Hidup Sebatang Kara, Kakek Usia 72 Tahun Ini Berharap Dirawat di Liponsos Surabaya

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ismail (kanan) saat ditemui di kos tempat tinggalnya.
Ismail (kanan) saat ditemui di kos tempat tinggalnya.

i

BACASAJA.ID - Pada usia yang menyentuh 72 tahun, Ismail, warga Asemrowo, nampak berserah akan hidupnya. Hari tuanya, dihabiskan sendirian di kos-kosan kecil di Jalan Tambak Pring Barat I no 46, RT3/RW8, Asemrowo, Surabaya.

Sebelumnya, Ismail hidup berdua dengan sang istri. Namun belum lama ini, tepatnya 27 Juli 2021, istrinya meninggal dunia karena Covid-19. Dimakamkan di TPU Keputih.

"Kadang pagi saya jalan-jalan di kampung. Sekadar cari udara segar. Alhamdulillah kaki masih kuat, mas. Hanya napas kadang terasa sesak dan berat. Kalau siang ya duduk-duduk di dalam kamar saja," ujar Ismail, Jumat (13/8/2021).

Tidak ada televisi di kamar berukuran 3x4 yang disewa hasil sumbangan sukarela warga. Sedang kebutuhan makan, Ismail mendapat bantuan permakanan dari kecamatan, 2 kotak nasi yang diantar saat pagi. Lalu 1 kotak lagi saat sore hari.

"Kadang ada tetangga yang datang memberi saya air, buah, dan sebagainya. Saya sangat berterima kasih, warga sekitar sangat peduli. Bahkan saat istri saya meninggal, 7 harinya sempat digelarkan selametan (tradisi jawa kirim doa untuk orang meninggal, red) sama warga," ungkapnya.

Sambil mengusap air matanya, Ismail mengaku memiliki anak berjumlah 6 orang. 4 perempuan dan 2 orang laki-laki. Namun kedua anak laki-lakinya sudah lama meninggal dunia.

Sedang anak perempuannya sudah berkeluarga semua. Hidup terpisah dan jauh darinya. Ada yang di Jember, Palembang, dan Jakarta.

"Anak-anak saya sudah coba dihubungi, dibantu oleh warga beberapa kali tapi tetap tidak terhubung. Sudah lama tidak ketemu. Terakhir tahun 2012 saat menghadiri nikahan anak saya yang bungsu. Sampai sekarang belum pernah ketemu lagi," bebernya.

Sayangnya, Ismail bercerita, kalau dia sudah tidak dianggap lagi oleh anak-anaknya. Dia dicap sebagai bapak tiri. Padahal Ismail merasa dialah bapak kandung dari anak-anaknya. Meski demikian, Ismail tidak mempermasalahkan. Dia hanya ingin berdamai dengan masa tuanya.

"Kalau ada tempat yang mau menampung dan merawat saya, saya alhamdulillah akan sangat bersyukur. Karena di Surabaya ini saya tidak punya saudara. Usia saya sudah tua, sulit bekerja, sudah tidak kuat ngamen seperti sebelumnya," ungkapnya.

Ismail menambahkan bahwa sudah ada rencana dia akan dibawa ke Liponsos. Namun belum terealisasi. Kabar itu didapatkan setelah dia mendapat perawatan di RS Lapangan Tembak karena terpapar Covid-19. Usai sembuh dan pulang ke kos-kosan, Ismail masih menunggu rencana itu.

"Andai benar seperti itu saya tidak menolak. Tak perlu menunggu 40 hari istri saya. Barangkali di sana saya ada teman bicara. Barangkali di tempat baru itu bisa saya habiskan dengan memohon ampun. Umur saya ini sangat dekat dengan kematian, saya hanya ingin diberi sisa umur yang cukup untuk bertaubat," ungkap Ismail sambil menitikan air mata.

Sementara itu, Ketua LPMK Asemrowo Moch Widodo mengatakan, pihaknya prihatin dengan keadaan Ismail, warga Asemrowo yang bermukim sejak tahun 2000 itu.

Selanjutnya dia akan meneruskan ke Kecamatan Asemrowo. Sehingga bisa segera ditindaklanjuti.

"Saya berempati. Siapa yang sanggup hidup sendirian di usia yang sudah tidak muda lagi. Apalagi belum lama ditinggal istri. Beliau selayaknya dibawa ke liponsos, karena di sana juga sebagai tempat dengan fasilitas penunjang untuk lansia," pungkas Widodo. (byta/rg4)

Berita Terbaru

Lutfiyah: Hari Anak Nasional Momentum Perkuat Surabaya Kota Layak Anak

Lutfiyah: Hari Anak Nasional Momentum Perkuat Surabaya Kota Layak Anak

Kamis, 23 Jul 2026 16:24 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 16:24 WIB

SURABAYA – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak. Hal itu disampaikan …

Wakapolda Sulbar Cek Alat Khusus Ditintelkam: Dorong Transformasi Pelayanan Berbasis Teknologi Informasi

Wakapolda Sulbar Cek Alat Khusus Ditintelkam: Dorong Transformasi Pelayanan Berbasis Teknologi Informasi

Kamis, 23 Jul 2026 13:38 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:38 WIB

Cek Peralatan Khusus Ditintelkam, Wakapolda Tekankan Pentingnya Transformasi Pelayanan Berbasis IT…

Sinergi Polantas Sulbar dan Babinsa: Bersama Wujudkan Generasi Muda yang Tertib dan Aman di Jalan Raya

Sinergi Polantas Sulbar dan Babinsa: Bersama Wujudkan Generasi Muda yang Tertib dan Aman di Jalan Raya

Kamis, 23 Jul 2026 13:26 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:26 WIB

POLDA SULBAR - Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban lalu lintas yang berkelanjutan, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat kali ini menjalin sinergi …

Dukung Revitalisasi, Karaton Surakarta dan Damkar Bersihkan Sarang Tawon Vespa

Dukung Revitalisasi, Karaton Surakarta dan Damkar Bersihkan Sarang Tawon Vespa

Kamis, 23 Jul 2026 13:20 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:20 WIB

Karaton Surakarta menggandeng Damkar Solo untuk mengevakuasi sarang tawon vespa demi keselamatan pekerja revitalisasi, abdi dalem, dan wisatawan.…

Perkuat Pondasi Moral dan Disiplin, Polda Sulbar Konsisten Gelar Pembinaan Rohani Demi Pelayanan Humanis

Perkuat Pondasi Moral dan Disiplin, Polda Sulbar Konsisten Gelar Pembinaan Rohani Demi Pelayanan Humanis

Kamis, 23 Jul 2026 09:28 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 09:28 WIB

POLDA SULBAR- Memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kepercayaan masyarakat tak hanya bermodal kekuatan fisik maupun keterampilan tugas, melainkan juga…

Lapor ke Cak Eri Bongkar Dugaan Pungli SWK Kalijudan

Lapor ke Cak Eri Bongkar Dugaan Pungli SWK Kalijudan

Kamis, 23 Jul 2026 07:22 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 07:22 WIB

SURABAYA - Laporan masyarakat melalui hotline "Lapor Cak Eri" berhasil membongkar dugaan pungutan liar (pungli) terhadap calon pedagang di Sentra Wisata…