Mengejutkan! Baliho PB XIV Tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur, Ada Apa?

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemasangan baliho bergambar Sinuhun Pakubuwono XIV tersebar di berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur
Pemasangan baliho bergambar Sinuhun Pakubuwono XIV tersebar di berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur

i

SURAKARTA– Dukungan masyarakat terhadap Sinuhun Pakubuwono XIV Karaton Surakarta Hadiningrat terus terlihat di berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pemasangan baliho bergambar Sinuhun Pakubuwono XIV dilaporkan semakin meluas sebagai bentuk dukungan budaya dan penghormatan terhadap keberlangsungan adat serta tradisi Karaton Surakarta Hadiningrat.

Berdasarkan pendataan yang dihimpun dari jaringan pendukung, kerabat Karaton, sentana dalem, abdi dalem, anggota Paguyuban Kawula Karaton Surakarta (PAKASA), serta pegiat budaya, baliho Sinuhun Pakubuwono XIV telah terpasang di sedikitnya 20 kabupaten dan kota.

Wilayah tersebut meliputi Ngawi, Boyolali, Kota Madiun, Grobogan, Sragen, Ponorogo, Demak, Pacitan, Nganjuk, Malang Raya, Jepara, Magelang, Trenggalek, Karanganyar, Klaten, Sukoharjo, Magetan, Semarang, Tulungagung, dan Tegal.

Pegiat Budaya Surakarta, R. Surojo, mengatakan fenomena tersebut menunjukkan masih kuatnya perhatian masyarakat terhadap pelestarian budaya yang bersumber dari Karaton Surakarta Hadiningrat.

Menurutnya, para pemasang baliho berasal dari berbagai unsur masyarakat yang memiliki keterikatan historis maupun budaya dengan Karaton Surakarta.

"Ini murni bentuk kepedulian masyarakat. Mereka yang memasang baliho terdiri dari kerabat Karaton, sentana dalem, abdi dalem, anggota PAKASA, serta para pelaku budaya yang selama ini memiliki kedekatan dengan tradisi yang bersumber dari Karaton Surakarta," ujarnya.

Kudus Catat Sekitar 140 Titik Baliho

Dukungan dalam jumlah besar terlihat di Kabupaten Kudus. Pangarsa PAKASA Kudus, Kanjeng Raden Riya Arya Panembahan Alap-alap Gilingwesi Singonegoro, menyebut berdasarkan pendataan internal PAKASA Kudus, terdapat sekitar 140 titik baliho Sinuhun Pakubuwono XIV yang terpasang di berbagai wilayah Kabupaten Kudus.

Menurutnya, pemasangan baliho tersebut merupakan bagian dari semangat mangayubagyo, yakni menyambut dan ikut merasakan kebahagiaan atas hadirnya penerus tahta Karaton Surakarta Hadiningrat.

"Di Kudus saja ada sekitar 140 baliho. Pemasangan baliho tersebut merupakan bagian dari mangayubagyo, yaitu menyambut dan ikut merasakan kebahagiaan atas hadirnya penerus Raja Surakarta, Sinuhun Pakubuwono XIV," ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Ia menegaskan bahwa pemasangan baliho tersebut tidak memiliki tujuan politik maupun kepentingan lain di luar pelestarian budaya.

"Pemasangan baliho Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwana XIV Hangabehi di Kabupaten Kudus tidak memiliki tujuan politis maupun kepentingan lainnya. Pemasangan ini merupakan wujud pakurmatan dan pangabekti kepada Sampeyandalem sebagai pemangku adat dan budaya Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat," katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut dilandasi semangat untuk menguri-uri, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan Jawa di tengah masyarakat.

"Dengan adanya baliho ini diharapkan dapat menambah rasa cinta terhadap budaya bangsa, memperkuat persaudaraan, serta membuat masyarakat semakin memahami nilai-nilai adiluhung warisan para leluhur," tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi keberadaan baliho tersebut secara bijaksana, menjaga suasana yang damai dan kondusif, serta terus mengedepankan semangat kerukunan dan saling menghormati.

Delanggu Klaten Capai 87 Titik

Selain Kudus, pemasangan baliho dalam jumlah besar juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari jaringan pendukung, sedikitnya terdapat 87 titik baliho Sinuhun Pakubuwono XIV yang terpasang di wilayah tersebut.

Jumlah tersebut menjadikan Delanggu sebagai salah satu wilayah dengan konsentrasi pemasangan baliho tertinggi yang dilaporkan hingga saat ini.

Cucu PB XI: Raja Surakarta Ditentukan Adat

Sementara itu, BRM Nugroho Iman Santoso, cucu Sinuhun Pakubuwono XI, putra GPH Notopuro, Ketua Paguyuban Awu Sepuh, sekaligus alumnus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS), menilai dukungan masyarakat yang muncul tidak dapat dilepaskan dari pemahaman mereka terhadap sejarah dan sistem suksesi yang berlaku di lingkungan Karaton Surakarta.

"Saya kira apa yang dilakukan masyarakat dengan memberikan dukungan kepada KGPH Hangabehi yang kini menjadi Sinuhun Pakubuwono XIV sejak 13 November 2025 lalu adalah sesuatu yang wajar. Karena memang nasab Raja Surakarta itu kepada yang sepuh atau anak tertua, dan adatnya memang demikian sejak dahulu," ujarnya.

Menurut Nugroho, dalam tradisi Karaton Surakarta, kedudukan raja ditentukan berdasarkan ketentuan adat yang diwariskan secara turun-temurun.

"Perlu diingat, raja itu menjadi raja bukan karena prestasi pribadi, melainkan karena adat. Suka atau tidak suka, adatnya memang begitu," katanya.

Gusti Moeng: PB XIV Dipersiapkan Sejak Lama

Sebelumnya, Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari, menyampaikan bahwa proses penyiapan Sinuhun Pakubuwono XIV telah berlangsung jauh sebelum wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII.

Menurut Gusti Moeng, Karaton Surakarta Hadiningrat memiliki sistem suksesi yang berlandaskan nasab dan dijaga secara ketat oleh para leluhur.

"Alhamdulillah, sampai masa Sinuhun Pakubuwono XII, nasab itu sangat dijaga. Untuk Sinuhun Pakubuwono XIV juga tidak serta-merta muncul begitu saja. Persiapannya sudah dilakukan jauh sebelumnya," ujar Gusti Moeng.

Ia menjelaskan bahwa sejak masih bergelar BRM Mangkubumi hingga kemudian menjadi KGPH Hangabehi pada masa pemerintahan Sinuhun Pakubuwono XIII, Sinuhun Pakubuwono XIV telah dipersiapkan untuk memahami kehidupan Karaton, adat, budaya, kepemimpinan, serta tanggung jawab sebagai penerus tahta.

Sebagaimana diketahui, BRM Mangkubumi yang kemudian bergelar KGPH Hangabehi ditetapkan sebagai Sinuhun Pakubuwono XIV Karaton Surakarta Hadiningrat melalui Musyawarah Adat dan Keputusan Keluarga Besar Trah Terah Mataram Islam Karaton Surakarta Hadiningrat yang terdiri dari keturunan Sinuhun Pakubuwono II hingga Sinuhun Pakubuwono XIII pada 13 November 2025.

Fenomena pemasangan baliho di berbagai daerah tersebut menunjukkan adanya dukungan dari sebagian masyarakat, kerabat Karaton, abdi dalem, komunitas budaya, dan anggota PAKASA terhadap pelestarian adat, budaya, serta keberlanjutan tradisi Karaton Surakarta Hadiningrat. (*)

Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Tata Ulang Karang Menjangan, Parkir PKL Dipusatkan agar Tak Ganggu Jalan dan Pedestrian

Pemkot Surabaya Tata Ulang Karang Menjangan, Parkir PKL Dipusatkan agar Tak Ganggu Jalan dan Pedestrian

Rabu, 09 Sep 2026 20:32 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 20:32 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai membenahi kawasan kuliner malam Karang Menjangan (Karmen) yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra…

Pelebaran Jalan Wiyung-Menganti Surabaya Dikebut, 950 Meter Ditargetkan Rampung 2026

Pelebaran Jalan Wiyung-Menganti Surabaya Dikebut, 950 Meter Ditargetkan Rampung 2026

Rabu, 09 Sep 2026 19:10 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 19:10 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melanjutkan proyek pelebaran Jalan Wiyung-Menganti sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan …

Mabes Polri Gelar Syukuran Hari Jadi Polwan RI ke-78

Mabes Polri Gelar Syukuran Hari Jadi Polwan RI ke-78

Rabu, 09 Sep 2026 15:08 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 15:08 WIB

JAKARTA — Semangat pengabdian dan penghormatan terhadap kiprah Polisi Wanita (Polwan) mewarnai kegiatan Syukuran Hari Jadi Polwan Republik Indonesia ke-78 yang …

Bareskrim Polri Bongkar Praktik Live Streaming Pornografi di TikTok dan Tevi, Enam Tersangka Diamankan

Bareskrim Polri Bongkar Praktik Live Streaming Pornografi di TikTok dan Tevi, Enam Tersangka Diamankan

Rabu, 09 Sep 2026 15:04 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 15:04 WIB

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri membongkar praktik siaran langsung bermuatan pornografi melalui aplikasi TikTok dan T…

Josiah Michael Desak Pelebaran Jalan Wiyung-Menganti Tepat Waktu, K3 dan Drainase Jadi Sorotan

Josiah Michael Desak Pelebaran Jalan Wiyung-Menganti Tepat Waktu, K3 dan Drainase Jadi Sorotan

Rabu, 09 Sep 2026 08:34 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 08:34 WIB

SURABAYA – Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya sekaligus Ketua Fraksi PSI, Josiah Michael, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan proyek p…

Datang sebagai Kakak, Ning Lia Dengarkan Cerita Sebulan Mahasiswa Baru Tinggal di Pesantren

Datang sebagai Kakak, Ning Lia Dengarkan Cerita Sebulan Mahasiswa Baru Tinggal di Pesantren

Rabu, 09 Sep 2026 08:27 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 08:27 WIB

SURABAYA — Bukan datang dengan suasana formal sebagai seorang senator, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, m…