Camelia Habiba: Pemuda NU Harus Jadi Generasi Mandiri, Berdaya, dan Menjaga Jati Diri Bangsa

Reporter : Redaksi
Ketua PC Fatayat NU Kota Surabaya, Camelia Habiba

SURABAYA, Bacasaja.id — Suasana hangat terasa di Aula Kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ketika ratusan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) berkumpul dalam Talkshow Pemuda NU bertema “Pemuda NU, Santri Mandiri Bangsa Berdikari”.

Dalam forum penuh semangat itu, Ketua PC Fatayat NU Kota Surabaya, Camelia Habiba, menyampaikan pesan inspiratif yang menggugah hati generasi muda.

Baca juga: DJ Panti Pijat GION SPA Surabaya Terseret Kasus TPPO Anak di Bawah Umur

Camelia menegaskan, tema yang diangkat bukan sekadar slogan, melainkan seruan moral agar pemuda NU menegaskan kembali jati dirinya sebagai santri yang berdaya, mandiri secara ekonomi, dan kokoh menjaga nilai-nilai kebangsaan.

“Pemuda NU adalah penerus perjuangan para ulama dan pendiri bangsa. Kemandirian bukan hanya soal ekonomi, tapi juga tentang keberanian berpikir, berkreasi, dan berperan aktif dalam kehidupan masyarakat,” ujar Camelia disambut tepuk tangan peserta.

Baca juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center di Surabaya, Dorong Transformasi Industri dan Keamanan Digital

Menurutnya, di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan zaman, pemuda NU harus hadir sebagai generasi yang tangguh dan solutif, bukan hanya reaktif terhadap situasi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi, gotong royong, dan semangat belajar tanpa henti sebagai modal menghadapi tantangan masa depan.

“Santri dan pemuda NU hari ini punya potensi besar menjadi motor perubahan. Dengan semangat keilmuan dan akhlakul karimah, kita bisa menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar tradisi ke-NU-an kita,” tegasnya.

Baca juga: Penuh Kehangatan, Peringatan Hari Lansia di Kapas Madya Baru Diwarnai Aksi Sosial

 Lebih lanjut, Camelia mendorong para pemuda untuk tidak takut bermimpi dan berinovasi di berbagai bidang — ekonomi kreatif, sosial, hingga digital. Baginya, kemandirian sejati adalah ketika pemuda mampu berdiri di atas nilai, bukan sekadar materi.

“Mari jadikan momentum ini sebagai ruang inspirasi dan sinergi. Kita buktikan bahwa pemuda NU bukan hanya penjaga tradisi, tapi juga pelopor kemajuan,” tutupnya dengan senyum optimistis. (dims)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru