Menteri KKP Wahyu Trenggono: Kebijakan Penangkapan Terukur demi Tekan Perubahan Iklim

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. (ist)
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. (ist)

i

BACASAJA.ID - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan bahwa laut dan ekosistem pesisir merupakan komponen utama bumi yang memiliki peran penting dalam mengendalikan iklim.

Peran pengendalian tersebut dapat dilihat dari bagaimana laut dan ekosistem pesisir menyerap dan menyimpan karbon yang berpotensi menjadi emisi dalam jumlah sangat besar.

Hal itu disampaikan Menteri Trenggono saat membuka dan menjadi Keynote Speaker pada Webinar Series Hukum Laut Rebound dengan tema UNCLOS 1982 dan Tantangan Kontemporer Perubahan Iklim dan Pendayagunaan Sumberdaya Pesisir, Kamis (21/10/2021)

Dalam kesempatan itu, Menteri Trenggono menegaskan ekosistem pesisir juga berperan penting dalam memberikan jasa lingkungan yang akan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Mewujudkan hal itu, diperlukan keseimbangan antara pemanfaatan laut untuk kegiatan ekonomi dengan kesehatan lingkungan laut dan pesisir," terang Menteri Trenggono.

Salah satu program terobosan KKP yang mendukung upaya pendayagunaan laut dan menjaga ekologi laut adalah Kebijakan Penangkapan Terukur.

"Kebijakan ini akan menegakkan law enforcement yang ketat di setiap aspeknya," ujar Menteri Trenggono.

Dalam pengimplementasian kebijakan penangkapan terukur di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI), Menteri Trenggono menjelaskan KKP sedang menyiapkan payung hukum yang akan mengatur tentang penangkapan terukur.

"Diantaranya untuk memberikan jaminan kepastian usaha bagi para pelaku usaha penangkapan serta sarana dan prasarana yang berkaitan dengan pengawasan, terdiri dari kapal pengawas, pesawat pengawas, dan teknologi infornasi untuk pengawasan sekaligus pendataan," ujar Menteri Trenggono kepada seluruh peserta webinar yang diikuti secara daring.

Melalui kebijakan itu, Indonesia sebagai anggota dari High Level Panel on Sustainable Ocean Economy yang sering membahas kesehatan laut dan penangkapan ikan secara ilegal, maka akan menghapus stigma tingginya praktik illegal, unreported dan unregulated fishing di Indonesia, dan berubah menjadi legal, reported, and regulated fishing.

Dalam UNCLOS 1982, Indonesia memiliki kedaulatan penuh untuk memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki di perairan pedalaman, perairan kepulauan dan laut teritorial.

"SDA tersebut harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dengan mengutamakan aspek ekologi," tegas Menteri Trenggono.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi 1 Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Basilio Dias Araujo menyampaikan bahwa saat ini perubahan terjadi sangat cepat, mulai dari naiknya permukaan air laut, turunnya permukaan tanah, yang keduanya disebabkan oleh perubahan iklim, sehingga menyebabkan air laut semakin dekat dengan pemukiman masyarakat daratan.

Basilio berpesan bahwa isu ini harus menjadi perhatian pemerintah. Isu-isu kontemporer ini khususnya, harus menjadi perhatian para praktisi, akademisi dan generasi muda, ditambah oleh situasi nasional, global yang semakin tidak menentu.

"Kondisi tersebut memaksa kita untuk terus bergerak bahkan berlari untuk menyamakan posisi dengan negara-negara besar, berpikiri visioner, kritis untuk membangun kebijakan yang berkelanjutan dan berkesinambungan terkait hukun laut, serta harus menjadi api semangat bagi generasi muda mewujudkan Indonesia menjadi poros maritim dunia," terang Basilio. (*/RG)

Tag :

Berita Terbaru

KPK Temukan Indikasi Pengondisian Audit BPK di Daerah Lain

KPK Temukan Indikasi Pengondisian Audit BPK di Daerah Lain

Rabu, 22 Jul 2026 16:30 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 16:30 WIB

JAKARTA– KPK menemukan indikasi pengondisian hasil audit BPK di daerah lain saat mengusut dugaan suap audit Pemkab Muara Enim. Temuan tersebut diperoleh p…

Ditlantas Polda Sulbar Uji Coba Aplikasi E‑Teguran, Langkah Awal Digitalisasi Pembinaan

Ditlantas Polda Sulbar Uji Coba Aplikasi E‑Teguran, Langkah Awal Digitalisasi Pembinaan

Rabu, 22 Jul 2026 15:16 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 15:16 WIB

POLDA SULBAR- Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat melaksanakan uji coba penerapan aplikasi E‑Teguran di depan Gedung BPKB Mamuju, Rabu (2…

Resmi! Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Importasi PT Blueray

Resmi! Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Importasi PT Blueray

Rabu, 22 Jul 2026 15:01 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 15:01 WIB

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan seorang pejabat Bea Cukai sebagai tersangka baru dalam pengembangan perkara dugaan suap importasi barang. P…

SILPA APBD Surabaya Rp516,826 Miliar, Anggota DPRD dari Nasdem ini Malah Curiga, Ada Apa?

SILPA APBD Surabaya Rp516,826 Miliar, Anggota DPRD dari Nasdem ini Malah Curiga, Ada Apa?

Rabu, 22 Jul 2026 14:54 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 14:54 WIB

SURABAYA- Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya, Imam Syafi'i, menyoroti perencanaan pembiayaan APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2025 usai mengikuti…

Pengendara Vario dan Pejalan Kaki Tewas Dihantam Truk Rem Blong di Jombang, Ini Kronologinya

Pengendara Vario dan Pejalan Kaki Tewas Dihantam Truk Rem Blong di Jombang, Ini Kronologinya

Rabu, 22 Jul 2026 14:48 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 14:48 WIB

JOMBANG- Kecelakaan maut terjadi di depan pabrik sepatu PT Pei Hai, Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Selasa (22/7/2026) sekitar pukul 06.30…

Mamuju Run Jilid 2, Kapolda Sulbar Dukung Penuh Keamanan dan Keselamatan

Mamuju Run Jilid 2, Kapolda Sulbar Dukung Penuh Keamanan dan Keselamatan

Rabu, 22 Jul 2026 10:09 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 10:09 WIB

Event kali ini menargetkan peserta 4.500 orang.…