SURABAYA - Sebanyak 25 demonstran yang diamankan Polrestabes Surabaya akhirnya dibebaskan pada Selasa (25/3/2025) 03.20 WIB. Mereka diamankan saat menggelar demo tolak UU TNI di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.
Jauhar Kurniawan, Pengacara Publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya membenarkan bahwa 25 orang tersebut sudah bebas.
Baca juga: Polrestabes Surabaya Bekuk Dua Pelaku Baru, Terungkap Peran Pengawas dalam Aksi Penculikan
Pihaknya melakukan pendampingan di Mapolrestabes Surabaya sesudah menerima informasi ada puluhan demonstran yang ditangkap aparat hingga Senin (24/3/2025) malam.
“Alhamdulillah sudah (dibebaskan). Ada 25 orang yang bebas,” kata Jauhar Kurniawan dikutip dari Suara Surabaya.
Jauhar menyebut demonstran yang diamankan aparat kepolisian terdiri dari berbagai elemen. Mulai dari mahasiswa, masyarakat, hingga pelajar.
“(Massa yang diamankan) campuran, ada pelajar, masyarakat umum dan mahasiswa,” tuturnya.
Baca juga: Polrestabes Surabaya Bongkar Sindikat Pemalsuan STNK Lintas Wilayah, 5 Tersangka Ditangkap
Sebelumnya, Polrestabes Surabaya mengamankan sejumlah demonstran yang melakukan aksi unjuk rasa pada Senin (24/3/2025). Mereka diamankan sekitar pukul 17.20 WIB.
Awalnya polisi sudah memberikan peringatan agar mereka menghentikan aksi pelemparan yang dinilai melanggar hukum. Namun demonstran tak menggubris imbauan tersebut.
Di waktu bersamaan, lemparan batu dan sejumlah benda terus dilakukan. Namun belum terkonfirmasi apakah pelakunya dari massa aksi. Sementara polisi terus menembakkan water cannon.
Baca juga: Berawal dari Penyekapan WN Jepang, Polrestabes Surabaya Ungkap Sindikat Scamming Internasional
Tidak lama setelah itu, puluhan orang berpakaian serba hitam mulai menyemut ke kerumunan demonstran. Mereka lalu menangkap sejumlah peserta unjuk rasa dan digelandang masuk ke dalam Gedung Grahadi.
“Mudah-mudahan hari ini pembelajaran aspirasi tetap kita akan layani, tapi kita berharap bahwa aturan tolong ditaati. Tadi sedikit ada lempar-lemparan, tapi Insyaallah tidak ada yang krusial,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan. ***
Editor : Redaksi