PROBOLINGGO — Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Probolinggo menyampaikan duka cita atas tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang dilindas kendaraan taktis kepolisian saat aksi massa di Jakarta, 28 Agustus 2025.
Ketua DPC GMNI Probolinggo, Devia Rosa Amalinda, menyebut peristiwa itu bukan sekadar kecelakaan, melainkan bukti watak represif aparat yang masih dipertahankan.
Baca juga: Kronologi Mobil Anggota DPR RI Tabrak Truk di Tol Pasuruan-Probolinggo, Dua Staf Ahli Tewas
"Kematian Affan menunjukkan negara gagal menempatkan kemanusiaan di atas segalanya. Aparat yang seharusnya melindungi, justru merenggut nyawa,” tegasnya.
GMNI Probolinggo mendesak agar tragedi tersebut diusut secara terbuka, menyeluruh, dan adil.
Mereka juga mengingatkan aparat di daerah, khususnya di Probolinggo, agar selalu mengedepankan sikap melindungi rakyat, bukan menakut-nakuti.
Sekretaris GMNI Probolinggo, Ahmed Fatahillah, menambahkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) kepolisian.
"Tanggung jawab harus ditegakkan demi keadilan dan kepercayaan publik,” ujarnya.
Baca juga: PC GP Ansor Kota Probolinggo: GMNI Konsisten Jaga Pancasila dan Kebhinekaan di Usia ke-72
GMNI menutup pernyataan dengan menegaskan solidaritas bersama rakyat Indonesia.
"Suara perlawanan terhadap kekerasan negara tidak boleh padam. Solidaritas adalah kekuatan kita melawan ketidakadilan,” tandas Devia. (DRW)
Editor : Redaksi