Pasar Tumpah di Pandegiling dan Keputran, DPRD Surabaya: Tertibkan!

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Satpol PP Surabaya menggelar operasi penertiban masker dan rapid test massal di Pasar Keputran, beberapa waktu lalu. (Ist)
Satpol PP Surabaya menggelar operasi penertiban masker dan rapid test massal di Pasar Keputran, beberapa waktu lalu. (Ist)

i

BACASAJA.ID - Sebagian warga Kota Surabaya diketahui mengeluhkan pasar tumpah yang mulai bermunculan di sejumlah titik. Pasalnya, pasar tumpah itu kerap menimbulkan kemacetan dan memakan jalur pedestrian.

Terkait hal ini, anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Mahfudz mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya supaya segera menertibkan pasar-pasar tumpah itu. Bahkan, dia mengaku sudah mengantongi keluhan langsung dari para warga dan pengguna jalan.

Contohnya, sambung Mahfudz, pedagang buah di sepanjang Jalan Tanjungsari. Keluhan dari warga ini sebetulnya sudah lama digaungkan. Satpol PP sendiri pun sudah memberikan surat peringatan per tanggal 11 Desember 2020.

"Namun, setelah itu tifak ada tindak lanjutnya lagi. Surat itu tidak dihiraukan para pedagang," ungkap Mahfudz, Sabtu (17/4/2021).

Menurut Mahfudz, terdapat dua problem utama yang acap kali dikeluhkan warga dan pengguna Jalan Tanjungsari. Dua masalah yang ditimbulkan pasar tumpah di sana adalah kemacetan akibat badan jalan dipakai aktivitas bongkar muat barang. Selain itu, jalur pedestrian yang seharusnya untuk pejalan kaki dipakai tempat berjualan buah.

"Dua hal itu sudah jelas melanggar Perda nomor 2 tahun 2014 yang telah diubah dengan Perda Nomor 2 tahun 2020 tentang penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat," tutur Mahfudz.

Selain pasar tumpah di Jalan Tanjungsari, Mahfudz pun mendapat keluhan juga dari daerah Pandegiling. Hampir setiap malam, kata Mahfudz, lebar jalan yang hanya sekitar lima meter tersebut dimanfaatkan oleh pedagang untuk menggelar lapak mereka.

Di Jalan Keputran juga tidak jauh berbeda. Jalan di sisi timur pasar Keputran utara dapat dipastikan macet setiap hari. Mobil pikap yang membawa sayur selalu melakukan bongkar muat di tepi hingga tengah jalan. Begitu pula di Jalan Sunda dan Jalan Irian Barat. Pedagang liar kerap memakai badan jalan untuk berjualan.

Untuk itu, Mahfudz meminta Satpol PP menggelar pemetaan wilayah lagi untuk melakukan penertiban berdasarkan skala prioritas. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga harus turun tangan untuk mencarikan solusi.

"Soalnya, los di dalam pasar yang tidak jauh dari pedagang berjualan di jalan itu, masih ada yang lowong," tandasnya. (dns)

Berita Terbaru

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

BATAM— Mobil pikap bernomor polisi BP 8640 DM yang melansir belasan jeriken BBM jenis Pertalite di SPBU 13.294.704 Kodim, Batam, tercatat atas nama PT Latitude …

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

JAKARTA- DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjadi undang-undang dalam agenda Rapat…

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

JAKARTA– KPK mengisyaratkan peluang mengembangkan penyidikan dugaan suap pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas di Kementerian Kehutanan (…

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Oleh: Lujeng Lutvia, S.Pd, Gr  Di tengah berbagai tantangan penyelenggaraan pendidikan inklusif di Indonesia, SMP Negeri 3 Probolinggo menunjukkan bahwa …

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

JAKARTA- Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni berpeluang ditetapkan sebagai tersangka apabila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti adanya…

Perkuat Patroli Malam, Komitmen Ditlantas Polda Sulbar Jaga Kamseltibcarlantas Sepenuh Hati

Perkuat Patroli Malam, Komitmen Ditlantas Polda Sulbar Jaga Kamseltibcarlantas Sepenuh Hati

Selasa, 21 Jul 2026 10:04 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 10:04 WIB

POLDA SULBAR- Menegaskan komitmen nyata menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Direktorat Lalu Lintas …