Zaenal Arifin, Peternak Ular Piton Beromzet Ratusan Juta dari Tulungagung

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Zaenal Arifin menunjukan ular piton miliknya yang berharga Rp45 Juta.
Zaenal Arifin menunjukan ular piton miliknya yang berharga Rp45 Juta.

i

BACASAJA.ID - Ular piton merupakan ular yang tidak berbisa. Ular ini banyak dijadikan hewan peliharaan, lantaran dianggap bersahabat dibanding jenis ular berbisa.

Ular jenis ini banyak diperjualbelikan di komunitas pecinta reptil. Untuk memperoleh ular yang cantik dan jinak, beberapa orang membudidayakannya, seperti yang dilakukan oleh Zaenal Arifin, Warga Desa Bendosari Kecamatan Ngantru.

Dari budidaya tersebut, Zaenal Arifin mampu meraup omzet ratusan juta tiap bulanya. Saat ditemui di rumah sekaligus tempat budidaya ularnya, pria 38 tahun itu jelaskan sudah membudidayakan ular phyton secara profesional sejak 7 tahun lalu.

"Saya berawal dari hobi, mulai 2008 memelihara ular," jelasnya.

Ular peliharaanya lalu dikawinkan secara silang, sehingga memunculkan ular dengan gen dan corak unik. Di tempatnya ada 30 indukan ular yang berasal dari dalam dan luar ngeri. Indukan rata-rata berukuran 3 - 6 meter. Untuk pembelinya berasal dari luar kota hingga luar negeri.

"Luar negeri yang banyak dari Malaysia, Singapura, Thailand," terangnya.

Disinggung penjualan di masa pandemi, Zaenal katakan alami peningkatan hingga 2 kali lipat. Jika biasanya sebulan dirinya menjual 3-5 ular perbulan, saat awal pandemi covid-19 penjualan capai 15-20 ekor perbulan.

"Kalau pandemi akhir ini turun, kalau awal pandemi tahun kemarin naik," tuturnya.

Tingginya permintaan membuat harga ular alami kenaikan. Kenaikan ini berpengaruh dengan omzetnya.

Untuk harga, dipatok bervariasi menurut jenis dan gen ular. Anakan albino paling murah dijual dengan harga 1 juta rupiah per ekor, sedang yang paling mahal hingga ratusan juta per ekor.

Saat ditanyakan kendala budidaya ular phyton, Zaenal jelaskan ada beberapa. Mulai dari sediaan pakan, kebersihan kandang hingga karakter ular.

"Menggigit atau membelit itu sering," ucapnya.

Saat stress, ular sering kali lebih galak. Untuk itu ular harus dipegang dengan hati-hati. Stress pada ular ditandai dengan buang air saat dipegang.

Pemberian makan ular disesuaikan dengan ukuran ular. Untuk anakan diberikan pakan berupa tikus mencit, anakan ayam atau burung puyuh 2 Minggu sekali. Sedang ular besar diberikan pakan berupa ayam, bebek atau kelinci sebulan sekali.

"Kalau untuk operasional dan pakan sebulan sekitar 2 jutaan," terangnya.

Untuk budidaya ular mulai dari perkawinan hingga menetas membutuhkan waktu sekitar 8 bulan. 2 bulan menjodohkan, 3 bulan mengandung telur dan 3 bulan menetaskan telur. Selama proses itu indukan berpuasa.

Jumlah telur yang dihasilkan tergantung ukuran indukan. Semakin besar indukan, jumlah telur yang dihasilkan semakin banyak. Telur ular berukuran sebesar telur angsa berwarna putih, namun berbentuk lonjong mirip kapsul.

"Ukuran 3-4 meter 30 telur lebih, 5-6 meter 60 telur lebih," jelasnya.

Telur yang dikeluarkan akan ditaruh dalam inkubator dengan suhu 30-31 derajat Celcius selama 3 bulan. Dari jumlah telur itu, 25 persen biasanya gagal tetas karena rusak. (JP/t.ag/RG4)

Berita Terbaru

Mamuju Run Jilid 2, Kapolda Sulbar Dukung Penuh Keamanan dan Keselamatan

Mamuju Run Jilid 2, Kapolda Sulbar Dukung Penuh Keamanan dan Keselamatan

Rabu, 22 Jul 2026 10:09 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 10:09 WIB

Event kali ini menargetkan peserta 4.500 orang.…

Mantan Dirut KBS Jadi Ditahah Kejati Jatim Usai Jadi Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Mantan Dirut KBS Jadi Ditahah Kejati Jatim Usai Jadi Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Rabu, 22 Jul 2026 08:54 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 08:54 WIB

SURABAYA- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menetapkan mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD TS KBS) Choirul Anwar…

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Masuki Tahap III, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Masuki Tahap III, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

Selasa, 21 Jul 2026 20:47 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 20:47 WIB

SURABAYA- Pemkot Surabaya terus melanjutkan program normalisasi Ruang Sungai Kalianak yang kini memasuki tahap ketiga, Senin (20/7/2026). Program ini merupakan…

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

BATAM— Mobil pikap bernomor polisi BP 8640 DM yang melansir belasan jeriken BBM jenis Pertalite di SPBU 13.294.704 Kodim, Batam, tercatat atas nama PT Latitude …

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

JAKARTA- DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjadi undang-undang dalam agenda Rapat…

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

JAKARTA– KPK mengisyaratkan peluang mengembangkan penyidikan dugaan suap pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas di Kementerian Kehutanan (…