SURABAYA – Suasana reses Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bahtiyar Rifai, di Pakis Gunung 1 RT 1 RW 4 berlangsung penuh antusias.
Puluhan warga hadir untuk menyampaikan berbagai keluhan dan aspirasi, mulai dari persoalan infrastruktur lingkungan hingga akses pendidikan.
Namun, salah satu yang paling menonjol adalah harapan besar warga agar pemerintah memberikan perhatian serius terhadap pendidikan bagi siswa difabel.
Baca juga: Anggota DPRD Reses di Tembok Dukuh, Armuji Hadir Bagikan Bingkisan MBG, Disambut Antusias Warga
Salah satu warga menyampaikan bahwa anak difabel(disabilitas) di lingkungannya kerap menghadapi keterbatasan dalam mengakses pendidikan. Baik fasilitas maupun dukungan pendampingan dinilai masih minim.
“ anak difabel di sini sangat butuh perhatian. Mereka ingin sekolah, ingin belajar, tapi banyak hambatan yang membuat mereka tertinggal. Kami berharap ada bantuan khusus dari pemerintah,” ujar warga tersebut dengan penuh harap.
Mendengar keluhan itu, Bahtiyar Rifai langsung merespons serius. Menurutnya, pendidikan adalah hak setiap anak tanpa terkecuali, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.
“Pendidikan untuk siswa difabel harus jadi prioritas bersama. Tidak boleh ada diskriminasi dalam kesempatan belajar. Saya akan kawal aspirasi ini, baik di DPRD maupun bersama dinas terkait, agar ada program nyata yang bisa langsung dirasakan,” tegas Politisi Gerindra Surabaya
Baca juga: HUT ke-18 Gerindra, Bahtiyar Rifai Turun ke Petemon Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga
Selain pendidikan difabel, warga juga menyuarakan kebutuhan lain yang tak kalah penting. Infrastruktur lingkungan, seperti saluran gorong- gorong dan Persyaratan pengajuan program bedah masih menjadi masalah sehari-hari. Keluhan ini disampaikan agar pemerintah kota lebih memperhatikan wilayah Pakis Gunung.
Warga juga menyinggung soal akses terhadap program Beasiswa Pemuda Tangguh. Mereka berharap program tersebut bisa menjangkau lebih banyak anak muda yang bersemangat melanjutkan pendidikan, tetapi terbentur kondisi ekonomi keluarga.
“Banyak anak muda di sini yang berprestasi, tapi tidak mampu secara ekonomi. Kalau bisa, program beasiswa Pemuda Tangguh diperluas, supaya mereka tidak putus sekolah,” ungkap seorang tokoh masyarakat setempat.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Surabaya Soroti Lemahnya Peran Bakesbangpol dalam Pembinaan Ormas
Menanggapi hal itu, Bahtiyar Rifai kembali menegaskan komitmennya.
“Semua aspirasi warga Pakis Gunung ini menjadi catatan penting. Infrastruktur, beasiswa Pemuda Tangguh, dan terutama dukungan untuk siswa difabel, adalah amanah yang harus diperjuangkan. Saya tidak ingin hanya berhenti di forum reses ini, tapi akan kami kawal hingga ada realisasi dari pemerintah,” ujarnya menutup dialog bersama warga.
Reses di Pakis Gunung 1 RT 1 RW 4 ini menjadi wadah aspirasi yang penuh makna. Warga berharap suara mereka benar-benar diperhatikan.
Sementara itu, Bahtiyar Rifai akan membawa seluruh keluhan dan harapan tersebut ke meja pembahasan di DPRD Surabaya. (dims)
Editor : Redaksi