Peringati HSN, PDIP Surabaya: Perkuat Sinergi dengan Santri

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar peringatan Hari Santri Nasional.
PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar peringatan Hari Santri Nasional.

i

BACASAJA.ID - PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar peringatan Hari Santri Nasional, yang jatuh 22 Oktober besok, melalui kegiatan diskusi virtual. Membedah peran santri terutama dalam penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi rakyat.

Kemarin Rabu malam, hadir secara virtual, Wali Kota Eri Cahyadi, Ketua PC NU Kota Surabaya Muhibbin Zuhri, akademisi Unair Listyono Santoso, serta puluhan kader dan pengurus PDIP Surabaya yang hadir fisik, ratusan peserta yang hadir secara daring.

Didahului lantunan sholawat dilanjutkan mars Syubbanul Wathan, yang dimainkan kelompok hadrah, yang bergema di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Diskusi dipandu Abdul Ghoni Mukhlas Niam, alumni IAIN Sunan Ampel dan PMII. Abdul Ghoni tercatat sebagai Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya dan anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan.

Adi Sutarwijono, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, mengawali dengan menyampaikan selamat memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1443 Hijriah.

Adi, yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya, menyampaikan rasa syukur karena peringatan Hari Santri tahun ini jatuh ketika situasi pandemi Covid-19 sudah semakin membaik.

“Pemerintah pusat sudah memutuskan bahwa Surabaya sudah masuk PPKM level 1. Sehingga program pemulihan ekonomi bisa dijalankan dengan baik oleh Wali kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali kota Armuji,” ujarnya.

Adi mendorong sinergitas antara PDI Perjuangan dengan santri. Sebab, kader banteng dan santri memiliki ideologi sama. Santri mewarisi karakter pejuang. “Dan, PDI Perjuangan merupakan wadah perjuangan rakyat,” tuturnya.

Menurut Adi, banyak anggota dan kader PDIP Surabaya yang juga santri. Bahkan menjadi anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan. “Mari berjuang bersama-sama untuk kebaikan Kota Surabaya dan Indonesia ,” kata Adi, yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut perjuangan santri tidak bisa dilupakan dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. 76 Tahun lalu, tentara Belanda membonceng sekutu datang ke tanah air untuk merampas kemerdekaan Indonesia, yang diproklamasikan Soekarno-Hatta 17 Agustus 1945.

“Kemudian para ulama mencetuskan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, yang menggerakkan perjuangan kaum santri dalam membela kemerdekaan Indonesia,” terangnya.

Para ulama bersama barisan santri se-Jawa dan Madura berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia, yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. “Ini sama persis, seiring sejalan, dengan ideologi PDI Perjuangan. Selaras dengan kaum nasionalis yang berjuang mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia,” paparnya.

Eri Cahyadi kemudian mengenang persahabatan Presiden Soekarno dengan para ulama, terutama KH Hasyim Asyari. “Bahkan dalam menentukan tanggal proklamasi kemerdekaan, 17 Agustus 1945, terlebih dulu Bung Karno meminta pertimbangan Kiai Hasyim Asyari,” kata Eri.

Kata Eri, santri selalu hadir ketika masa krisis. Ketika perjuangan kemerdekaan, santri berada di garda paling depan. Sekarang, ketika negara mengalami krisis kesehatan dan ekonomi akibat pandemi Covid-19, santri hadir membantu masyarakat.

“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, mari berjuang bersama-sama. PDI Perjuangan harus bersinergi dengan kaum santri. Berjuang bersama agar Surabaya bisa menjadi baldatun toyyibatun wa robbun ghofur,” terangnya.

Ketua PCNU Kota Surabaya, Muhibbin Zuhri, menjelaskan para ulama dan santri tak henti-henti bergerak untuk menangani pandemi Covid-19. Juga membantu warga yang terdampak, menyelamatkan umat, dan mendorong pemulihan ekonomi dari bawah.

“Pemerintah Kota Surabaya juga melakukan intervensi kebijakan secara massif. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Pak Eri Cahyadi, Surabaya bisa mencapai level satu,” katanya.

Dosen Universitas Negeri Sunan Ampel itu menjelaskan, definisi santri tidak terbatas pada orang yang belajar di pesantren. Santri merupakan warga yang taat menjalankan agama. Juga memiliki komitmen kebangsaan, yang kuat.

“Karena itu santri bisa siapa saja. Yang jelas, santri harus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara. Komitmen kebangsaan kaum santri, tidak diragukan lagi,” kata Muhibbin.

Akademisi Unair, Listiyono Santoso, menceritakan panjang lebar perjuangan santri dalam berbagai babakan sejarah Indonesia. Di masa Presiden Jokowi, katanya, santri mendapat penghargaan luar biasa. “Ditetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, yang merupakan apresiasi luar biasa,” ujar Listiyono.

Tanggal itu merujuk pada Resolusi Jihad dari para ulama, yang lahir 22 Oktober 1945. Resolusi ini yang menggerakkan jihad para santri dalam pertempuran dahsyat di Surabaya, yang berpuncak pada peristiwa 10 Nopember 1945.

“Berbagai apresiasi negara merupakan pengakuan, bahwa negara tidak bisa berdiri tanpa peran santri,” kata Listiyono, mantan aktivis PMII. (*/RG4)

Berita Terbaru

Petrokimia Gresik Borong 7 Penghargaan Nasional di Anugerah Humas Indonesia 2026

Petrokimia Gresik Borong 7 Penghargaan Nasional di Anugerah Humas Indonesia 2026

Jumat, 09 Okt 2026 18:50 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:50 WIB

Gresik - PT Petrokimia Gresik memborong tujuh penghargaan dalam ajang The 8th Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2026. Capaian tersebut menjadi pengakuan atas…

Doa Penuh Kehangatan Iringi Langkah Pamit Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta

Doa Penuh Kehangatan Iringi Langkah Pamit Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta

Jumat, 09 Okt 2026 16:21 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:21 WIB

POLDA SULBAR- Keharuan tak terbendung saat melepas kepergian Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta beserta istri tercinta, Ny. Santi Adi Deriyan. Kehangatan dan…

Lapsat Kapolda Sulbar, Komitmen Melanjutkan Kepemimpinan yang Telah Dirintis

Lapsat Kapolda Sulbar, Komitmen Melanjutkan Kepemimpinan yang Telah Dirintis

Jumat, 09 Okt 2026 15:45 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 15:45 WIB

POLDA SULBAR - Laporan Satuan (Lapsat) dan penyerahan memori kepemimpinan menjadi momen sakral sekaligus hangat dalam rangkaian serah terima jabatan Kapolda…

Serah Terima Ibu Asuh Polwan Polda Sulbar, Dari Kehangatan yang Berlalu ke Semangat yang Baru

Serah Terima Ibu Asuh Polwan Polda Sulbar, Dari Kehangatan yang Berlalu ke Semangat yang Baru

Jumat, 09 Okt 2026 15:23 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 15:23 WIB

POLDA SULBAR - Momen penuh kehangatan sekaligus keharuan terasa menyelimuti Aula Marannu Mapolda Sulawesi Barat saat kegiatan Serah Terima Ibu Asuh Polwan …

Datangi Rumah Warga Barata Jaya, Ajeng Wira Wati Kawal PKH Keluarga dengan Anak Hidrosefalus

Datangi Rumah Warga Barata Jaya, Ajeng Wira Wati Kawal PKH Keluarga dengan Anak Hidrosefalus

Jumat, 09 Okt 2026 14:37 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 14:37 WIB

SURABAYA – Di tengah perjuangan memenuhi kebutuhan tiga anak dengan kondisi berbeda, keluarga Darminto di RW 3 Kelurahan Barata Jaya, Surabaya, berharap b…

Petrokimia Gelontorkan Rp 100 Juta Dukung Revitalisasi Fasilitas Nelayan Pesisir Gresik

Petrokimia Gelontorkan Rp 100 Juta Dukung Revitalisasi Fasilitas Nelayan Pesisir Gresik

Jumat, 09 Okt 2026 12:33 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 12:33 WIB

Gresik - PT Petrokimia Gresik menggelontorkan bantuan senilai Rp 100 juta untuk mendukung revitalisasi fasilitas nelayan di Kelurahan Lumpur, Gresik. Dana…