PONOROGO-Gelaran Grebeg Suro yang berlangsung rutin setiap tahun di Ponorogo mencuri perhatian nasional. Apalagi, Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) yang masuk side event (rangkaian acara) Grebeg Suro mampu menempati 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN) lima tahun berturut-turut sejak 2022.
Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Dwi Marhen Yono menyebut KEN adalah hasil kurasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terhadap 3.100 event di Indonesia. Nah, terpilih 125 event unggulan hingga FNRP meraih Top 10 KEN.
“Kementerian Pariwisata menjadikan KEN sebagai program strategis nasional untuk mempromosikan pariwisata, memberdayakan UMKM, dan menggerakkan ekonomi daerah,” kata Dwi Marhen saat penutupan Grebeg Suro, Senin (15/6/2026) malam.
Menurut dia, Kementerian Pariwisata juga mencatat FNRP memiliki dampak ekonomi terbesar di Jawa Timur setelah Jember Fashion Carnival. Dwi Marhen sempat mengungkapkan adanya pergeseran tujuan wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia. Mereka tidak lagi melulu mencari destinasi alam yang indah. Melainkan ingin mendapatkan pengalaman budaya yang kuat, khas, dan autentik.
“Tahun lalu ada sekitar 12 juta wisatawan yang datang ke Indonesia. Mereka bukan lagi hanya mengunjungi pantai yang indah, tapi mencari kultur, mencari budaya seperti Reog Ponorogo,” terangnya.
Dwi Marhen menambahkan, pariwisata sekarang ini menjadi salah satu sektor penting dalam menggerakkan ekonomi nasional. Selain menyumbang devisa bagi negara, pariwisata juga memiliki kekuatan besar dalam menghidupkan ekonomi masyarakat melalui kunjungan wisatawan, budaya, kreativitas, dan produk lokal.
“Sektor pariwisata mampu menyumbang devisa hingga sekitar 320 triliun rupiah. Angka ini berada di bawah hasil produksi kelapa sawit yang mencapai sekitae 500 triliun, serta minyak dan batu bara sekitar 400 triliun,” rincinya.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita juga berhitung Grebeg Suro mampu menjadi motor penggerak ekonomi. Okupansi hotel naik yang menandai tingkat kunjungan wisatawan ke Ponorogo meningkat. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pegiat ekonomi kreatif, hingga pedagang kaki lima merasakan manfaatnya langsung.
“Hotel penuh, pedagang makanan dan minuman ramai pembeli. Penyedia jasa transportasi serta pendukung sektor pariwisata lainnya ikut ketiban rezeki,” ungkap Bunda Lis –sapaan Lisdyarita.
Menurut Bunda Lis, Grebeg Suro selama ini berfungsi sebagai etalase untuk mengenalkan budaya Ponorogo. Perayaan besar menyambut datangnya 1 Muharam itu tidak boleh sekalipun jeda setiap tahun.
“Harus terus lebih meriah dan menarik dari tahun ke tahun. Mari terus menjaga tradisi, melestarikan budaya, dan memajukan Ponorogo tercinta,” pungkasnya. (*)
Editor : Redaksi