JAKARTA — Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga Senin (1/12/2025) terus menambah panjang daftar korban jiwa. Ribuan warga terdampak terpaksa mengungsi karena rumah, sekolah, dan fasilitas umum rusak berat.
Anggota DPR RI Fraksi PKS, Reni Astuti, menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh korban.
“Saya dan semua orang sangat sedih atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera. Saya turut berduka cita dan berharap para korban diberi ketabahan dan kekuatan,” ujar Reni.
Baca juga: Anggota DPR RI Dukung Penyegaran Pimpinan BGN, Minta Program MBG Lebih Akuntabel
Ribuan Korban, Ratusan Meninggal dan Hilang
Berdasarkan data sementara Pusdatin BNPB per 1 Desember 2025:
- 604 orang meninggal dunia
- 464 orang masih hilang
- Ribuan warga mengalami luka-luka dan kehilangan tempat tinggal
Situasi di lapangan diperparah oleh terbatasnya akses menuju lokasi terdampak, termasuk beberapa titik yang masih terisolasi total.
DPR Desak Penetapan Bencana Nasional
Sebagai Anggota Timwas Kebencanaan DPR RI, Reni menilai skala bencana telah melampaui kapasitas pemerintah daerah. Ia meminta Pemerintah Pusat segera menetapkan status Bencana Nasional.
“Korban yang begitu banyak dan wilayah terdampak yang meluas memerlukan penanganan khusus. Pemerintah perlu mengambil langkah luar biasa untuk kondisi luar biasa ini,” tegasnya.
Reni merujuk UU No. 24 Tahun 2007 Pasal 7 yang mengatur indikator penetapan Bencana Nasional, mulai dari jumlah korban, luas wilayah terdampak, kerusakan fasilitas publik, hingga terganggunya pelayanan pemerintahan.
Tiga Bupati Akui Kewalahan
Baca juga: Urai Polemik Lahan Kebun Binatang Bandung, Pihak Ahli Waris Minta Perlindungan Hukum ke DPR RI
Seruan penetapan status Bencana Nasional semakin menguat setelah tiga Bupati di Aceh menyampaikan bahwa mereka kewalahan menghadapi bencana tersebut:
- Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky
- Bupati Aceh Selatan Mirwan MS
- Bupati Aceh Tengah Haili Yoga
Kerusakan masif, jumlah korban besar, serta sulitnya akses evakuasi menjadi alasan utama kebutuhan intervensi nasional.
“Pernyataan tiga Bupati tersebut menjadi alarm bahwa ini bukan bencana biasa. Kapasitas daerah tidak mencukupi,” kata Reni.
Apresiasi untuk Presiden Prabowo
Reni juga mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto dan jajaran kementerian/lembaga yang telah turun langsung ke lokasi serta mengirimkan bantuan sejak hari pertama.
Baca juga: DPR RI: APBN Tak Cukup Dongkrak Ekonomi, Swasta Harus Diberi Tumbuh
“Respon cepat Pemerintah patut diapresiasi. Kehadiran Presiden dan kementerian/lembaga menunjukkan komitmen nyata dalam situasi yang sangat rumit ini,” ujar Reni.
PKS Salurkan Bantuan Melalui Pemotongan Gaji
Sebagai bentuk empati, Reni menyampaikan bahwa seluruh Anggota DPR RI Fraksi PKS melakukan pemotongan gaji untuk dialokasikan sebagai bantuan kemanusiaan bagi para korban bencana di Sumatera.
Di akhir pernyataannya, Reni mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk membantu dan mendoakan para korban.
“Semoga para penyintas diberi ketabahan dan kekuatan, dan seluruh wilayah terdampak dapat segera pulih seperti sedia kala,” tutupnya. (dims)
Editor : Redaksi