Berkat Cak Dayat, Listrik Akhirnya Menyala di Dusun Terpencil Probolinggo

Reporter : Redaksi
Legislator PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, Cak Dayat saat berada di wilayah dapilnya

PROBOLINGGO – Warga Dusun Tanian Panjang RT 12 dan 13, Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, akhirnya merasakan terangnya jaringan listrik. Pemasangan tiang dan penarikan kabel mengakhiri masa kelam wilayah perbatasan Probolinggo-Lumajang yang selama ini minim perhatian infrastruktur dasar.

Bantuan listrik ini difasilitasi oleh anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi PDI Perjuangan, Arief Hidayat atau yang akrab disapa Cak Dayat, melalui kerja sama dengan PLN. Dalam pernyataannya, Selasa (27/1/2026), Cak Dayat menegaskan bahwa upayanya ini bukan untuk kepentingan sesaat, melainkan didorong tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat.

Baca juga: PDI Perjuangan Probolinggo Deklarasikan Tujuh Komitmen Politik dan Pembangunan 2025-2030

“Saya lahir dari rakyat kecil. Saya paham rasanya hidup dengan keterbatasan dan menunggu keadilan. Persoalan listrik ini bukan sekadar teknis, tapi menyangkut hak dasar warga negara,” ujarnya.

Politisi tersebut juga menepis anggapan bahwa bantuannya sekadar pencitraan. “Membantu masyarakat yang kesusahan adalah kewajiban moral dan politik saya. Ini amanat konstitusi dan amanat rakyat,” tegas Cak Dayat.

Baca juga: Tuntaskan Hewan Kurban dari DPD, DPC PDIP Probolinggo: Bentuk Keberpihakan pada Wong Cilik

Ia mengungkapkan bahwa perjuangan untuk Dusun Tanian Panjang tidak berhenti pada listrik. Komitmennya akan berlanjut untuk memperjuangkan kebutuhan dasar lain seperti pendidikan dan kesejahteraan. Cak Dayat juga menyebut adanya sinergi dengan legislatif tingkat provinsi dan pusat, termasuk keterlibatan Gus Mufti di DPR RI, yang mempercepat realisasi bantuan ini.

Di sisi lain, warga setempat, Selamet, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. “Kami sangat berterima kasih kepada Anggota DPRD dan PLN. Sejak lama kami mengeluh, alhamdulillah akhirnya teratasi,” ucapnya.

Cak Dayat menutup dengan menyebut perjuangan ini sebagai nilai inti partainya. “Inilah nafas PDI Perjuangan: hadir bersama rakyat kecil, berjuang bersama mereka, dan tidak meninggalkan mereka,” pungkasnya. Kehadiran listrik di dusun terpencil ini diharapkan menjadi pemantik pembangunan dan peningkatan kualitas hidup warga. (Drw)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru