Dilabrak karena Tinggal Serumah dengan Istri Orang, Gus Ubet malah Tantang Warga

Redaksi


Dilabrak karena Tinggal Serumah dengan Istri Orang, Gus Ubet malah Tantang Warga

Rumah SL di Perumahan Griya Permata Asri.

BACASAJA.ID - Keributan hampir saja pecah, pasalnya warga Perumahan Griya Permata Asri Tulungagung emosi atas perbuatan seorang pria berinisial SL, yang tinggal di blok D perumahan itu, Senin (11/10/21) malam.

Laki-laki berperawakan kecil yang juga dikenal dengan Gus Ubet ini kedapatan tinggal satu rumah dengan IS, yang masih menjadi istri sah ID asal Trenggalek.

Keributan ini bermula saat ID dan keluarganya mendapati IS berada di rumah SL. Bukanya mengaku bersalah, SL justru bersikap arogan dan menantang orang-orang yang ada.

Dengan angkuh, SL bilang mempunyai 19 mobil dan belasan rumah mahal.

“Itu tidak ada kaitannya dengan masalah ini,” ucap seorang polisi mendengar perkataan SL, saat sedang mediasi.

Warga akhirnya geram dengan keangkuhan SL, apalagi keberadaan SL dianggap mengusik ketenangan lingkungan. Mereka mau SL bersama IS dibawa ke kantor polisi dan masalahnya diselesaikan di sana.

Apalagi keributan di rumah SL terjadi waktu hampir tengah malam, saat warga hendak beristirahat.

Tak hanya warga, keluarga ID yang datang juga tersulut emosinya. Mereka meneriaki SL sambil menantangnya dari luar rumah.

Lantaran kondisi kian memanas, Polisi akhirnya membawa SL dan IS ke Mapolres Tulungagung. IS menggunakan kendaraan sendiri, sementara SL awalnya hendak mengendarai mobilnya. Namun karena kemarahan warga dan kerabat ID, SL akhirnya dibawa menggunakan mobil Polisi.

“Enak saja naik mobil sendiri, masuk mobil polisi,” melihat amarah warga, SL pun menurut dan masuk ke mobil patroli polisi jenis sedan.

Bahkan SL harus dikawal 2 polisi untuk menghindari warga yang terus merangsek. Sikap arogan SL seketika sirna ketika dihadapkan dengan warga yang geram dengan sikap angkuhnya.

“Ayo katanya mau beli orang, katanya tadi berani. Ini lo ada murah, kenapa diam saja?” ucap warga yang kesal kepada SL.

Selepas SL dan IS dibawa ke kantor polisi, keadaan seketika mereda. Menurut kesaksian warga, keduanya sudah tinggal di rumah itu sejak 3 hari lalu. Mereka yakin SL dan IS tinggal serumah, lantaran tiap pagi mereka sudah berada di rumah itu.

“Pokoknya kalau pagi sekitar setengah enam, mereka sudah ada di rumah itu. Jadi kami yakin sebelumnya mereka memang menginap,” ucap sumber ini.

Saat keributan terjadi istri SL yang hamil 4 bulan juga hadir, namun tak berani mendekat dan memantau dari jauh.

Menurut kerabat ID, sebut saja IM kejadian ini bukan pertama kalinya. Akhir September 2021 lalu, IS meninggalkan rumah dan kedapatan berada di rumah SL di Desa Tapan Kecamatan Kedungwaru.

SL dan IS diusir oleh ketua RT, Ketua RE dan Kepala Dusun setempat, lantaran tinggal serumah tanpa hubungan suami istri.

“Saat itu SL malah arogan mengancam akan lapor polisi. Tapi akhirnya dia kalah dengan warga, IS keluar ke hotel dengan mobilnya SL,” tutur IM.

Menurut IM, IS sudah hampir satu minggu tinggal bersama SL. Sementara SL berdalih hubungannya dengan IS murni hubungan bisnis.

Rumah SL di perumahan ini disewa oleh IS, dan meminta dirinya untuk melakukan renovasi di beberapa bagian. Menurutnya, keributan ini adalah masalah rumah tangga yang coba dikaitkan dengan dirinya.

“Silakan diselesaikan sendiri, jangan melibatkan saya,” ucapnya.

Namun saat ditanya apakah IS tinggal bersamanya, SL juga tidak menampiknya. (JP/t.ag/RG4)