GMNI Probolinggo Desak Usut Tuntas Meninggalnya Ojol di Jakarta

Reporter : Redaksi
Sejumlah kader GMNI Probolinggo saat melakukan aksi (Arsip GMNI)

PROBOLINGGO — Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Probolinggo menyampaikan duka cita atas tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang dilindas kendaraan taktis kepolisian saat aksi massa di Jakarta, 28 Agustus 2025.

Ketua DPC GMNI Probolinggo, Devia Rosa Amalinda, menyebut peristiwa itu bukan sekadar kecelakaan, melainkan bukti watak represif aparat yang masih dipertahankan.

Baca juga: Gandeng Pendamping PKH, Dinsos PPPA Kota Probolinggo Cegah Kekerasan dan Bullying Anak dalam Keluarga 

"Kematian Affan menunjukkan negara gagal menempatkan kemanusiaan di atas segalanya. Aparat yang seharusnya melindungi, justru merenggut nyawa,” tegasnya.

GMNI Probolinggo mendesak agar tragedi tersebut diusut secara terbuka, menyeluruh, dan adil.

Mereka juga mengingatkan aparat di daerah, khususnya di Probolinggo, agar selalu mengedepankan sikap melindungi rakyat, bukan menakut-nakuti.

Baca juga: Enam Hari Kekurangan Air, Warga Malasanwetan Probolinggo Didroping Air Bersih Dini Rahmania

Sekretaris GMNI Probolinggo, Ahmed Fatahillah, menambahkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) kepolisian.

"Tanggung jawab harus ditegakkan demi keadilan dan kepercayaan publik,” ujarnya.

Baca juga: Khotmil Qur'an 99 Titik Meriahkan Kick Off Hari Santri 2026 di Kota Probolinggo

GMNI menutup pernyataan dengan menegaskan solidaritas bersama rakyat Indonesia.

"Suara perlawanan terhadap kekerasan negara tidak boleh padam. Solidaritas adalah kekuatan kita melawan ketidakadilan,” tandas Devia. (DRW)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru