BKSDA Jatim: Pemasok Satwa Langka Ilegal di Jawa dari Indonesia Timur

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Satwa langka yang diamankan oleh Polda Jatim bersama BBKSDA Jatim.
Satwa langka yang diamankan oleh Polda Jatim bersama BBKSDA Jatim.

i

BACASAJA.ID - Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim) Wilayah II, Wiwied Widodo menyayangkan sampai saat ini masih ada penangkapan, pemeliharaan serta penjualan satwa langka yang dilindungi.

Menurutnya, selain populasinya yang sangat rendah, perbuatan para pelaku juga melanggar hukum di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa burung Elang Brontok dengan nama latin Spizaetus Cirrhatus hanya memiliki habitat dan ekosistem di kawasan Jawa dan sekarang mulai menurun.

"Elang Brontok ini ada di Sulawesi dan Jawa, sebagian besar di Ponorogo dan sekitarnya. Kalo Elang Varia ini hanya 30% (populasi) di Jawa," kata Wiwied, Rabu (17/2/2021).

Untuk spesies Burung Kakak Tua, rupanya menjadi primadona dan dicari negeri tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Namun, populasi burung dengan nama latin Cacatua Moluccensis masih terbilang cukup banyak. Sebab, masih ditemukan pula masyarakat yang memeliharanya.

Bahkan, menurut Wiwied, jual beli spesies ini juga kerap ditemukan, terutama di kawasan Kalimantan dan negeri Jiran, Malaysia.

"Lumayan kalau Kakak Tua, mayoritas di pelihara di rumah, kasus sebelumnya dijual ke Kalimantan lalu dimasukan ke Malaysia," bebernya.

Untuk spesies Lutung Budeng pun demikian. Wiwied menyebut populasi primata dengan nama latin Trachypithecus Auratus itu kian menurun. Malah, semakin diburu dalam beberapa tahun belakangan.

"Lutung ini juga asli Jawa, perburuan 7 tahun terakhir marak," lanjutnya.

Wiwied menuturkan, sejumlah spesies hewan langka lain juga tengah diburu orang tidak bertanggung jawab. Bahkan, pihaknya berupaya maksimal untuk melindunginya lantaran jumlah populasinya semakin jarang.

Lantaran itu, ia enggan menyebut lebih detil jenis satwa tersebut dengan alasan akan menjadi target pemburu bila diberitakan.

"Ada lagi satwa nilainya lebih tinggi, bisa sampai ratusan juta. Tapi maaf tidak bisa saya sebut, nanti jadi target incaran pemburu. Karena populasinya sangat sedikit," ucapnya.

Pemasoknya pun, kata Wiwied cukup beragam, dari sejumlah daerah di Indonesia bagian timur, mulai dari Maluku, Irian, Sulawesi, hingga Kalimantan.

"Ada pemasoknya, ada pemasok menggunakan kapal bermuatan penumpang dari Sulawesi, Irian, ke Tanjung Perak Surabaya, lalu sesampainya di sini, dijajakan ke akun Facebook," tutupnya. (ads/rg4)

Berita Terbaru

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Masuki Tahap III, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Masuki Tahap III, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

Selasa, 21 Jul 2026 20:47 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 20:47 WIB

SURABAYA- Pemkot Surabaya terus melanjutkan program normalisasi Ruang Sungai Kalianak yang kini memasuki tahap ketiga, Senin (20/7/2026). Program ini merupakan…

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

BATAM— Mobil pikap bernomor polisi BP 8640 DM yang melansir belasan jeriken BBM jenis Pertalite di SPBU 13.294.704 Kodim, Batam, tercatat atas nama PT Latitude …

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

JAKARTA- DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjadi undang-undang dalam agenda Rapat…

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

JAKARTA– KPK mengisyaratkan peluang mengembangkan penyidikan dugaan suap pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas di Kementerian Kehutanan (…

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Oleh: Lujeng Lutvia, S.Pd, Gr  Di tengah berbagai tantangan penyelenggaraan pendidikan inklusif di Indonesia, SMP Negeri 3 Probolinggo menunjukkan bahwa …

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

SURABAYA- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa penarikan iuran atau …