Pemkab Kebut Pembersihan Jalan Terputus Akibat Longsor

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ekskavator yang diterjunkan untuk membersihkan material longsor
Ekskavator yang diterjunkan untuk membersihkan material longsor

i

BACASAJA.ID- Pemkab Tulungagung terus kebut pembersihan jalan yang terputus material longsor.

Pembersihan dilakukan dengan mengerahkan alat berat jenis escavator di ruas jalan yang tertimbun longsor, seperti di Desa Nglurup Kecamatan Sendang.

Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Tulungagung, Soeroto menjelaskan pembersihan ini ditargetkan selesai dalam 3 hari.

“Karena material longsor tebal dan panjang, maka perlu alat berat untuk pembersihannya,” katanya.

Akses jalan yang tertimbun longsor berada di dua titik di Desa Nglurup dan satu titik di Desa Kedoyo yang juga terdapat akses jalan putus karena tertutup material longsor.

Akibat tertimbunnya jalan ini, ratusan keluarga di Desa Nglurup terisolir. 2 alat berat diterjunkan dan dibagi di titik jalan yang tertimbun material longsor.

Pembersihan tiga akses jalan tersebut, kata pria ramah ini di prediksi selesai dua hingga tiga hari kedepan. Ini karena material longsor yang menutup badan jalan tersebut cukup luas.

Seperti akses jalan desa penghubung Dusun Genceng dengan Dusun Pokolimo atau arah wisata jurang senggani itu tertimbun hingga sepanjang 30 meter dengan ketebalan 1-2 meter.

“Secepatnya kita selesaikan. Karena menyewa alat itu juga mahal. Bisa sampai Rp 7 juta perhari,” terangnya.

Sembari membersihkan jalan yang longsor, pihaknya juga memberikan bantuan sembako dan material berupa genteng, asbes, pasir dan batu bata. Bantuan itu untuk memperbaiki kerusakan ringan rumah warga yang terkena dampak longsor.

Berdasarkan datanya ada 12 rumah di Kecamatan Sendang dan Pagerwojo yang alami kerusakan kategori ringan, sedang dan berat.

“Sementara datanya itu, dimungkinkan bisa bertambah karena beberapa kepala desa belum melaporkan,” tandasnya.

Sementara itu pengelola tempat wisata Jurang Senggani di Kecamatan Sendang, Supadi mengatakan untuk sementara akses menuju Jurang Senggani dialihkan menjadi 1 jalur, melalui jalur keluar.

Jalur masuk ke Jurang Senggani tertimbun longsor sehingga mustahil untuk dilewati kendaraan. “Jalur masuk kita jadikan 1 dengan jalur keluar,” jelas Supadi.

Tempat wisata ini tak terpengaruh dengan bencana longsor yang terjadi. Tempat wisata tetap buka seperti biasanya. Terpisah, warga Dusun Selogiri Desa Penjor Kecamatan Pagerwojo harus memutar sejauh 3 kilometer, lantaran jalan penghubungnya terputus.

Jalan putus ini menghubungkan antara Penjor dengan Gambiran. Jalan putus sepanjang 15 meter. Menurut warga, Jemu jalan ini dibangun sekitar 3 tahun lalu.

“Untuk sementara diperbaiki oleh warga, asalkan bisa untuk lewat,” ujar Jemu.

Jalan selebar 4 meter ini sementara waktu hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Warga juga mempertanyakan kualitas jalan yang dibangun.

Sebab secara kasat mata, kualitas campuran semen dan pasir dianggap terlalu minim. Saat longsor terjadi, campuran semen dan pasir ini langsung hancur saat diremas menggunakan tangan.

Dikabarkan sebelumnya, bencana longsor terjadi di Kecamatan Sendang dan Pagerwojo pada Kamis (17/6/21) dinihari. Longsor disebabkan oleh tingginya curah hujan pada Rabu malam hingga Kamis dini hari (Noyo/JP).

Berita Terbaru

Polantas Sulbar, Samsat dan Jasa Raharja Edukasi Kepatuhan Pajak Kendaraan, Taat Pajak Dapat Coklat dari Petugas

Polantas Sulbar, Samsat dan Jasa Raharja Edukasi Kepatuhan Pajak Kendaraan, Taat Pajak Dapat Coklat dari Petugas

Kamis, 22 Okt 2026 09:26 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 09:26 WIB

POLDA SULBAR- Terlihat pemandangan berbeda dari kegiatan operasi pemeriksaan kendaraan yang dilakukan Polantas Polda Sulbar bersama Samsat dan Jasa Raharja…

Tanah Diklaim BBWS, Air Bersih Terkendala, Anggota DPRD Josiah Michael Soroti Nasib Warga Warugunung

Tanah Diklaim BBWS, Air Bersih Terkendala, Anggota DPRD Josiah Michael Soroti Nasib Warga Warugunung

Kamis, 22 Okt 2026 09:22 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 09:22 WIB

SURABAYA – Persoalan status tanah dan sulitnya akses air bersih menjadi keluhan warga Warugunung, Kota Surabaya. Selain mempertanyakan lahan yang diklaim masuk …

Dua Tahun Prabowo, Politisi Gerindra Ini Dorong Birokrasi Surabaya Lebih Responsif dan Berintegritas

Dua Tahun Prabowo, Politisi Gerindra Ini Dorong Birokrasi Surabaya Lebih Responsif dan Berintegritas

Rabu, 21 Okt 2026 14:43 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:43 WIB

SURABAYA – Dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi momentum untuk memperkuat kepastian hukum sekaligus mendorong reformasi birokrasi d…

Pastikan Kesiapan Sarana Dinas, Biro Logistik Polda Sulbar Supervisi ke Polres Majene

Pastikan Kesiapan Sarana Dinas, Biro Logistik Polda Sulbar Supervisi ke Polres Majene

Rabu, 21 Okt 2026 14:24 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:24 WIB

MAJENE – Memastikan pengelolaan perlengkapan dinas berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan menjadi fokus Tim Bidang Logistik Tahun Anggaran 2026 dari Biro L…

Wakapolda Sulbar Pimpin Anev Penguatan Program Prioritas Kapolri

Wakapolda Sulbar Pimpin Anev Penguatan Program Prioritas Kapolri

Rabu, 21 Okt 2026 14:22 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:22 WIB

POLDA SULBAR- Wakapolda Sulbar, Brigjen Pol Hari Santoso, memimpin langsung rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) penguatan program prioritas Kapolri di Polda…

Kapolda Sulbar dan Pengadilan Tinggi Sulbar Komitmen Tingkatkan Penegakan Hukum

Kapolda Sulbar dan Pengadilan Tinggi Sulbar Komitmen Tingkatkan Penegakan Hukum

Rabu, 21 Okt 2026 14:20 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:20 WIB

POLDA SULBAR - Memperkuat fondasi penegakan hukum yang bermartabat di wilayah Sulawesi Barat, Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto terus mempererat…