Terdakwa Penanam Ganja di Surabaya Akan Ajukan Uji Materi UU Narkotika

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
tanaman ganja
tanaman ganja

i

bacasaja.id - Ardian Aldiano (21 tahun) terdakwa perkara ganja di Pengadilan Negeri Surabaya akan mengajukan uji materi atas Pasal 111 Ayat (2) dan Pasal 114 Ayat (2) Undang-undang Narkotika yang didakwakan kepadanya.

Dino akan meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menafsirkan dan menjelaskan secara gamblang tentang frasa ‘pohon’ di dalam dua pasal itu. Uji materi akan dia layangkan melalui Singgih Tomi Gumilang kuasa hukumnya.

“Yang kami minta (uji materiil) itu adalah, memberikan tafsir konstitusi frasa ‘pohon’ pada pasal 114 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika,” kata Singgih kuasa hukum Ardian kepada wartawan, Minggu (11/10/2020).

Bunyi pasal itu, “dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).”

Ada sejumlah alasan kenapa Ardian mengajukan permohonan uji materi ke MK. Di antaranya, dalam praktiknya, menanam tanaman ganja setinggi 5 sentimeter dengan menanam pohon ganja setinggi 5 meter atau lebih dianggap sama.

Padahal, kata Singgih, hal itu akan berimplikasi pada ganjaran hukuman yang harus diterima.

“Padahal, dalam UU narkotika ini masih dikenal istilah gramasi (bobot/berat). Bisa dibayangkan, kalau ada tanaman setinggi 5 sentimeter dan 5 meter dianggap sama, ini merugikan klien kami. Antara ganja bobot 5 gram dengan 1 kilogram, nanti bisa dianggap sama. Ini tentu berpengaruh pada hukuman yang diterima,” kata Singgih.

Dia mencontohkan, perkara Fidelis penanam pohon ganja untuk istrinya yang sakit di Kalimantan yang hanya dituntut 5 bulan dari jaksa dan divonis 8 bulan. Padahal, bila kliennya dikategorikan sebagai penanam, maka telah terjadi disparitas (perbedaan) hukuman.

“Dalam UU narkotika, tidak dikenal bibit tanaman, yang ada pohon. Berapa pun tingginya, disebut pohon. Padahal, tafsir frasa pohon sendiri menurut situs yang saya temukan di website Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta berbunyi, tumbuhan yang punya  akar,  lbatang, dan tajuk yang jelas, dengan  tinggi minimum 5 meter,” kata Singgih.

Singgih berharap, MK mengabulkan permohonannya. Jika dikabulkan, dia akan menjadikan putusan MK itu sebagai bukti baru atau novum sebagai dasar pengajuan Peninjauan Kembali (PK) atas perkara kliennya.

“Klien kami hanya minta keadilan yang sama di mata hukum. Jangan sampai kasusnya sama, tapi hukumannya bisa berbeda,” katanya.

Perlu diketahui, Dino duduk sebagai pesakitan karena didakwa menanam 27 pohon ganja secara organik di rumah kontrakannya di Surabaya, Jawa Timur, beberapa bulan lalu.

Tinggi pohon yang ia tanam rata-rata 3-40 sentimeter. Ia didakwa dengan Pasal 114 Ayat (2) UU Narkotika dengan tuntutan sembilan tahun penjara. (ss)

Tag :

Berita Terbaru

Tanamkan Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Dini, Satgas Pre emptif Operasi Patuh Marano 2026 Sambangi SD Inpres Karema

Tanamkan Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Dini, Satgas Pre emptif Operasi Patuh Marano 2026 Sambangi SD Inpres Karema

Kamis, 05 Nov 2026 09:46 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 09:46 WIB

POLDA SULBAR- Membangun budaya tertib berlalu lintas tidak dapat dimulai saat sudah menjadi pengendara saja, melainkan harus ditanamkan sejak usia sekolah…

Gerak Cepat Biddokkes Polda Sulbar Bantu Penanganan Medis Korban Kebakaran di Jalan Mangga Mamuju 

Gerak Cepat Biddokkes Polda Sulbar Bantu Penanganan Medis Korban Kebakaran di Jalan Mangga Mamuju 

Rabu, 04 Nov 2026 19:49 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 19:49 WIB

POLDA SULBAR – Menanggapi musibah kebakaran yang melanda kawasan pemukiman warga di Mamuju, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulbar bergerak c…

Kunjungan Dadakan Kapolda Sulbar Cek Satker, Progres Renovasi Masjid dan Koperasi Polda serta Dorong Konten Bermanfaat

Kunjungan Dadakan Kapolda Sulbar Cek Satker, Progres Renovasi Masjid dan Koperasi Polda serta Dorong Konten Bermanfaat

Rabu, 04 Nov 2026 13:43 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 13:43 WIB

POLDA SULBAR  - Untuk memastikan seluruh personel bekerja secara efektif dan maksimal selama jam dinas, Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto didampingi p…

Kapolda Sulbar Berikan Wejangan untuk Polwan, Peduli Kebersihan hingga Bijak Bermedsos

Kapolda Sulbar Berikan Wejangan untuk Polwan, Peduli Kebersihan hingga Bijak Bermedsos

Rabu, 04 Nov 2026 13:13 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 13:13 WIB

POLDA SULBAR – Kapolda, Irjen Pol Totok Suharyanto, memberikan wejangan khusus kepada 119 personel Polisi Wanita (Polwan) di lingkungan Polda Sulbar. D…

Ungguli Daerah Lain, Pemkab Ponorogo Masuk Tiga Besar Penyelenggaraan Nama Rupabumi Se-Jatim

Ungguli Daerah Lain, Pemkab Ponorogo Masuk Tiga Besar Penyelenggaraan Nama Rupabumi Se-Jatim

Rabu, 04 Nov 2026 10:55 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 10:55 WIB

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mengukir prestasi bangga di tingkat provinsi. Ponorogo berhasil bertengger dalam jajaran tiga besar P…

Wali Kota Eri Minta Warga Surabaya Ikut Awasi Bangunan yang Berpotensi Membahayakan

Wali Kota Eri Minta Warga Surabaya Ikut Awasi Bangunan yang Berpotensi Membahayakan

Rabu, 04 Nov 2026 10:35 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 10:35 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajak masyarakat turut mengawasi keberadaan bangunan usaha maupun tempat tinggal di lingkungan masing-masing. Warga…

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Diskotek, Pengelola Wajib Sediakan Fasilitas Penanganan Pengunjung Mabuk

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Diskotek, Pengelola Wajib Sediakan Fasilitas Penanganan Pengunjung Mabuk

Rabu, 04 Nov 2026 10:33 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 10:33 WIB

SURABAYA-  Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan terhadap tempat Rekreasi dan Hiburan Umum (RHU), khususnya diskotek dan klub malam. …

Arahan Kapolda Sulbar Jelang Penutupan Operasi Patuh 2026, Utamakan Tiga Pendekatan dan Jangan Arogan

Arahan Kapolda Sulbar Jelang Penutupan Operasi Patuh 2026, Utamakan Tiga Pendekatan dan Jangan Arogan

Rabu, 04 Nov 2026 09:53 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 09:53 WIB

POLDA SULBAR- Menjelang hari terakhir pelaksanaan Operasi Patuh 2026, Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto memberikan arahan penting kepada seluruh…

109 Personel Polda Sulbar, Makin Perkuat Garis Depan Pelayanan di Polres Jajaran

109 Personel Polda Sulbar, Makin Perkuat Garis Depan Pelayanan di Polres Jajaran

Rabu, 04 Nov 2026 09:45 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 09:45 WIB

POLDA SULBAR- Kepolisan Daerah Sulawesi Barat kembali melakukan penguatan personel di tingkat Polres dan Polsek melalui mutasi susulan yang diterbitkan oleh…

Ketua DPRD Surabaya Buka Peluang Revisi Perda 1 tahun 2023 terkait Jam Operasional Pasar

Ketua DPRD Surabaya Buka Peluang Revisi Perda 1 tahun 2023 terkait Jam Operasional Pasar

Rabu, 04 Nov 2026 06:11 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 06:11 WIB

SURABAYA – Polemik pembatasan jam operasional Pasar Buah Tanjungsari mulai mengarah pada evaluasi regulasi. Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri alias Kaji I…