Hujan Deras, Longsor Landa 5 Desa di Kecamatan Pagerwojo

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kayun menunjukan bagian rumahnya yang terkena longsor.
Kayun menunjukan bagian rumahnya yang terkena longsor.

i

BACASAJA.ID. Kayun (74) warga Dusun Tumpak Nongko Desa Samar Kecamatan Pagerwojo tak bisa menyembunyikan kesedihannya.

Betapa tidak, bagian belakang rumahnya alami kerusakan berat akibat dihantam material longsor. Material lumpur dan batu berdiameter hampir 1 meter memenuhi bagian belakang rumahnya.

Menurut penuturan Kayun, awalnya di wilayahnya terjadi hujan deras pada Kamis (18/11/21) sekitar pukul 14.30 WIB.

Lalu sekitar pukul 15.00 WIB, dirinya yang sedang berada di bagian tengah rumah mendengar suara yang sangat keras. Dirinya yang kaget langsung melihat bagian belakang rumahnya.

"Lalu saya melihat bagian belakang rumah saya, ternyata terkena longsor," jelas Kayun, Jum'at (19/11/21) pagi.

Kayun pun hanya bisa pasrah melihat kondisi belakang rumahnya. Apalagi saat itu sedang hujan deras, air dan lumpur terus masuk ke dalam rumahnya, hingga membanjiri lantai keramik rumahnya.

Lantaran hujan terus mengguyur, untuk sementara Kayun mengungsi ke rumah anaknya, yang terletak tak jauh dari rumahnya. Kayun khawatir jika tidur di rumahnya bakal terjadi longsor lagi.

Pria yang sudah mempunyai 5 cucu dan 1 cicit ini meninggalkan rumahnya bersama 4 anggota keluarga lainya.

Kejadian longsor yang menimpa rumahnya merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya pada sekitar tahun 2007, longsor juga menghancurkan bagian belakang rumahnya.

Tembok yang hancur itu lalu dibangunnya lagi, namun terkena longsor lagi pada Kamis kemarin. Untuk membersihkan material longsor dilakukan secara manual oleh tetangga dan petugas dari TNI dan Polri.

Akses menuju rumah Kayun yang sempit, tak memungkinkan menggunakan alat berat.

Nasib yang sama juga menimpa Damis (57) warga Dusun Garon Desa Samar Kecamatan Pagerwojo. Akibat longsor, bagian dapur, kandang sapi dan kamar mandi rumahnya rata dengan tanah.

Menurut Damis kejadian longsor itu begitu cepat. Longsor itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB saat hujan terjadi. Lalu tebing setinggi sekitar 15 meter di belakang rumahnya longsor dan mengenai rumahnya.

"Air itu kan deras, tanahnya langsung jatuh," jelas Damis.

Beruntung saat longsor terjadi, dirinya berada di luar rumah bersama istrinya. Sesaat setelah longsor, dirinya langsung melihat kandang sapi miliknya.

Kandang yang roboh menimpa 3 ekor sapi miliknya. Beruntung ke 3 sapi peliharaanya bisa diselamatkan.

"Untuk sementara saya titipkan ke kandang pak RT," jelasnya.

Sama seperti Kayun, Damis untuk sementara harus mengungsi ke rumah kerabatnya. Dirinya takut untuk menempati rumahnya, lantaran sebagian rumahnya sudah hancur tertimpa longsor.

Sedang rumah tetangganya yang berada di atas rumahnya kondisinya masih utuh, namun posisinya sangat riskan, berada tepat di tepi tebing yang longsor.

Sementara itu Camat Pagerwojo, Hedik Iswanto menjelaskan longsor tak hanya terjadi di Desa Samar, tetapi juga di beberapa desa lainya.

Menurut keterangan yang diterima, ada puluhan titik longsor di Kecamatan Pagerwojo.

"Terjadi longsor di beberapa desa," jelasnya.

Dari 11 desa di Kecamatan Pagerwojo ada 5 desa yang terkena longsor. Antara lain Desa, Segawe, Samar, Mulyosari, Wonorejo dan Bantengan. Bahkan di Desa Wonorejo Kecamatan Pagerwojo longsor hingga memutuskan jalan.

"Kemarin longsor lagi, sehingga tidak bisa dilewati roda 4," jelasnya.

Terpisah, Danramil Pagerwojo, Kapten Khoirur Rohim menjelaskan sudah mengerahkan anggotanya, untuk membantu warga membersihkan material longsor.

"Hari ini personil kita dibantu anggota Polsek Pagerwojo, warga dan petugas dari Kecamatan melakukan kerja bakti," jelas Danramil.

Namun pembersihan di rumah warga masih menunggu lumpur agak kering, lantaran beresiko jika dibersihkan sekarang. (JP/t.ag/RG/4)

Berita Terbaru

Jelang Bertahta, SISKS Pakoe Boewono XIV Jalani Ruwatan, Gusti Moeng Ungkap Maknanya

Jelang Bertahta, SISKS Pakoe Boewono XIV Jalani Ruwatan, Gusti Moeng Ungkap Maknanya

Jumat, 04 Sep 2026 20:52 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 20:52 WIB

SURAKARTA— Rangkaian upacara bertahtanya Sahandhap Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Pakoe Boewono XIV di Keraton Surakarta Hadiningrat …

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

SURABAYA – Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG) Jawa Timur kembali membuat gebrakan dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Daerah (…

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

SURABAYA – Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 harus menjadi momentum yang benar-benar dirasakan masyarakat Kota Surabaya. Bukan sekadar seremoni, tetapi m…

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

BACASAJA.ID — Kemarau panjang hingga krisis air bersih yang dialami masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya mendapatkan b…

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

POLDA SULBAR- Komitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan oleh Subdit Regident Ditlantas Polda Sulbar. Lewat…

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

SURABAYA- DPRD Surabaya mendorong Pemerintah Kota Surabaya tidak menjadikan klasifikasi desil sebagai satu-satunya batas dalam menentukan warga yang berhak…