BPJS Kesehatan Tekor Rp2 Triliun per Bulan, Jadi Sorotan Tajam Komisi IX DPR RI

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago

i

JAKARTA– Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, menyoroti kondisi keuangan BPJS Kesehatan yang disebut mengalami defisit hingga Rp2 triliun per bulan. Defisit ini, menurutnya, berpotensi menimbulkan risiko terhadap keberlanjutan pembiayaan layanan kesehatan nasional.

Menurut Irma, persoalan utama yang perlu segera dibenahi adalah akurasi data peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Ia menilai pemerintah melalui Kementerian Sosial dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil perlu melakukan evaluasi menyeluruh agar bantuan iuran tepat sasaran.

"Rakyat sudah membayar iuran dan menjalankan prinsip gotong royong dalam sistem jaminan kesehatan. Sesuai amanat konstitusi, masyarakat miskin memang menjadi tanggung jawab negara. Karena itu, data penerima PBI harus benar-benar akurat," ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Kamis (11/6/2026).

Irma menyoroti kebijakan berbasis desil kesejahteraan yang menurutnya berdampak pada sejumlah masyarakat kurang mampu yang justru kehilangan status kepesertaan bantuan.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan persoalan serius, terutama bagi warga miskin yang menderita penyakit katastropik dan membutuhkan pengobatan jangka panjang.

"Kasihan masyarakat miskin yang memiliki penyakit katastropik jika kepesertaannya dinonaktifkan. Mereka sangat bergantung pada jaminan kesehatan untuk mendapatkan layanan pengobatan," kata Politisi Fraksi Partai NasDem ini.

Selain pembenahan data penerima bantuan, Irma juga mendorong pemerintah mencari sumber pendanaan tambahan guna memperkuat pembiayaan BPJS Kesehatan. Salah satu opsi yang dinilai dapat dipertimbangkan adalah pemanfaatan sebagian anggaran yang berasal dari penerimaan cukai hasil tembakau.

Menurutnya, dana dari cukai rokok dapat dioptimalkan untuk membantu menjaga keberlanjutan program jaminan kesehatan nasional sekaligus memastikan masyarakat kurang mampu tetap memperoleh akses layanan kesehatan yang layak.

Ia berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pendataan penerima bantuan iuran agar tidak ada masyarakat miskin yang kehilangan hak atas perlindungan kesehatan akibat kesalahan administrasi maupun ketidaktepatan data. 

Berita Terbaru

Wakil Ketua KPK Fitroh Bantah Terlibat Kasus MBG

Wakil Ketua KPK Fitroh Bantah Terlibat Kasus MBG

Kamis, 11 Jun 2026 13:10 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 13:10 WIB

JAKARTA- Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membantah informasi yang mengaitkan dirinya dengan perkara dugaan korupsi Program MBG. Ia menegaskan tidak memiliki…

Grebeg Suro 2026; ASN di Ponorogo Kenakan Pakaian Penadon

Grebeg Suro 2026; ASN di Ponorogo Kenakan Pakaian Penadon

Kamis, 11 Jun 2026 13:05 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 13:05 WIB

PONOROGO- Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ponorogo kompak mengenakan pakaian khas Ponorogo yakni penadon selama event Grebeg Suro berlangsung. Bagi ASN…

Pemekaran Lima Desa di Ponorogo Masuki Tahap Pembahasan Raperda

Pemekaran Lima Desa di Ponorogo Masuki Tahap Pembahasan Raperda

Kamis, 11 Jun 2026 13:00 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 13:00 WIB

PONOROGO- Rencana pemekaran empat desa di Kecamatan Ngrayun dan satu desa di Kecamatan Slahung segera dibahas DPRD Ponorogo. Pimpinan dewan meneken nota…

Dirut RPH (Perseroda) Surabaya Sukses Rangkul 100% Jagal ke TOW

Dirut RPH (Perseroda) Surabaya Sukses Rangkul 100% Jagal ke TOW

Kamis, 11 Jun 2026 07:42 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 07:42 WIB

SURABAYA, Bacasaja.id - Proses pemindahan aktivitas penjagalan ke RPH Tambak Osowilangun (TOW) sempat diwarnai kekhawatiran publik. Namun, lewat pendekatan…

ATM Dititipkan, Dana Rp1,2 Miliar Hilang: Pelapor Beber Janji Terdakwa di Persidangan

ATM Dititipkan, Dana Rp1,2 Miliar Hilang: Pelapor Beber Janji Terdakwa di Persidangan

Kamis, 11 Jun 2026 07:36 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 07:36 WIB

SURABAYA – Sidang perkara dugaan pencurian dana senilai Rp1,285 miliar yang menyeret terdakwa Nur Hasannah Prasetya kembali digelar di Pengadilan Negeri S…

Atlas Padel Pilih Pasang Peredam, Mayoritas Warga Tak Merasa Terganggu

Atlas Padel Pilih Pasang Peredam, Mayoritas Warga Tak Merasa Terganggu

Rabu, 10 Jun 2026 22:33 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 22:33 WIB

SURABAYA – Polemik dugaan kebisingan yang menyeret Atlas Sports Club di Jalan Dharmahusada Indah Barat III Surabaya mulai menemui titik terang. Di balik t…