Penambang Tradisional di Tengah Mekanisasi Tambang Pasir

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penambang pasir tradisional di Tulungagung
Penambang pasir tradisional di Tulungagung

i

BACASAJA.ID- Keberadaan Kali Brantas menjadi berkah tersendiri bagi warga sekitarnya. Sungai yang membentang mulai dari Malang melewati Blitar, Tulungagung, Kediri dan bermuara ke laut utara Jawa ini memberikan penghidupan bagi warga di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.

Selain dari ikan yang melimpah, Kali Brantas juga memberikan bonus berupa pasir yang melimpah. Seperti di Tulungagung, Sungai Brantas melewati Kecamatan Rejotangan, Ngunut, Sumbergempol, Kedungwaru, Ngantru dan Karangrejo.

Di DAS Sungai Brantas jamak ditemui aktifitas penambangan pasir, baik secara mekanik dan manual. Sayangnya penambangan secara mekanik berpotensi merusak kelestarian ekosistem sungai, akibat pengambilan pasir yang tidak terkontrol.

Namun di tengah mekanisasi penambangan pasir itu, ternyata masih ada penambang pasir tradisional. Penambangan secara tradisional ini dinilai lebih ramah lingkungan.

Salah satu penambang tradisional yang masih bertahan adalah Khoiron (37), warga Desa Banjarsari Kecamatan Ngantru.

Khoiron atau yang akrab disapa Rony ini biasa menambang pasir dengan menggunakan “Tomblok”, alat menyerupai timba dari besi dengan sisi-sisi yang berlubang untuk tempat keluarnya air.

Tak mudah memang untuk menambang pasir secara tradisional. Rony harus menyelam di kedalaman hingga 7 meter atau lebih untuk seember pasir. Dirinya harus menahan nafas di dalam air selama sekitar 1 menit tiap kali menyelam mencari pasir.

"Ya harus menahan nafas,” kata Rony saat ditemui awak media, Kamis (25/3/2021).

Rony mengaku sudah menjalani pekerjaan ini sejak 21 tahun lalu, saat berusia 16 tahun.

Sebelum memulai aktifitas menambang pasir, Rony selalu menancapkan galah sepanjang sekitar 9 meter kedasar sungai. Galah ini berfungsi sebagai pegangan saat menyelam agar tak terbawa arus Sungai Brantas yang deras.

Dengan berbekal tomblok, Rony dan 2 rekanya turun ke dasar sungai mengeruk pasir. Setelah tombloknya penuh, lalu Rony naik ke atas dengan membawa pasir.

Bukanya ringan, sekali naik berat pasir mencapai lebih dari 50 kilo. Tak heran jika tubuhnya terlihat kekar.“Sehari mungkin 2 sampai 3 rit (bak truk),” jelasnya.

Dari hasil menambang pasir itu, jika beruntung dirinya bisa mengantongi sekitar 120 an ribu. Hasil itu tak mesti didapat, lantaran aktifitas menambang tergantung dengan cuaca dan aliran air.

Apalagi daerah tempatnya menambang seringkali terendam air jika turun hujan. Pasir yang terkumpul hilang tersapu air. Resiko lainya bisa saja saat menambang terseret derasnya arus.

“Makanya memakai galah agar tidak hanyut,” ujar ayah 2 anak itu (Noyo/JP).

Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Gelar Upacara HUT ke-81 Jawa Timur, Wali Kota Eri Tekankan Sinergi Ekonomi dan Transportasi

Pemkot Surabaya Gelar Upacara HUT ke-81 Jawa Timur, Wali Kota Eri Tekankan Sinergi Ekonomi dan Transportasi

Senin, 12 Okt 2026 12:09 WIB

Senin, 12 Okt 2026 12:09 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Timur di Halaman Balai Kota Surabaya, Senin …

Polda Sulbar Bongkar Jaringan Narkoba! PNS dan Oknum Polri Terlibat, Komitmen Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Polda Sulbar Bongkar Jaringan Narkoba! PNS dan Oknum Polri Terlibat, Komitmen Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Senin, 12 Okt 2026 10:55 WIB

Senin, 12 Okt 2026 10:55 WIB

POLDA SULBAR- Polda Sulawesi Barat melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil mengungkap peredaran narkotika yang bermula di wilayah Mamuju dan kemudian…

Polda Jatim Periksa 8 Orang Terkait Arisan Meow Rp3,5 Miliar yang Menyeret Perempuan MCL

Polda Jatim Periksa 8 Orang Terkait Arisan Meow Rp3,5 Miliar yang Menyeret Perempuan MCL

Senin, 12 Okt 2026 09:30 WIB

Senin, 12 Okt 2026 09:30 WIB

SURABAYA – Kasus dugaan arisan bodong Meow dengan total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp3,5 miliar masih dalam penanganan Polda Jatim. Penyidik terus m…

Pemkot Surabaya Tertibkan Aset di Jalan Nambangan, Bangunan Tanpa Dasar Hukum Ditindak

Pemkot Surabaya Tertibkan Aset di Jalan Nambangan, Bangunan Tanpa Dasar Hukum Ditindak

Senin, 12 Okt 2026 09:12 WIB

Senin, 12 Okt 2026 09:12 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)…

Khotmil Qur'an 99 Titik Meriahkan Kick Off Hari Santri 2026 di Kota Probolinggo

Khotmil Qur'an 99 Titik Meriahkan Kick Off Hari Santri 2026 di Kota Probolinggo

Minggu, 11 Okt 2026 21:18 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 21:18 WIB

PROBOLINGGO - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo mengawali rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 melalui kegiatan kick off…

Bus Makassar-Palu Terbalik di Mamuju, Tim Biddokkes Polda Sulbar Respon Cepat Evakuasi 26 Korban

Bus Makassar-Palu Terbalik di Mamuju, Tim Biddokkes Polda Sulbar Respon Cepat Evakuasi 26 Korban

Minggu, 11 Okt 2026 18:29 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 18:29 WIB

POLDA SULBAR– Sebuah kecelakaan tunggal menimpa Bus Neo Trans rute Makassar-Palu yang terbalik di kawasan Gerbang Salupangi, Kecamatan Simboro, Mamuju, Minggu (…