Dua Terduga Pembunuh Vito Diringkus, Satu masih Pelajar

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pelaku pengeroyokan M Vito Zakaria (19) hingga tewas menggunakan baju tahanan saat ungkap kasus di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (24/5/2021).
Pelaku pengeroyokan M Vito Zakaria (19) hingga tewas menggunakan baju tahanan saat ungkap kasus di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (24/5/2021).

i

BACASAJA.ID - Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya meringkus dua dari empat pelaku pengeroyokan terhadap korban M Vito Zakaria (18) yang ditemukan tewas didalam kamar kos di Siwalankerto I, Kecamatan Wonocolo, Surabaya pada Jumat (21/5) lalu.

Kedua pelaku bernama Akbar alias Tanjung (19) warga Rungkut Surabaya dan Arif (18) warga Surabaya ini diamankan polisi dalam kurun waktu 1x24 jam atau pada Sabtu (22/5) dini hari. Ironisnya, pelaku Arif merupakan pelajar yang masih duduk di bangku kelas 2 SMK.

"Keduanya bisa kita amankan di rumahnya. Dan kita minta keterangan dan mengakui melakukan penganiyaan tersebut bersama dengan teman-temanya. Jadi masih dua orang lagi yang yang kita DPOkan berinisial ST dan RR," kata Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Ambuka Yudha saat rilis di Mapolrestabes Surabaya, Senin (24/5/2021).

Mengenai motifnya, lanjut Ambuka, pengeroyokan tersebut dipicu jika salah satu dari tersangka temannya sebelumnya dikeroyok oleh korban. Tak terima temannya dikeroyok, pelaku yang masih DPO mengajak Akbar dan Arif untuk mencari dan membalas perlakuan korban.

"Motifnya saling balas, karena ada yang dipukul oleh teman-temannya (korban)," ungkap Ambuka Yudha.

Dari penangkapan kedua tersangka, jika terungkap pemicu dari saling balas pengeroyokan tersebut, jika teman dari dua tersangka tersebut mendapatkan tuduhan pemerkosaan. Sehingga memicu terjadi saling balas kelompok korban dan kelompok tersangka.

"Kalau terkait itu (tuduhan pemerkosaan) itu masih kita selidiki lebih dalam. Jadi terkait pemerkosaan nanti kita selidiki lebih dalam. Tapi dari hasil penyelidikan yang kita fokuskan memang ini ada dua LP (laporan polisi), korbanya ada dua, yang satu meninggal dunia yang satu luka berat. Nanti setelah tertangkap tersangka lainnya kita bisa lebih dalam," ungkap Ambuka.

Lebih lanjut Ambuka menjelaskan, jika awal dari aksi pengeroyokan ini, terjadi akibat saling balas antara korban dengan tersangka.

"Jadi awalnya diambil, terus di pukul, terus dibalas kembali oleh tersangka-tersangka ini," ungkap Ambuka.

Dari hasil pemeriksan yang dilakukan kepada tersangka. Korban meninggal dipukul dengan tangan kosong hingga dibenturkan ke tembok.

"Memang dilakukan dengan tangan kosong, namun para pelaku sempat membenturkan kepala korban ke tembok. Jadi mungkin yang sangat membuat luka fatal akhirnya mengakibatkan kematian adalah benturan kepala ke tembok," tambah Ambuka.

Selain itu, hasil penyelidikan yang dilakukan oleh polisi korban yang berusia 18 tahun ini, baru lulus SMA dan bekerja serabutan.

Atas kejahatan yang dilakukan oleh kedua tersangka, polisi yakni satu motor matic. Keduanya terancam dijerat Pasal 170 ayat 2 ke 3e KUHP tentang penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama atau pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. (Jem)

Berita Terbaru

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

SURABAYA – Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG) Jawa Timur kembali membuat gebrakan dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Daerah (…

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

SURABAYA – Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 harus menjadi momentum yang benar-benar dirasakan masyarakat Kota Surabaya. Bukan sekadar seremoni, tetapi m…

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

BACASAJA.ID — Kemarau panjang hingga krisis air bersih yang dialami masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya mendapatkan b…

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

POLDA SULBAR- Komitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan oleh Subdit Regident Ditlantas Polda Sulbar. Lewat…

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

SURABAYA- DPRD Surabaya mendorong Pemerintah Kota Surabaya tidak menjadikan klasifikasi desil sebagai satu-satunya batas dalam menentukan warga yang berhak…

Lulus Kuliah tapi Data di KK Masih SMA, Pemkot Surabaya Imbau Warga Segera Update

Lulus Kuliah tapi Data di KK Masih SMA, Pemkot Surabaya Imbau Warga Segera Update

Jumat, 04 Sep 2026 12:37 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 12:37 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendorong masyarakat agar memastikan data pendidikan dalam dokumen kependudukan selalu diperbarui. Langkah ini…