Jam Malam Surabaya Aktif, Tim Swab Hunter Beraksi Lagi Sasar Kerumunan

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tim Swab Hunter Kota Surabaya, saat melakukan swab sebagai bentik antisipasi penyebaran Covid-19.
Tim Swab Hunter Kota Surabaya, saat melakukan swab sebagai bentik antisipasi penyebaran Covid-19.

i

BACASAJA.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal mengetakan lagi penerapa jam malam di Kota Surabaya.

Penerapan jam malam ini tidak hanya hasil dari lonjakan kasus Covid - 19 di Kota Surabaya, akibat dari temuan kasus positif dari penyekatan dan screaning di kaki Jembatan Suramadu.

Tapi juga menjadi langkah antisipasi Pemkot Surabaya sebagai upaya menekan jumlah kasus positif Covid - 19 yang terus naik.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto menyebut, jika penerapan jam malam ini sudah sesuai dengan Peraturan Wali Kota Surabaya.

"Jam malam sesuai Perwali no 67, yakni pembatasan kegiatan pada malam hari, sampai pukul 22.00," ujar Irvan usai di konfirmasi, Rabu 15 Juni 2021.

Sementara itu, saat ditanya mengenai efektifitas dari penerapan jam malam, Irvan mengaku jika segala upaya teris dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid - 19.

"Segala upaya harus kita lakukan untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran virus Covid - 19," terangnya.

Namun, pria yang juga menjabat sebagai Kepala BPB dan Linmas Surabaya tak memungkiri jika muncul dampak akibat penerapan jam malam ini.

Dia menyampaikan jika ada keluhan dari masyarakat, utamanya dari kelompok para pemilik warung kapi.

"Ada sebagian dari kelompok pengusaha warung kopi (Warkop). Tapi secara keseluruhan memahami karena ini untuk kepentingan bersama," jelasnya.

Disisi lain, saat disinggung mengenai peran tim swab hunter, apakah mereka juga akan menyasar kerumunan pada malam hari, Irvan menyebut, bila akan dilakukan.

"Siap nanti malam," tegasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyinggung penerapan jam malam di Surabaya.

Menurutnya, berdasarkan keputusan bersama dengan Kapolres dan Danrem, PPKM Mikro dan juga jam malam harus tetap dijalankan.

Hal ini dilakukan untuk menekan angka kerumunan dan mengantisipasi lonjakan kasus Covid - 19 di Kota Surabaya.

“Ketika Pak Kapolres dan Bu Kapolres serta Danrem memberikan arahan tidak boleh (aktivitas jam malam), ya kami di pemkot juga mengatakan tidak boleh, karena kita tetap satu suara. Kami menjadi satu bagian yang tidak bisa dipisahkan,” ujarnya, Selasa 15 Juni 2021 kemarin.

Eri meminta tolong dan mengingatkan kepada warga Surabaya untuk terus menjaga protokol kesehatan.

Bahkan, dia juga meminta, agar masyarakat tak meremehkan Covid-19 ini meskipun sudah selesai divaksin.

“Saya nyuwun tulung kepada warga, ayo kita jaga bareng-bareng kota kita ini, selalu dijaga protokol kesehatannya. Saya juga minta tolong kepada teman-teman (media) untuk selalu mengingatkan dan menginformasikan supaya warga selalu menjaga prokes,” tandas Eri. (byta)

Berita Terbaru

Perkuat Pondasi Moral dan Disiplin, Polda Sulbar Konsisten Gelar Pembinaan Rohani Demi Pelayanan Humanis

Perkuat Pondasi Moral dan Disiplin, Polda Sulbar Konsisten Gelar Pembinaan Rohani Demi Pelayanan Humanis

Kamis, 23 Jul 2026 09:28 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 09:28 WIB

POLDA SULBAR- Memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kepercayaan masyarakat tak hanya bermodal kekuatan fisik maupun keterampilan tugas, melainkan juga…

KPK Temukan Indikasi Pengondisian Audit BPK di Daerah Lain

KPK Temukan Indikasi Pengondisian Audit BPK di Daerah Lain

Rabu, 22 Jul 2026 16:30 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 16:30 WIB

JAKARTA– KPK menemukan indikasi pengondisian hasil audit BPK di daerah lain saat mengusut dugaan suap audit Pemkab Muara Enim. Temuan tersebut diperoleh p…

Ditlantas Polda Sulbar Uji Coba Aplikasi E‑Teguran, Langkah Awal Digitalisasi Pembinaan

Ditlantas Polda Sulbar Uji Coba Aplikasi E‑Teguran, Langkah Awal Digitalisasi Pembinaan

Rabu, 22 Jul 2026 15:16 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 15:16 WIB

POLDA SULBAR- Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat melaksanakan uji coba penerapan aplikasi E‑Teguran di depan Gedung BPKB Mamuju, Rabu (2…

Resmi! Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Importasi PT Blueray

Resmi! Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Importasi PT Blueray

Rabu, 22 Jul 2026 15:01 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 15:01 WIB

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan seorang pejabat Bea Cukai sebagai tersangka baru dalam pengembangan perkara dugaan suap importasi barang. P…

SILPA APBD Surabaya Rp516,826 Miliar, Anggota DPRD dari Nasdem ini Malah Curiga, Ada Apa?

SILPA APBD Surabaya Rp516,826 Miliar, Anggota DPRD dari Nasdem ini Malah Curiga, Ada Apa?

Rabu, 22 Jul 2026 14:54 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 14:54 WIB

SURABAYA- Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya, Imam Syafi'i, menyoroti perencanaan pembiayaan APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2025 usai mengikuti…

Pengendara Vario dan Pejalan Kaki Tewas Dihantam Truk Rem Blong di Jombang, Ini Kronologinya

Pengendara Vario dan Pejalan Kaki Tewas Dihantam Truk Rem Blong di Jombang, Ini Kronologinya

Rabu, 22 Jul 2026 14:48 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 14:48 WIB

JOMBANG- Kecelakaan maut terjadi di depan pabrik sepatu PT Pei Hai, Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Selasa (22/7/2026) sekitar pukul 06.30…