Lamongan tak Perlu Impor Beras, Begini Alasan Pak Yes

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Yuhronur Effendi melakukan sidak di Gudang Bulog Sukorejo Lamongan. (Foto : at5/ist/Bacasaja.id)
Bupati Yuhronur Effendi melakukan sidak di Gudang Bulog Sukorejo Lamongan. (Foto : at5/ist/Bacasaja.id)

i

BACASAJA.ID – Impor beras yang menjadi pembicaraan nasional, disikapi Bupati Lamongan Yuhronur Effendi. Ia menegaskan Lamongan tak perlu impor beras.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini menjelaskan beras di Kabupaten Lamongan dalam kondisi surplus, meski saat ini sedang pandemi Covid-19.

“Lamongan ini sedang surplus beras. Saya pikir di Lamongan khususnya, tidak perlu impor beras,” ujar Yuhronur Effendi dikutip Rabu (10/3/2021).

Untuk memastikan stok beras dan gabah, Bupati Yuhronur sudah melakukan pengecekan di Gudang Bulog Sukorejo Lamongan, Selasa (09/03/2021).

Mengenai harga gabah yang mengalami penurunan harga yang cukup drastis, Pak Yes mengatakan, akan mendorong Bulog Sukorejo Lamongan dan Bulog Karanggeneng Babat agar segera melakukan percepatan penyerapan.

“Ya, kita akan terus mendorong penyerapan gabah dari petani. Dengan demikian harga jual gabah bisa sendirinya naik,” papar dia.

Yuhronur mengimbau, lumbung-lumbung pangan di Kabupaten Lamongan juga segera melakukan penyerapan untuk membantu supaya harga gabah ini bisa naik.

“Sampai dengan akhir bulan Maret ini kan puncak-puncaknya panen. Untuk itu lumbung-lumbung pangan juga segera melakukan percepatan penyerapan gabah, karena sekarang lagi panen,” ungkap Pak Yes.

Tak hanya itu, Pak Yes menuturkan, gerakan Ayo Beli Produk Lamongan juga bertujuan supaya beras dan gabah ini segera terserap dalam konsumsi masyarakat di Kabupaten Lamongan.

“Tentunya gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan pembelian dan permintaan gabah yang saat ini harganya antara Rp 3.800,- sampai Rp 3.900. Begitu juga beras khususnya di Kabupaten Lamongan,” aku Pak Yes.

Sementara itu, Kepala Gudang Sukorejo Lamongan Aditya Bagus mengaku akan merencanakan pengadaan dan penyerapan beras di wilayah Kabupaten Lamongan.

“Di gudang ini space-nya penuh dan kami hanya menerima beras. Target penyerapan beras dengan harga Rp 8.300 spesifikasi medium segera kami lakukan kurang lebih 5 ribu ton,” terang Aditya.

Dijelaskannya, Gudang Sukorejo Lamongan memiliki kemampuan untuk menampung beras maksimal 10 ribu ton dengan jumlah 5 unit lokal dengan penyaluran beras setiap bulan ratusan ton.

“Karena masih penuh penyerapan beras belum kita laksanakan. Namun tiap bulan kita sudah menyalurkan beras kurang lebih 100-200 ton tiap bulan,” papar Aditya. (at5/ysf/bsi)

Berita Terbaru

Perkuat Pondasi Moral dan Disiplin, Polda Sulbar Konsisten Gelar Pembinaan Rohani Demi Pelayanan Humanis

Perkuat Pondasi Moral dan Disiplin, Polda Sulbar Konsisten Gelar Pembinaan Rohani Demi Pelayanan Humanis

Kamis, 23 Jul 2026 09:28 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 09:28 WIB

POLDA SULBAR- Memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kepercayaan masyarakat tak hanya bermodal kekuatan fisik maupun keterampilan tugas, melainkan juga…

Lapor ke Cak Eri Bongkar Dugaan Pungli SWK Kalijudan

Lapor ke Cak Eri Bongkar Dugaan Pungli SWK Kalijudan

Kamis, 23 Jul 2026 07:22 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 07:22 WIB

SURABAYA - Laporan masyarakat melalui hotline "Lapor Cak Eri" berhasil membongkar dugaan pungutan liar (pungli) terhadap calon pedagang di Sentra Wisata…

KPK Temukan Indikasi Pengondisian Audit BPK di Daerah Lain

KPK Temukan Indikasi Pengondisian Audit BPK di Daerah Lain

Rabu, 22 Jul 2026 16:30 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 16:30 WIB

JAKARTA– KPK menemukan indikasi pengondisian hasil audit BPK di daerah lain saat mengusut dugaan suap audit Pemkab Muara Enim. Temuan tersebut diperoleh p…

Ditlantas Polda Sulbar Uji Coba Aplikasi E‑Teguran, Langkah Awal Digitalisasi Pembinaan

Ditlantas Polda Sulbar Uji Coba Aplikasi E‑Teguran, Langkah Awal Digitalisasi Pembinaan

Rabu, 22 Jul 2026 15:16 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 15:16 WIB

POLDA SULBAR- Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat melaksanakan uji coba penerapan aplikasi E‑Teguran di depan Gedung BPKB Mamuju, Rabu (2…

Resmi! Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Importasi PT Blueray

Resmi! Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Importasi PT Blueray

Rabu, 22 Jul 2026 15:01 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 15:01 WIB

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan seorang pejabat Bea Cukai sebagai tersangka baru dalam pengembangan perkara dugaan suap importasi barang. P…

SILPA APBD Surabaya Rp516,826 Miliar, Anggota DPRD dari Nasdem ini Malah Curiga, Ada Apa?

SILPA APBD Surabaya Rp516,826 Miliar, Anggota DPRD dari Nasdem ini Malah Curiga, Ada Apa?

Rabu, 22 Jul 2026 14:54 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 14:54 WIB

SURABAYA- Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya, Imam Syafi'i, menyoroti perencanaan pembiayaan APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2025 usai mengikuti…