Meranjau Sabu 25 Kg di 15 Tempat Surabaya, Begini Pembelaan Fitria Cs

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
ilustrasi
ilustrasi

i

BACASAJA.ID -Dituntut 10 tahun lebih, tiga terdakwa pelaku narkoba dengan barang bukti 25 kilo sabu dan ratusan ekstasi ini tidak terima. Fitria bersama dua temannya pun mengajukan pembelaan.

Sidang perkara penyalahgunaan Sabu-sabu puluhan kilogram dan pil ekstasi tiga terdakwa digelar di Ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Ketiga terdakwa itu Muchammad Ficky Hilaluddin bin Asmawi, Moch. Zaidan Khairullah bin Abd Somad dan seoranf perempuan bernama Fitria binti H. Abdul Kodir.

Pada sidang sebelumnya, ketiga terdakwa dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Muzzaki. Terdakwa Muchammad Ficky Hilaluddin dituntut pidana penjara 14 tahun, Moch. Zaidan 12 tahun dan untuk terdakwa Fitria 10 tahun penjara.

Hal itu sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika seperti dalam dakwaan pertama.

Dikurangi selama para terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah para terdakwa tetap ditahan, dengan denda masing- masing 1 miliar dan Subsidair 4 bulan penjara.

Dalam agenda pembacaan pembelaan (pledoi) oleh penasihat hukum para terdakwa, Selasa (13/04/2021), intinya berisi meminta majelis hakim membebaskan para terdakwa dari segala tuntutan. Terkait pasal 114 ayat 2 dinikai tidak mendasari fakta fakta yang ada di persidangan.

Pada kesaksian verbal lisan yang dihadirkan, lanjutnya, terlihat hak hak terdakwa yang diabaikan. "Memohon kepada majelis hakim bahwa para terdakwa tidak terbukti serta menyakinkan pada pasal 114 ayat 2, untuk membebaskan para terdakwa, mengbalikan hak dan martabatnya, atau jika majelis hakim memiliki keputusan lain, untuk memberikan keputusan seadil-adilnya," kata penasihat hukum terdakwa membacakan pledoi.

Terhadap pembelaan penasihat hukum terdakwa, Jaksa Muzakki menjawab secara lisan dengan tetap pada tuntutannya. Sidang akan dilanjutkan tanggal 19 April 2021, dengan agenda putusan dari majelis hakim.

Terungkap di persidangan, terdakwa Much.Ficky menyuruh terdakwa Zaidan meranjau sabu seberat 1 kilogram. Terdakwa Vicky menyuruh Zaidan sebanyak 5 kali meranjau dengan upah Rp 100 Ribu sampai 500 ribu. Ficky sendiri mendapat sabu dari pak Bos (Sulaiman), saat mengambil sabu terdakwa Ficky dibantu terdakwa Fitria sebanyak dua kali pengambilan.

Setelah mendapat sabu, pak Bos ( Sulaiman) menyuruh Ficky meranjau ke 15 lokasi. Terdakwa Ficky mendapat barang 2,5 kilo sabu sampai 12 kilogram sabu, 2000 butir ekstasi, terakhir terdakwa mendapat barang sabu sebanyak 10 kilogram, 2000 ekstasi dengan upah untuk terdakwa Ficky Rp 30 juta sampai Rp 100 juta.

Selanjutnya tanggal 17 Juli 2020 jam 21.00 Wib, terdakwa Ficky mengirim sabu dan ekstacy ke saksi Latifah alias Rara ( berkas penuntutan terpisah) pakai aplikasi Gojek dari Sidosermo ke Lebak Surabaya tempat saksi Latifah alias Rara.

Selanjutnya Selasa 21 Juli 2020 sekitar pukul 02.00 Wib, di jalan Demak 125 Surabaya, para terdakwa ditangkap oleh saksi Erwin, Susandi, Rusdianto anggota Polrestabes Surabaya.

Saat digeledah terdakwa Ficky ditemukan BB berupa 1 HP, Kartu ATM BCA, 1 koper hitam, mobil Ayla warna hitam. Sedang terdakwa Zaidan ditemukan 1 HP, terdakwa Fitria ditemukan 1 HP. (bm)

Berita Terbaru

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

JAKARTA- DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjadi undang-undang dalam agenda Rapat…

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

JAKARTA– KPK mengisyaratkan peluang mengembangkan penyidikan dugaan suap pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas di Kementerian Kehutanan (…

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Oleh: Lujeng Lutvia, S.Pd, Gr  Di tengah berbagai tantangan penyelenggaraan pendidikan inklusif di Indonesia, SMP Negeri 3 Probolinggo menunjukkan bahwa …

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

SURABAYA- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa penarikan iuran atau …

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

JAKARTA- Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni berpeluang ditetapkan sebagai tersangka apabila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti adanya…

Perkuat Patroli Malam, Komitmen Ditlantas Polda Sulbar Jaga Kamseltibcarlantas Sepenuh Hati

Perkuat Patroli Malam, Komitmen Ditlantas Polda Sulbar Jaga Kamseltibcarlantas Sepenuh Hati

Selasa, 21 Jul 2026 10:04 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 10:04 WIB

POLDA SULBAR- Menegaskan komitmen nyata menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Direktorat Lalu Lintas …