Hapus Stigma Kapitalis, Eri Cahyadi Puji Kemandirian Kampung Pancasila Banjarsugihan

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Eri Cahyadi di Balai RW 05 RT 01, Kelurahan Banjarsugihan, Minggu (3/5/2026) malam.
Wali Kota Eri Cahyadi di Balai RW 05 RT 01, Kelurahan Banjarsugihan, Minggu (3/5/2026) malam.

i

SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, kembali menegaskan komitmennya untuk membangun kota bukan sekadar dari infrastruktur fisik, melainkan dari kekuatan karakter budaya “Arek” dan gotong royong. Hal ini disampaikan dalam kunjungannya untuk berdiskusi bersama warga dalam program Kampung Pancasila di Balai RW 05 RT 01, Kelurahan Banjarsugihan, Minggu (3/5/2026) malam.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Eri mengungkapkan rasa bangganya terhadap progres Kampung Pancasila di wilayah tersebut. Menurutnya, kekompakan warga RW 05 Banjarsugihan telah mematahkan stigma bahwa Surabaya adalah kota yang kapitalis dan individualis.

Wali Kota Eri menekankan bahwa tugas seorang pemimpin, baik wali kota maupun ketua RW adalah menjadi motor penggerak untuk melakukan sesuatu demi kepentingan bersama. 

"Kota ini dibangun bukan hanya karena paving atau menyelesaikan banjir, tapi bagaimana karakter gotong royong itu muncul. Di sini, saya melihat Pancasila tidak hanya di ucapkan, tapi dijalankan. Warga bergerak membantu yang tidak mampu, keamanan dijaga sendiri, bahkan pengelolaan sampah dilakukan secara mandiri," ujar Wali Kota Eri. 

Salah satu poin yang mencuri perhatian adalah transformasi lahan sampah menjadi tempat wisata bernuansa Jepang yang kini mulai ramai dikunjungi wisatawan sejak pandemi Covid-19. Tak berhenti di situ, warga RW 05 juga berencana mengolah sampah organik menjadi pelet pakan ternak.

Wali Kota Eri langsung merespons rencana tersebut dengan memberikan dukungan penuh. Ia menantang warga dan pengurus RW untuk segera merealisasikan alat pengolah pelet tersebut.

“Pemerintah akan support apa yang dibutuhkan, sehingga nantinya bisa menjadi kampung yang mandiri,” imbuhnya. 

Selain itu, Wali Kota Eri juga memberikan porsi khusus bagi anak muda (Gen-Z) di Banjarsugihan. Ia meminta anggaran dana operasional pemuda dimanfaatkan untuk modal usaha produktif, bukan sekadar untuk kegiatan seremonial atau honor.

Ia mendorong anak muda untuk menjadi distributor kebutuhan pokok di kampungnya sendiri. "Saya ingin anak-anak muda ini yang menyuplai toko kelontong di sini. Beli beras, beli air minum, semua dari anak muda sendiri. Kalau warga beli ke tetangga sendiri, ekonomi akan berputar di dalam kampung," tambahnya.

Untuk meningkatkan daya tarik wisata di lingkungan tersebut, Wali Kota Eri berencana melatih para pemuda di bidang kuliner (seperti pembuatan ramen, dimsum, dan sushi), sehingga akan semakin variatif makan yang ditawarkan untuk mendukung nuansa Jepang dan Korea yang dihadirkan. 

Di akhir diskusi, Wali Kota Eri meminta agar pengurus RW dan pemuda Banjarsugihan bersiap menjadi narasumber bagi kampung-kampung lain di Surabaya. Ia ingin keberhasilan ini ditularkan ke 1.360 RW lainnya di Kota Pahlawan.

"Saya ingin membuktikan bahwa Surabaya punya orang-orang hebat. Jika ada yang bilang membangun kampung itu berat, lihatlah Banjarsugihan. Di sini tidak ada warga di desil 1-5 (kemiskinan ekstrem) karena warganya saling peduli. Inilah Surabaya yang sesungguhnya," tandasnya. 

Menjawab tantangan Wali Kota Eri, Ketua Karang Taruna (Kartar) RW 05, Nawwar Rafiandi Putra mengungkapkan bahwa kelompok pemuda di wilayahnya sangat antusias terhadap dukungan program pemerintah yang fokus pada pemberdayaan anak muda atau "Gen-Z".

Program unggulan pertama yang akan digerakkan kembali adalah pertanian melon premium. Nawwar bercerita bahwa sebelumnya mereka telah memiliki greenhouse dan sempat merasakan hasil panen. Namun, tantangan muncul saat serangan hama menggagalkan siklus tanam berikutnya, sehingga lahan sempat dialihkan untuk tanaman cabai.

"Dengan adanya dukungan dari Pak Wali Kota, kami sangat excited. Kami akan menyusun dan mengajukan kembali proposal untuk bertani melon secara lebih profesional. Kami ingin membuktikan bahwa anak muda Surabaya bisa bertani dengan teknologi yang tepat," ujar Nawwar.

Selain melon, Karang Taruna RW 05 juga membidik sektor peternakan, yakni ayam petelur. Pemilihan program ini didasari atas analisis kebutuhan pasar lokal di Surabaya yang sangat tinggi terhadap telur sebagai sumber protein murah dan mudah didapat.

“Kami melihat peluang besar di ternak ayam petelur. Selain untuk melatih jiwa kewirausahaan anak-anak muda, hasilnya nanti bisa langsung diserap untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga sekitar maupun pasar yang lebih luas," tambahnya.

Ia berharap, dengan adanya pendampingan teknis dan dukungan modal dari Pemerintah Kota Surabaya, program-program ini tidak hanya menjadi kegiatan musiman, tetapi menjadi unit usaha yang berkelanjutan.

"Mohon bantuannya agar kami terus di dukung. Kami ingin menunjukkan bahwa Gen-Z di kampung kami bisa berkarya dan mandiri, sehingga kehadiran kami benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkasnya.

Berita Terbaru

Kasus PT Quality Sukses Sejahtera, Kejagung Limpahkan Berkas Perkara Aseng ke Penuntut Umum

Kasus PT Quality Sukses Sejahtera, Kejagung Limpahkan Berkas Perkara Aseng ke Penuntut Umum

Jumat, 18 Sep 2026 21:33 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 21:33 WIB

JAKARTA- Kejaksaan Agung melimpahkan berkas perkara, tersangka dan barang bukti (Tahap II) atas nama Aseng dkk. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum)…

Digitalisasi Parkir Tanjung Anom Surabaya Dongkrak Pendapatan hingga Rp80 Juta per Bulan

Digitalisasi Parkir Tanjung Anom Surabaya Dongkrak Pendapatan hingga Rp80 Juta per Bulan

Jumat, 18 Sep 2026 21:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 21:30 WIB

SURABAYA- Penataan parkir dengan sistem gate di Jalan Tanjung Anom, Surabaya, menunjukkan hasil positif. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mencatat…

Gratis Testfood dan Konsultasi Vendor, Stay.vie Dinoyo Prime Hotel Gelar Wedding Expo 2-3 Oktober

Gratis Testfood dan Konsultasi Vendor, Stay.vie Dinoyo Prime Hotel Gelar Wedding Expo 2-3 Oktober

Jumat, 18 Sep 2026 16:50 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 16:50 WIB

SURABAYA – Menjelang ulang tahun ketiganya pada 8 Oktober 2026, Stay.vie Dinoyo Prime Hotel menghadirkan pameran pernikahan atau wedding expo pada 2-3 Oktober 2…

Untaian Doa di Balik Senyuman Anak Yatim, Jadi Program Rutin Polda Sulbar

Untaian Doa di Balik Senyuman Anak Yatim, Jadi Program Rutin Polda Sulbar

Jumat, 18 Sep 2026 16:37 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 16:37 WIB

POLDA SULBAR- Suasana khusyuk dan penuh kehangatan menyelimuti Aula Marannu Mapolda Sulawesi Barat, Jumat (18/9/26) dalam kegiatan rutin keagamaan "Jumat…

Korupsi KUR: Bank BNI Cabang Jember Dibobol Rp41 Miliar Hanya dengan Data Warga Buta Huruf

Korupsi KUR: Bank BNI Cabang Jember Dibobol Rp41 Miliar Hanya dengan Data Warga Buta Huruf

Jumat, 18 Sep 2026 09:09 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 09:09 WIB

SURABAYA — Penanganan perkara dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Jember memasuki b…

Kapal Induk Pertama Indonesia Akhirnya Tiba di Jakarta

Kapal Induk Pertama Indonesia Akhirnya Tiba di Jakarta

Kamis, 17 Sep 2026 21:45 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 21:45 WIB

JAKARTA- Setelah berlayar dari Italia pada 24 Agustus yang lalu, ITS Giuseppe Garibaldi telah tiba di Tanah Air dan sedang berlayar menuju Jakarta. Kedatangan…