Akibat Penggundulan Hutan, 90 Persen Mata Air Tulungagung Hilang

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Forum Komunitas Hijau Tulungagung, Karsi Nero.
Ketua Forum Komunitas Hijau Tulungagung, Karsi Nero.

i

BACASAJA.ID- Dalam kehidupan sehari-hari kita tak pernah lepas dari air. Benda cair ini juga dikenal dengan sumber penghidupan selain makanan.

Masyarakat biasanya mendapatkan air dari mata air. Namun bagaimana jika mata air sudah rusak atau kering. Maka yang terjadi adalah bencana.

Ketua Forum Komunitas Hijau (FKH) Kabupaten Tulungagung, Narsi Nero ungkapan jika 90 persen mata air di Tulungagung rusak sejak tahun 1999. Dari datanya mata air yang ada hanya kurang dari 200 mata air.

“Tahun 1999 itu ada sekitar 2 ribuan mata air, lalu pada 2018, hanya tinggal 200 an mata air,” ujar pria yang akrab disapa Karsi tersebut selepas memperingati hari lingkungan hidup di DAM Kleben, Rabu (30/6/21).

Disinggung penyebab rusaknya mata air ini, Karsi menjelaskan mata air rusak karena ulah manusia.

Salah satunya adalah penggundulan hutan di wilayah yang ada mata airnya. Pepohonan sebagai penyimpan air habis dibabat sehingga tak ada yang menyimpan air tanah. Lantaran tak ada air tanah, mata air menjadi kering.

“Karena rata-rata sumber mata air di Tulungagung itu berada di hutan,” jelas pria berambut gondrong ini.

Dirinya menyebut dulu biasanya di sekitar mata air di wilayah pedesaan banyak terdapat pohon besar sebagai penyimpan air. Karena kebutuhan kayu yang tinggi, pohon besar pelindung mata air ditebang.

“(Kayunya) dibawa ke Bali, otomatis mata air hilang,” katanya.

Karsi mengatakan, imbas mengeringnya mata air ini akibatkan sejumlah wilayah alami kekeringan dan kesulitan air saat musim kemarau. Terlebih wilayah yang dulunya berupa hutan lebat.

Pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Tulungagung harus menyuplai air bersih ke wilayah yang kesulitan air saat kemarau. Karsi menganggap hal itu bukanlah solusi dalam mengatasi krisis air bersih.

“Jangka panjang penyelesaiannya kita harus merestorasi mata air,” tegasnya.

Restorasi yang dilakukan dengan menanami kembali pepohonan di sekitar tempat yang pernah ada mata airnya.

Karsi menyebut, wilayah yang paling banyak alami kerusakan mata air berada di wilayah selatan Tulungagung, seperti Kecamatan Tanggunggunung, Besuki, Pucanglaban dan Kalidawir.

Pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Pemkab Tulungagung untuk melakukan perbaikan pada mata air yang rusak.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tulungagung, Santoso tak menampik adanya kerusakan mata air di Tulungagung. Pihaknya sudah menerima laporan kerusakan ribuan mata air itu.

“Akan kita tindak lanjuti untuk merestorasi mata air yang hilang,” kata Santoso.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan penanaman pohon disekitar mata air. Tahun ini saja pihaknya berencana menanam sekitar 150 ribu pohon.

“Salah satunya itu, menanam pohon,” katanya.

Sedang untuk melindungi mata air yang tersisa, Santoso mengajak pegiat lingkungan dan masyarakat untuk bersama menjaga kelestarian lingkungan.

“Jangan sampai mata air yang tersisa itu hilang,” pungkasnya. (Noyo/JP).

Berita Terbaru

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

JAKARTA– KPK mengisyaratkan peluang mengembangkan penyidikan dugaan suap pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas di Kementerian Kehutanan (…

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Oleh: Lujeng Lutvia, S.Pd, Gr  Di tengah berbagai tantangan penyelenggaraan pendidikan inklusif di Indonesia, SMP Negeri 3 Probolinggo menunjukkan bahwa …

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

SURABAYA- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa penarikan iuran atau …

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

JAKARTA- Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni berpeluang ditetapkan sebagai tersangka apabila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti adanya…

Perkuat Patroli Malam, Komitmen Ditlantas Polda Sulbar Jaga Kamseltibcarlantas Sepenuh Hati

Perkuat Patroli Malam, Komitmen Ditlantas Polda Sulbar Jaga Kamseltibcarlantas Sepenuh Hati

Selasa, 21 Jul 2026 10:04 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 10:04 WIB

POLDA SULBAR- Menegaskan komitmen nyata menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Direktorat Lalu Lintas …

Korupsi Pembiayaan Batu Bara Rp38,9 Miliar, Bos PT PPA dan PT Bintang Abadi Sampurna Resmi Tersangka

Korupsi Pembiayaan Batu Bara Rp38,9 Miliar, Bos PT PPA dan PT Bintang Abadi Sampurna Resmi Tersangka

Senin, 20 Jul 2026 20:05 WIB

Senin, 20 Jul 2026 20:05 WIB

JAKARTA– Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri menetapkan tiga tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian f…