Tangis Keluarga Pecah Saat Legislator DPRD Surabaya Datangi Rumah Thomas, Pelajar SMA yang Tewas Diduga Dianiaya

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anas Karno, mendatangi rumah duka di Kawasan Kelurahan Manukan Kulon Kecamatan Tandes
Anas Karno, mendatangi rumah duka di Kawasan Kelurahan Manukan Kulon Kecamatan Tandes

i

SURABAYA - Duka mendalam masih menyelimuti keluarga TJK alias Thomas (19), pelajar SMA kelas XII yang meninggal dunia setelah mengalami luka berat akibat dugaan penganiayaan oleh sekelompok remaja. Tangis keluarga pecah saat Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno, mendatangi rumah duka di Kawasan Kelurahan Manukan Kulon Kecamatan Tandes pada Senin sore (8/6/2026).

Kedatangan Anas disambut isak tangis keluarga yang hingga kini masih sulit menerima kepergian Thomas. Dalam suasana haru, keluarga kembali menceritakan detik-detik terakhir sebelum korban ditemukan dalam kondisi kritis hingga akhirnya meninggal dunia.

Tante korban, menceritakan Thomas hanya berpamitan keluar rumah untuk membeli paket data internet dan mencari makan pada Sabtu malam (30/05/2026). Namun beberapa saat kemudian, keluarga menerima kabar bahwa Thomas ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri dan telah dilarikan ke rumah sakit.

"Bilangnya cuma pamit cari makan sebentar. Kalau saya tahu akan terjadi seperti ini, pasti saya cegah atau saya antar sendiri," ujarnya sambil menangis.

Thomas sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun kondisinya terus memburuk akibat luka serius yang dialami.

"Operasinya gagal karena otaknya bengkak. Kata dokter banyak pukulan benda tumpul yang menyebabkan kondisinya semakin parah," lanjutnya

Di hadapan Anas Karno, keluarga meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

"Saya minta keadilan untuk Thomas. Saya mohon kasus ini diusut sampai tuntas. Anak yang saya asuh dari kecil harus pergi dengan keadaan seperti ini," ujarnya dengan suara bergetar.

Thomas dikenal sebagai sosok pendiam dan berprestasi. Ia merupakan penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan bercita-cita melanjutkan kuliah setelah lulus SMA.

"Dia anak yang baik, tidak pernah membuat masalah. Bahkan sudah punya rencana kuliah. Kami tidak pernah mendengar dia punya musuh," tambahnya.

Mendengar langsung kesaksian keluarga korban, Anas Karno mengaku prihatin dan meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut agar keluarga mendapatkan kepastian hukum dan rasa keadilan.

"Ini bukan sekadar kasus kriminal biasa. Ada seorang remaja yang memiliki masa depan, penerima beasiswa, yang bercita-cita melanjutkan pendidikan, tetapi harus kehilangan nyawa secara tragis. Negara harus hadir memberikan keadilan bagi keluarga," tegas legislator Fraksi PDIP tersebut

Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPC PDIP itu juga merasa prihatin seirinh dengan rentetan kasus kriminal yang belakangan terjadi di Surabaya, mulai dari penganiayaan pelajar hingga meninggal dunia sampai kasus penjambretan yang menyebabkan seorang ASN meninggal setelah menjalani perawatan kritis di rumah sakit.

Menurutnya, kejadian-kejadian tersebut harus menjadi alarm serius bagi seluruh pemangku kepentingan.

"Jangan sampai warga Surabaya merasa takut ketika keluar rumah. Keamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Kejadian yang merenggut nyawa seperti ini tidak boleh dianggap biasa," ujarnya

Sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas mendorong penguatan sinergi antara kepolisian, Satpol PP, perangkat wilayah, dan Command Center 112 untuk mempercepat pencegahan maupun penanganan tindak kriminal.

Ia meminta kepolisian lebih meningkatkan patroli dalam perberantasan pelaku kejahatan. Sementara Pemerintah Kota Surabaya mengoptimalkan fungsi CCTV, patroli Satpol PP, serta layanan darurat Command 112 agar respons terhadap laporan masyarakat semakin cepat.

Anas mengapresiasi tindakan cepat aparat kepolisian yang sudah mengamankan sejumlah tersangka dalam kasus ini

"Tindakan cepat ini setidaknya bisa memberikan rasa tenang terhadap keluarga korban yang menuntut keadilan," terangnya. 

4 remaja berinisial CJF, AAY, KVRL, dan RU sudah ditetapkan sebagai tersangka pelaku penganiayaan oleh Polrestabes Surabaya.

Anas Karno mengucapkan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban sekaligus memberikan santunan.

Kasus kematian Thomas menjadi perhatian dan keprihatinan publik. Aparat kepolisian tengah mendalami untuk mengungkap kasus tersebut. (dim)

Berita Terbaru

Ditlantas Polda Sulbar Pasang Mading Edukatif di SMA Negeri 1 Mamuju: Wadah Belajar Tertib dan Selamat

Ditlantas Polda Sulbar Pasang Mading Edukatif di SMA Negeri 1 Mamuju: Wadah Belajar Tertib dan Selamat

Selasa, 28 Jul 2026 15:25 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 15:25 WIB

POLDA SULBAR- Menanamkan kesadaran sejak dini terus dibangun oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat. Kali ini, Ditlantas menghadirkan sarana…

Rambah Hutan Lindung Tanjung Piayu, Kemenhut Tetapkan PT GTP Sebagai Tersangka Korporasi

Rambah Hutan Lindung Tanjung Piayu, Kemenhut Tetapkan PT GTP Sebagai Tersangka Korporasi

Selasa, 28 Jul 2026 15:21 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 15:21 WIB

PEKANBARU- Kementerian Kehutanan melalui Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sumatera, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum…

Benarkan Tersangka Kabur dari Polres Polman, Kabid Humas Kombes Pol Memo Ardian: Kapolda Perintahkan Tim Evaluasi

Benarkan Tersangka Kabur dari Polres Polman, Kabid Humas Kombes Pol Memo Ardian: Kapolda Perintahkan Tim Evaluasi

Selasa, 28 Jul 2026 13:59 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 13:59 WIB

POLDA SULBAR- Kapala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kombes Pol Memo Ardian membenarkan adanya insiden pelarian tersangka dari Mapolres Polewali…

Oknum Eks Pegawai BRI Ditangkap Kasus Penipuan Rp7,8 Miliar, Bank BUMN ini Buka Suara

Oknum Eks Pegawai BRI Ditangkap Kasus Penipuan Rp7,8 Miliar, Bank BUMN ini Buka Suara

Selasa, 28 Jul 2026 13:47 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 13:47 WIB

PAMEKASAN- Pelarian eks pegawai bank berinisial MLA dalam kasus dugaan penipuan investasi senilai Rp7,8 miliar akhirnya terhenti. Jajaran Reskrim Polres…

Modus LPJ Fiktif Rp795 Juta, Kasus Korupsi Mantan Ketua DPRD Mamuju dan Bendahara Segera Disidang!

Modus LPJ Fiktif Rp795 Juta, Kasus Korupsi Mantan Ketua DPRD Mamuju dan Bendahara Segera Disidang!

Selasa, 28 Jul 2026 12:43 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 12:43 WIB

Polda Sulbar merampungkan berkas kasus korupsi makan minum mantan Ketua DPRD Mamuju. …

Wakapolda Sulbar Tinjau Pembangunan Pos PJR: Pastikan Sesuai Standar, Agar Pelayanan ke Masyarakat Semakin Cepat dan Efe

Wakapolda Sulbar Tinjau Pembangunan Pos PJR: Pastikan Sesuai Standar, Agar Pelayanan ke Masyarakat Semakin Cepat dan Efe

Selasa, 28 Jul 2026 12:31 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 12:31 WIB

POLDA SULBAR- Wakapolda Sulbar Brigjen Pol Hari Santoso memimpin langsung peninjauan lokasi pembangunan Pos l PJR, Selasa (28/7/26). Didampingi Irwasda dan…