Hamka Haq: Tugas PDI Perjuangan untuk Mengawal Pancasila

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua DPP PDI Perjuangan Hamka Haq.
Ketua DPP PDI Perjuangan Hamka Haq.

i

BACASAJA.ID - Ketua DPP PDI Perjuangan, Hamka Haq menyebutkan bahwa peristiwa perebutan kekuasaan pemerintahan oleh Taliban di Afghanistan memiliki potensi untuk mempengaruhi gerakan dan taktis kelompok radikal di Indonesia.

Dia menjelaskan, secara historis konflik di Afghanistan telah terjadi sebagai akibat dari perang dingin perebutan kekuasaan dan pengaruh dari dua kekuatan dunia masa itu, antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

"Jadi sebenarnya mujahidin awalnua itu dibantu Amerika untuk berperang dengan Soviet. Itu pada awalnya dibantu oleh Amerika, namun dalam faksi-faksi islam ini terjadi konflik antara Mujahidin ini dengan Taliban," terang Hamka Haq dalam kegiatan Webinar yang bertajuk Dampak Perubahan Politik Afganistan Terhadap Ketahanan Ideologi Indonesi yang diselenggarakan oleh Badiklatda DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, akhir pekan lalu.

Hadir juga sebagai Panelis pengamat geostraregis Dr. Conie Rahakundini Bakrie,kegiatan dibuka oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari Bisowarno,acara dipadu oleh Yordan Batara Goa,diikuti oleh 500 lebih peserta dari para kader dan masyarakat umum. Hadir juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim yg juga kepala Badiklat Daniel Rohi

Konflik yang terjadi di Afganistan kemudian menarik masuknya aktor-aktor baru seperti kelompok radikal seperti Al-Qaeda dan Islamic States of Iraq and Syria (ISIS).

Belajar dari peristiwa yang terjadi di Afganistan, Hamka Haq berpandangan pengaruh ideologi radikal kanan juga tengah berupaya menghegemoni pandangan masyarakat Indonesia.

"Mereka menganggap bid'ah seluruh apa yang tidak pernah dilaksanakan oleh Rasul, sehingga harus diberantas semua. Kemudian juga memandang pemerintah itu adalah pemerintah yang thogut yang harus ditumbangkan, jadi ini yang menjadi ciri dari radikalisme," ungkapnya.

Hamka Haq mengingatkan, walaupun secara landasan hukum, berbagai ormas radikal sudah ditetapkan sebagai organisasi terlarang. Tapi organ-organ organisasi terlarang tersebut masih memiliki anggota yang terus beraktivitas dan menyebarkan paham-paham radikal setiap hari.

"Meskipun organisasinya sudah dibubarkan tapi orang-orangnya masih hidup. Ini yang harus kita waspadai dari pendidikan dan keseharian masyarakat. Ini tugas PDI Perjuangan untuk mengawal Pancasila bersama-sama dengan NU dan Muhammadiyah," imbuhnya.

Tugas kepada kader-kader PDI Perjuangan yang ada di Jawa Timur bahkan seluruh Indonesia adalah benar-benar melindungi masyarakat disekitar kita dari paparan ideologi radikal yang bertujuan untuk menumbangkan pemerintah melalui cara-cara inkonstitusional.

Pencegahan melalui pendekatan secara personal serta memberikan pengawasan terhadap infiltrasi kelompok-kelompok radikal di tengah masyarakat harus benar-benar diperhatikan.

"Teroris itu maunya menumbangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui gerakan bersenjata. Organisasi radikal tersebut, bertransformasi menjadi gerakan teroris itu adalah biologinya sama dengan Taliban," tandasnya. (*/RG4)

Berita Terbaru

Angkat Isu Jaminan Fidusia, Dosen UIN Alauddin Makassar dan Anggota Polri Polda Sulbar Siapkan Buku Hukum Pidana

Angkat Isu Jaminan Fidusia, Dosen UIN Alauddin Makassar dan Anggota Polri Polda Sulbar Siapkan Buku Hukum Pidana

Rabu, 21 Okt 2026 10:04 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 10:04 WIB

MAMUJU— Semangat Polisi Peduli Pendidikan diwujudkan melalui kolaborasi di bidang akademik. Tri Suhendra Arbani, S.H., M.H., dosen Universitas Islam Negeri (…

Kabid Humas Polda Sulbar Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan Online, Kenali Ciri-cirinya!

Kabid Humas Polda Sulbar Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan Online, Kenali Ciri-cirinya!

Rabu, 21 Okt 2026 09:50 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 09:50 WIB

POLDA SULBAR– Merespons fenomena kejahatan siber dengan modus penipuan online yang mengintai siapa saja di dunia digital. Polda Sulbar menerbitkan panduan e…

Profil Kombes Pol Dr Rofiq Ripto Himawan, Akpol 2001, Dirreskrimsus Polda Jatim

Profil Kombes Pol Dr Rofiq Ripto Himawan, Akpol 2001, Dirreskrimsus Polda Jatim

Rabu, 21 Okt 2026 09:39 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 09:39 WIB

SURABAYA-  Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. resmi menjabat Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jawa Timur. Kapolda …

Polres Sampang Gelar Doa Kebangsaan di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Polres Sampang Gelar Doa Kebangsaan di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Rabu, 21 Okt 2026 09:37 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 09:37 WIB

SAMPANG- Polres Sampang menggelar doa kebangsaan bersama untuk memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran…

Dua Tahun Prabowo, Rabbanny Al Yunyfar Tekankan Infrastruktur Harus Berdampak Nyata bagi Rakyat

Dua Tahun Prabowo, Rabbanny Al Yunyfar Tekankan Infrastruktur Harus Berdampak Nyata bagi Rakyat

Rabu, 21 Okt 2026 06:30 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 06:30 WIB

SURABAYA – Pemerataan pembangunan dan manfaat nyata bagi masyarakat menjadi perhatian anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Gerindra, Rabbanny Al Y…

Dua Tahun Kepimpinan Presiden Prabowo, Ketua Fraksi Gerindra Apresiasi Manfaat Nyata Program bagi Warga Surabaya

Dua Tahun Kepimpinan Presiden Prabowo, Ketua Fraksi Gerindra Apresiasi Manfaat Nyata Program bagi Warga Surabaya

Rabu, 21 Okt 2026 06:28 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 06:28 WIB

SURABAYA – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati, menyoroti pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto s…