BACASAJA.ID - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung menggelar aksi simpatik Hari AIDS Dunia 2021.
Kegiatan yang melibatkan ODHA (Orang Hidup Dengan AIDS) ini digelar di Rabu (1/12/2021) di Anjungan Kali Ngrowo.
Aksi simpatik ini untuk menguatkan komitmen, akhiri AIDS tahun 2030, dengan memberikan bunga dan selebaran pada pengguna jalan.
Sekretaris KPA Tulungagung, Ifada Nur Rohmania dalam aksi ini jelaskan temuan pasien HIV/AIDS di Tulungagung terus meningkat.
Dalam 3 tahun terakhir, setidaknya sudah ditemukan 720 pasien HIV/AIDS baru. Bahkan dalam saru bulan pihaknya pernah temukan 59 kasus baru, atau rata-rata 2 pasien dalam 1 hari.
Data terakhir, jumlah keseluruhan pasien HIV/AIDS mencapai 3.043 orang.
"Tapi ini lebih baik, jadi pekerjaan rumah eliminasi AIDS akan lebih cepat. Meski nantinya akan ada booming kasus," terang Ifada.
Diantara temuan kasus baru itu, Ifada sebut ada yang masih berusia remaja. Pernah dalam sehari pihaknya temukan 5 remaja.
Remaja-remaja ini telah aktif melakukan aktivitas seksual sejak dini.
"Rentang usia termuda dari 13 tahun sampai 24. Prosentase mereka di bawah 10 persen," ungkap Ifada.
Temuan lainya adalah ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) yang juga mengidap HIV. Dari datanya setidaknya ada 5 ODGJ yang mengidap HIV.
Dari 5 orang itu, 2 diantaranya sudah meninggal. Dunia internasional menargetkan dalam 2030 duniansudah terbebas dari HIV/AIDS.
Menuju tahun itu banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Salah satunya dengan menemukan pasien sebanyak mungkin dan memberikan mereka akses pada ARV.
Dengan mengkomsumsi ARV, pasien HIV bisa diobati hingga virusnya tak terdeteksi.
"Jika tes viraload virusnya sudah tak terdeteksi, potensi penularan sudah sangat kecil. Ini yang kita kejar," sambung Ifada.
Ifada menyebut perilaku seksual masih menjadi faktor tertinggi penularan HIV/AIDS. Ifada melanjutkan, aktifitas seksual beresiko ini cukup sulit dihentikan.
Namun jika pasien konsumsi ARV dan virusnya tidak terdeteksi, maka cukup menutup peluang untuk menularkan.
"Kalau sudah tak terdeteksi sebenarnya sudah aman. Meski demikian ditekankan tetap pakai kondom," tegas Ifada.
Ifada menjelaskan, hingga kini masih sekitar 10 persen pasien yang belum bisa mengakses ARV. Mereka ini yang terus didekati supaya mau mengakses ARV.
Pihaknya juga mendorong kemudahan akses ARV untuk semua orang dengan HIV/AIDS (ODHA). (JP/t.ag/RG4)
Editor : Redaksi