Heboh Rekaman CCTV, Pendekar Silat Kejar Orang hingga Masuk Mushola

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Screenshot Rekaman CCTV sejumlah pesilat masuk mushola mengejar orang di Tulungagung
Screenshot Rekaman CCTV sejumlah pesilat masuk mushola mengejar orang di Tulungagung

i

BACASAJA.ID - Sejumlah orang anggota perguruan silat di Tulungagung terekam kamera pengintai (CCTV) masuk ke mushola tanpa melepas alas kakinya. Kejadian menjadi perhatian warga setempat. Bahkan, polisi pun turun tangan.

Video ini diambil dari rekaman CCTV mushola Al Mustaqim yang berada di wilayah Desa Pelem Kecamatan Campurdarat.

Kapolsek Campurdarat melalui Wakapolsek Campurdarat, Iptu Anwari menuturkan kejadian ini terjadi pada Sabtu (26/12/20) malam lalu. "Kejadian pada Sabtu malam lalu,” ujar Anwari dikutip Rabu (31/12/2020).

Kejadian ini bermula saat ada arak-arakan anggota perguruan silat. Saat lewat di sekitar mushola itu ada beberapa orang dari perguruan berbeda melambaikan tangannya kata Anwari.

Merasa terprovokasi, ratusan orang yang mengendarai motor itu langsung mengejar orang-orang tersebut hingga ada beberapa pengejar masuk ke dalam mushola tanpa melepas alas kaki.

"Kita sudah kumpulkan seluruh perguruan silat yang ada untuk melakukan kerja bakti (di mushola),” ujar Anwari.

Tak cukup melakukan kerja bakti bersama, perguruan silat yang anggotanya terekam CCTV masuk ke mushola juga telah meminta maaf pada Senin (28/12/20) malam.

Anwari melanjutkan kegiatan ini untuk menunjukkan soliditas antar perguruan silat. Anwari menganggap masalah ini sudah selesai dan tidak perlu diperpanjang lagi.

“Bagi kami sudah selesai, namun dalam ranah pelaporan selaku korban mencabut (laporan) atau tidak itu hak beliau,” pungkasnya.

Sementara itu pemilik rumah sekaligus Mushola Al Mustaqim, Ahmad Budianto menyesalkan tindakan yang dilakukan anggota perguruan silat tersebut. Pada malam itu dirinya mendengar ada keributan di sekitar rumahnya. Namun dirinya mengira keributan terjadi jalan.

“Ternyata waktu saya buka CCTV, rumah saya itu digerudug hingga ke mushola diinjak-injak oleh beberapa anak yang alas kakinya tidak dilepas,” terang Ahmad Budianto.

Dirinya melanjutkan, bahkan di beberapa tempat yang tidak terekam CCTV, ada pengrusakan yang dilakukan oleh ratusan anggota perguruan silat tersebut. Akibat kejadian itu, warga di sekitar mushola merasa trauma dan ketakutan. Mereka menganggap adanya ratusan orang itu beresiko menularkan covid-19 di wilayahnya.

"Warga merasa resah, karena gerombolan itu tidak memakai masker, tidak menjaga jarak, sehingga warga saya merasa terancam dengan covid-19, karena merasa udara sudah tercemar,” katanya.

Bahkan sejak kejadian itu, aktifitas ngaji anak-anak juga dihentikan. Dirinya meminta aparat menindak tegas pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh kelompok tersebut.

Berkaca dari pengalaman di Jakarta, seharusnya petugas mampu menindak tegas pada pelanggaran prokes ini. "Saya minta ditegaskan disiplin prokes, kasihan masyarakat, harus ditangani oleh petugas, jangan ragu-ragu,” katanya dengan tegas.

Untuk itu dirinya pada Minggu (27/12/20) sore melaporkan kejadian itu ke ranah hukum. Dirinya menganggap kejadian ini luar biasa lantaran adanya pelecehan terhadap tempat ibadah. Pada Minggu dirinya melaporkan kejadian itu ke Satreskrim Polres Tulungagung.

“Saya kirim Minggu malam, dan diperbaiki Senin pagi,” jelasnya.

Untuk langkah lain dirinya jika masalah ini tak selesai di tingkat Polres Tulungagung, pihaknya akan melaporkan ke Polda hingga Mabes Polri.

Dalam video berdurasi 76 detik itu, di detik 5 hingga 14 terlihat 2 orang berbaju hitam masuk ke mushola tanpa melepas alas kaki. Keduanya nampak seperti mencari sesuatu.

Lalu pada detik ke 63 nampak seorang berhelm putih kembali masuk ke mushola, tanpa melepas alas kaki. Sementara di sekitar mushola sudah berkerumun ratusan orang (Noyo).

Berita Terbaru

Lutfiyah: Hari Anak Nasional Momentum Perkuat Surabaya Kota Layak Anak

Lutfiyah: Hari Anak Nasional Momentum Perkuat Surabaya Kota Layak Anak

Kamis, 23 Jul 2026 16:24 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 16:24 WIB

SURABAYA – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak. Hal itu disampaikan …

Wakapolda Sulbar Cek Alat Khusus Ditintelkam: Dorong Transformasi Pelayanan Berbasis Teknologi Informasi

Wakapolda Sulbar Cek Alat Khusus Ditintelkam: Dorong Transformasi Pelayanan Berbasis Teknologi Informasi

Kamis, 23 Jul 2026 13:38 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:38 WIB

Cek Peralatan Khusus Ditintelkam, Wakapolda Tekankan Pentingnya Transformasi Pelayanan Berbasis IT…

Sinergi Polantas Sulbar dan Babinsa: Bersama Wujudkan Generasi Muda yang Tertib dan Aman di Jalan Raya

Sinergi Polantas Sulbar dan Babinsa: Bersama Wujudkan Generasi Muda yang Tertib dan Aman di Jalan Raya

Kamis, 23 Jul 2026 13:26 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:26 WIB

POLDA SULBAR - Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban lalu lintas yang berkelanjutan, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat kali ini menjalin sinergi …

Dukung Revitalisasi, Karaton Surakarta dan Damkar Bersihkan Sarang Tawon Vespa

Dukung Revitalisasi, Karaton Surakarta dan Damkar Bersihkan Sarang Tawon Vespa

Kamis, 23 Jul 2026 13:20 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:20 WIB

Karaton Surakarta menggandeng Damkar Solo untuk mengevakuasi sarang tawon vespa demi keselamatan pekerja revitalisasi, abdi dalem, dan wisatawan.…

Perkuat Pondasi Moral dan Disiplin, Polda Sulbar Konsisten Gelar Pembinaan Rohani Demi Pelayanan Humanis

Perkuat Pondasi Moral dan Disiplin, Polda Sulbar Konsisten Gelar Pembinaan Rohani Demi Pelayanan Humanis

Kamis, 23 Jul 2026 09:28 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 09:28 WIB

POLDA SULBAR- Memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kepercayaan masyarakat tak hanya bermodal kekuatan fisik maupun keterampilan tugas, melainkan juga…

Lapor ke Cak Eri Bongkar Dugaan Pungli SWK Kalijudan

Lapor ke Cak Eri Bongkar Dugaan Pungli SWK Kalijudan

Kamis, 23 Jul 2026 07:22 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 07:22 WIB

SURABAYA - Laporan masyarakat melalui hotline "Lapor Cak Eri" berhasil membongkar dugaan pungutan liar (pungli) terhadap calon pedagang di Sentra Wisata…