BACASAJA.ID - DPC PDI Perjuangan (PDIP) Surabaya sedang diterpa dinamika internal para kadernya yang duduk di DPRD Surabaya.
Dalam hal ini, Ketua Komisi DPRD Surabaya Khusnul Khotimah disebut-sebut bakal diganti dengan Anas Karno.
Sebagai kader PDIP yang duduk sebagai wakil rakyat, dia dianggap tak bekerja maksimal saat mengawasi pengadaan seragam MBR, sehingga timbul kegaduhan.
Terkait hal ini, politisi senior PDIP Surabaya yang juga menjabat sebagai wakil wali kota Surabaya Armuji, merestui adanya pergantian di posisi Ketua Komisi D DPRD Surabaya.
"Kalau memang tak becus kerja, ya harus dievaluasi,” tegas Armuji dikutip Senin (15/4/2022).
"Getno wes, lek kepingin viral gawekno Tiktok,” kelakar politisi gaek PDIP Surabaya ini.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Surabaya Baktiono berjanji pihaknya akan menggelar evaluasi agar tidak timbul kegaduhan kembali.
“Untuk ketua Komisi D kebetulan dari fraksi PDIP, saya sebagai sekretaris DPC PDIP Surabaya akan mengevaluasi kinerja. Kalau tidak ini akan membuat kegaduhan lagi,” ujar Baktiono.
Desas-desus pergantian ketua Komisi D DPRD Surabaya ini bermula ketika pengurus DPC PDIP Surabaya menggelar rapat mendadak di kantor partai Jalan Setail 8 Surabaya, Jumat (22/4/2022).
Dari rapat tersebut, tercetus isu evaluasi dan penyegaran posisi pimpinan komisi D DPRD Kota Surabaya yang saat ini dipegang Khusnul Khotimah.
“Insyaallah tidak lama lagi Ketua Komisi D yang saat ini dijabat Ibu Khusnul Khotimah akan dijabat oleh Pak Anas Karno,” cetus salah satu kader yang enggan disebut namanya, Sabtu (23/4/2022).
Evaluasi atau penyegaran dilakukan karena partai melihat banyak persoalan yang ‘diamanatkan’ ke ketua Komisi D ditindaklanjuti dengan kurang maksimal.
“Karena dianggap tidak mampu dan tidak becus menyelesaikan permasalahan urusan pendidikan, kesehatan dan sosial. Dan tidak bisa mengamankan kebijakan walikota Surabaya ditataran OPD,” tuturnya. (*/RG4)
Editor : Redaksi