiayai oleh PD Pasar,” terangnya.

Pada periode yang sama, Pemkot Surabaya juga menargetkan penyelesaian revitalisasi sejumlah pasar lainnya, yakni Pasar Kembang, Pasar Babakan, Pasar Wonokromo, dan Pasar Simo Gunung. Penataan ini dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari percepatan peningkatan kualitas pasar rakyat di berbagai wilayah kota.

Ke depan, setiap pasar akan menerapkan standar operasional prosedur (SOP), di antaranya kewajiban pembersihan area setelah aktivitas perdagangan selesai, termasuk penyemprotan serta pengelolaan limbah ke saluran yang telah disediakan.

“Langkah ini dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan pasar secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Wali Kota Eri menambahkan bahwa penataan ini juga bertujuan menghilangkan praktik pasar tumpah di tepi jalan yang dapat mengganggu fungsi jalan dan menyebabkan kemacetan. Seluruh pedagang diharapkan dapat menempati lokasi yang telah disediakan di dalam pasar.

“Secara bertahap, Pemkot Surabaya menargetkan perubahan wajah pasar tradisional menjadi lebih bersih, tertata, dan nyaman. Pada tahun 2026 ditargetkan sekitar 15 pasar akan direvitalisasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Surya, Agus Priyo, mengungkapkan bahwa sebelumnya terdapat aktivitas yang melanggar aturan, seperti pemotongan unggas di dalam pasar. Kini, pedagang telah memahami dan beralih ke penjualan daging yang sudah dipotong.

“Jumlah pedagang unggas sebelumnya sekitar 12 orang. Adapun kapasitas pasar meningkat dari sekitar 135 stan menjadi 189 stan setelah revitalisasi,” ungkap Agus.

Agus menambahkan, pada awalnya para pedagang sempat mengkhawatirkan keberlanjutan stan mereka. Namun, hal itu telah dipastikan langsung oleh Wali Kota Eri bahwa tidak ada stan yang dihapus.

“Seluruh pedagang tetap mendapatkan haknya secara utuh, hanya saja terjadi penyesuaian jenis dagangan,” imbuhnya. (*)

 

Berita Terbaru

Dipimpin Langsung PB XIV, Kirab Malam 1 Suro Karaton Surakarta Diikuti Lebih dari 5.000 Peserta

Dipimpin Langsung PB XIV, Kirab Malam 1 Suro Karaton Surakarta Diikuti Lebih dari 5.000 Peserta

Rabu, 17 Jun 2026 21:45 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 21:45 WIB

SOLO– Kirab Pusaka Malam 1 Suro Karaton Surakarta Hadiningrat yang dipimpin langsung oleh Sinuhun Paku Buwono XIV berlangsung khidmat dan sukses pada Selasa m…

Ribuan Warga Padati Solo, Kirab Malam 1 Suro Karaton Surakarta Hadiningrat Berlangsung Khidmat

Ribuan Warga Padati Solo, Kirab Malam 1 Suro Karaton Surakarta Hadiningrat Berlangsung Khidmat

Rabu, 17 Jun 2026 20:58 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 20:58 WIB

Ribuan warga memadati Solo untuk menyaksikan Kirab Malam 1 Suro Karaton Surakarta Hadiningrat. Sebanyak 14 pusaka dan tiga Kebo Bule diarak…

TERCIUM AROMA KORUPSI, Proyek Jaringan Gas PGN di Surabaya Rp2,3 Triliun Diusut Kejaksaan Negeri

TERCIUM AROMA KORUPSI, Proyek Jaringan Gas PGN di Surabaya Rp2,3 Triliun Diusut Kejaksaan Negeri

Rabu, 17 Jun 2026 20:41 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 20:41 WIB

SURABAYA- Dugaan penyelewengan proyek jaringan gas rumah tangga PT Perusahaan Gas Negara (PGN) senilai Rp 2,3 Triliun mulai diselidiki Seksi Pidana Khusus…

Festival Reog Ponorogo Beri Dampak Ekonomi Terbesar di Jawa Timur, Ini Catatan Kemenpar

Festival Reog Ponorogo Beri Dampak Ekonomi Terbesar di Jawa Timur, Ini Catatan Kemenpar

Rabu, 17 Jun 2026 15:13 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 15:13 WIB

PONOROGO-Gelaran Grebeg Suro yang berlangsung rutin setiap tahun di Ponorogo mencuri perhatian nasional. Apalagi, Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) yang…

KPK Periksa Direktur PT Infinity Internasional, Terkait Korupsi Bea dan Cukai

KPK Periksa Direktur PT Infinity Internasional, Terkait Korupsi Bea dan Cukai

Rabu, 17 Jun 2026 14:58 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 14:58 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur PT Infinity International, Ali Susanto, sebagai saksi. Ali akan…

Kasus Korupsi Gedung Pemkab Lamongan Rp35 Miliar, KPK Telisik Peran KSO PT Brantas Abipraya-Jaya Abadi

Kasus Korupsi Gedung Pemkab Lamongan Rp35 Miliar, KPK Telisik Peran KSO PT Brantas Abipraya-Jaya Abadi

Rabu, 17 Jun 2026 14:54 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 14:54 WIB

JAKARTA- KPK mendalami dugaan praktik "pinjam bendera" dalam proyek pembangunan Gedung Pemerintahan Kabupaten Lamongan Tahun Anggaran 2017-2019. Perkara…