BACASAJA.ID - Bukit Putri Cempo yang mengalami longsor, diketahui memutus akses jalan alternatif penghubung antara Kelurahan Gending menuju Desa Ngargosari dan Desa Giri, Kecamatan Kebomas.
Selain itu, jalan tersebut juga kerap digunakan menuju Makam Putri Cempo dan Makam Paman Sunan Giri, Syekh Sayyid Abdurrahman. Tidak hanya itu, ada beberapa bangunan rumah yang hanya beberapa meter juga terancam terdampak longsor.
Setelah melakukan sidak ke lokasi longsor, Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widyana mengatakan, untuk longsor yang terjadi di bukit Putri Cempo, hal pertama yang harus ditangani yakni memindahkan warga yang bertempat di sekitar longsor.
"Yang pertama dengan segera memindahkan atau mengevakuasi warga yang ada di situ karena sangat berbahaya," ungkap Asroin, Jumat (12/3/2021).
Sementara untuk pembangunan penahan tanah, masih dalam perencanaan. Tahun ini sudah ada alokasi anggaran sebesar Rp5 miliar untuk pembangunannya.
"Sudah ada alokasi anggrannya untuk tahun ini sebesar Rp5 miliar," singkatnya.
Tapi, lanjut Asroin, untuk pelaksanannya atau realisasinya nanti, dikerjakan atau tidaknya, masih perlu untuk dikaji lagi lebih lanjut.
"Dikerjakan atau tidak, juga perlu kajian lebih lanjut lagi," ungkap politikus partai Golkar ini.
Seperti diketahui, longsor yang terjadi di Bukit Putri Cempo Gresik sudah terjadi beberapa tahun lalu. Tapi, longsor yang terjadi pada tahun ini lebih parah.
Longsor pertama pada hari Minggu (28/2/2021) dini hari terjadi di tebing sisi timur. Kemudian longsor susulan terjadi di tebing bukit Putri Cempo sisi sebelah timur bagian barat pada hari Rabu (3/2/2021) lalu. (TBK/rg4)
Editor : Redaksi