Wakil Ketua Komisi B Berharap Digitalisasi di Pasar Tradisional Bisa Bangkitkan Pertumbuhan Ekonomi

Redaksi


Wakil Ketua Komisi B Berharap Digitalisasi di Pasar Tradisional Bisa Bangkitkan Pertumbuhan Ekonomi

Wakil Ketua Komis B DPRD Kota Surabaya Anas Karno.

BACASAJA.ID - Wakil Ketua Komis B DPRD Kota Surabaya Anas Karno berharap digitalisasi di pasar tradisional bisa membangkitkan pertumbuhan ekonomi. Hal ini dilatarbelakangi oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji yang memasang wifi di pasar Gunung Anyar pada bulan September 2021 lalu.

Menurut Anas Karno, semangat pemulihan ekonomi yang digelorakan oleh Pemkot Surabaya membutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk dapat menjamin kesejahteraan warganya.

“Bentuk digitalisasi pasar tradisional tersebut memasang akses wifi gratis di pasar tradisional juga bisa menggandeng tiga aplikator seperti Gojek, Grab Shopee,” ujar Anas Karno pada Selasa, (5/10/2021).

Selain itu, Anas Karno mengatakan, bahwa platform digital untuk pasar tradisional harus didesain sedemikian rupa sehingga menghadirkan pengalaman mendekati

“Seperti berbelanja langsung di pasar bagi para konsumen, khususnya ibu-ibu rumah tangga. Melihat, memilih dan menawar barang secara langsung melalui video dan suara sangat penting dihadirkan dalam dalam platform digital pasar tradisional. Karena itu yang akan menjadi daya tarik platform pasar tradisional,” katanya.

Politisi PDI-P ini juga menjelaskan, bahwa digitalisasi pasar tradisional akan memperluas jangkauan pasar tradisional tetapi masih ditujukan untuk konsumen lokal.

Hal ini khususnya terkait kebutuhan bahan-bahan segar maupun produk lainnya yang perlu diperoleh ibu-ibu rumah tangga tanpa menunggu waktu lama setelah selesai transaksi.

Lanjutnya, Anas mengatakan, bahwa digitalisasi pasar tradisional tradisional tidak dapat berdiri sendiri berupa platform yang menghubungkan pedagang dan konsumen pasar tradisional saja.

Tetapi juga terintegrasi dengan jasa kurir dan logistik dengan aplikasi kurir ojek online yang sudah ada.

“Di sini konsumen memiliki pilihan untuk menentukan jasa kurir apa yang digunakan untuk pengantaran barang belanjaannya.” ujarnya.

“Fungsi platform digital tidak hanya menghubungkan pedagang pasar tradisional dengan konsumen lokal, tetapi juga menciptakan pasar grosir yang mempertemukan para pedagang dengan para pemasok, Platform ini juga dapat berfungsi secara otomatis mencatat setiap transaksi yang dihasilkan para pedagang ke dalam jurnal akuntansi yang mudah mereka pahami,” sambungnya.

Harapannya, dengan cara itu, maka para pedagang dapat melihat dan mengontrol kondisi keuangannya yang sangat diperlukan dalam menjalankan usaha.

“Jika konsep platform digital pasar tradisional ini dapat diimplementasikan, tidak hanya pasar tradisional dapat bertahan di era disrupsi, tetapi kehadirannya akan mendorong lahirnya kegiatan ekonomi dan lapangan kerja baru,” terangnya.

Anas berharap, bahwa ribuan ibu-ibu rumah tangga yang selama ini hampir setiap hari datang ke pasar tradisional akan mentransfer biaya transportasinya secara lebih murah dalam bentuk pendapatan bagi jasa kurir yang terhubung dengan platform tersebut.

“Para pemasok bahan-bahan pangan segar di daerah juga akan lebih mudah memonitor perkembangan harga serta ketersediaan stok di pasar tradisional. Hal ini akan mempermudah ketersediaan pasokan secara lebih cepat dan lebih efisien karena semakin pendeknya jalur distribusi dan transparannya proses terbentuknya harga,” pungkasnya. (BYT/RG4)