SURABAYA, Bacasaja.id – Surabaya kembali menegaskan diri sebagai kota yang ramah bagi kegiatan seni bertaraf internasional. Melalui Surabaya World Choral Festival (SWCF) 2025 yang resmi dibuka di Balai Pemuda, Rabu (12/11/2025), lebih dari 1.500 peserta dari empat negara dan 12 provinsi di Indonesia ambil bagian dalam ajang musik paduan suara terbesar di Tanah Air ini.
Pelindung kegiatan, Herlina Harsono Njoto, menyambut hangat seluruh partisipan dan menegaskan bahwa festival ini menjadi kebanggaan warga Kota Pahlawan.
Baca juga: Surabaya Miliki SLB Negeri Pertama, Herlina Harap Pendidikan Inklusif Semakin Kuat
“Kami dengan bangga membuka pintu kota ini untuk semua orang. Semoga Anda semua dapat menikmati keindahan setiap sudut Surabaya,” ujar Herlina.
Kolaborasi Kuat Pemkot dan Komunitas Seni
SWCF yang memasuki tahun kedua penyelenggaraan ini disebut Herlina sebagai buah dari kolaborasi yang solid antara Pemerintah Kota Surabaya dan komunitas seni. Ia menyampaikan apresiasi khusus kepada Wali Kota Eri Cahyadi dan seluruh jajaran dinas yang telah memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
“Apresiasi atas support dan dedikasi luar biasa dari Bapak Eri Cahyadi dan seluruh jajaran Disbudporapar, sehingga Surabaya World Choral Festival dapat terlaksana dengan maksimal,” ungkap Herlina, yang juga Anggota DPRD Kota Surabaya ini.
Ia turut memuji Bandung Choral Society dan Direktur Artistik Tommyanto Kandisaputra, yang dinilai berhasil membawa festival ini naik kelas dan semakin dikenal di tingkat global.
Musik Sebagai Bahasa Universal
Herlina menegaskan bahwa SWCF bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga ruang pertemuan budaya yang menyatukan bangsa melalui bahasa musik yang universal.
Baca juga: Anggota Komisi C DPRD Surabaya Desak Percepatan Program Rutilahu 2025–2026
“Festival ini jembatan yang menyatukan banyak bangsa. Surabaya memberi atmosfer yang membuat setiap peserta merasa pulang, bukan sekadar datang untuk bertanding,” tuturnya.
Keberagaman Peserta Jadi Kekuatan
Direktur Artistik SWCF 2025, Tommyanto Kandisaputra, menjelaskan bahwa tahun ini festival diikuti 29 kelompok paduan suara dan 48 penampil solo. Peserta datang dari Malaysia, Taiwan, Inggris, dan Amerika Serikat, serta 11 provinsi di Indonesia.
“Kehadiran peserta dari berbagai negara dan daerah menunjukkan bahwa harmoni bisa tercipta ketika kita saling mendengar dan belajar satu sama lain,” ujar Tommyanto.
Baca juga: Herlina Harsono Njoto Beri Kuliah Lapangan Psikologi Politik untuk 175 Mahasiswa UNTAG Surabaya
Selain kompetisi, SWCF juga menghadirkan program edukatif seperti workshop, choir clinic, dan pertukaran budaya, menjadikannya ruang pembelajaran penting bagi generasi baru musisi paduan suara Indonesia.
Konser “Illuminare”, Simbol Harapan dan Cahaya
Sebagai puncak acara, SWCF 2025 akan menghadirkan konser spesial bertajuk “Illuminare” yang menampilkan karya-karya Elaine Hagenberg dibawakan oleh Studio Cantorum Surabaya bersama orkestra. Konser ini menggambarkan perjalanan manusia dari kegelapan menuju terang — simbol dari harapan dan kedamaian.
“Melalui harmoni paduan suara dan orkestra, Illuminare mengajak penonton merasakan cahaya yang menyinari jiwa,” pungkas Herlina, berharap SWCF dapat terus menjadi ruang kolaborasi yang mempererat persahabatan lintas bangsa. (dims)
Editor : Redaksi