SURABAYA- Acara Surabaya Fashion Festival (SFF) 2026, yang dilaksanakan di Balai Kota, Balai Pemuda, dan Jalan Tunjungan pada 19-21 Juni 2026 sukses digelar.
Kegiatan yang digelar Memorandum bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ini diawali pada Jumat, 19 Juni 2026 dengan lomba mewarnai khusus usia 3-6 tahun di Balai Kota Surabaya.
Baca juga: Liburan Sekolah Makin Seru, Anak-anak Antusias Ikuti Jelajah Edukatif Frisian Flag di Surabaya
Selanjutnya di hari kedua, Sabtu, 20 Juni 2026 acara dibuka dengan lomba tari tradisional dan kreasi tingkat, lomba ketrampilan baris-berbaris, dan band di tingkat SD, SMP, dan SMA se-Jawa Timur. Kegiatan kemudian ditutup dengan DJ perform.
Kemudian di puncak acara, Minggu, 21 Juni 2026 dibuka dengan Senam Dahlan Iskan di Balai Kota, lalu parade busana dan marching band, yang dimulai dari Jalan Tunjungan (Siola) dan berakhir di Balai Kota.
Ribuan masyarakat Surabaya dan sekitarnya nampak antusias menikmati acara yang digelar selama tiga hari tersebut. Mereka sangat antusias memfoto para peraga busana dalam parade yang dibuka langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya M. Fikser.
Mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Fikser mengatakan penyelenggaraan Surabaya Fashion Festival yang memasuki tahun kedua diharapkan semakin dinikmati masyarakat sekaligus memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah.
"Surabaya Fashion Festival merupakan tahun kedua. Harapan kami, warga Surabaya bisa menikmati kegiatan ini dan pelaksanaannya dapat memberikan dampak positif, khususnya bagi geliat ekonomi dan sektor kreatif di Kota Surabaya," ujarnya, Minggu, 21 Juni 2026.
Ia menuturkan, SFF 2026 menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan dunia fesyen, seni, budaya, dan industri kreatif dalam satu rangkaian acara terbuka di kawasan ikonik Jalan Tunjungan.
Baca juga: Sengketa Tanah Gereja Bethany vs Warga Menur Pumpungan, Komisi A DPRD Surabaya Turun Tangan
Menurutnya, konsep tersebut memberi kesempatan bagi desainer lokal dan pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan karya mereka secara lebih dekat kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat citra Surabaya sebagai kota yang mendukung kreativitas dan inovasi.
"Jalan Tunjungan telah disulap menjadi catwalk raksasa, tempat bersatunya seni, budaya, dan inovasi fesyen dalam Surabaya Fashion Festival 2026," katanya.
Sementara Ketua Panitia SFF 2026, Djoko Setyo menambahkan, ada ratusan peserta yang terlibat dalam kegiatan tahunan ini. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
"Paskibra ada 27 tim, per tim nya 30-40 anak dari sekolah SMP dan SMA di Kota Surabaya. Lalu peserta Parade Surabaya Fashion Festival 2026 ada 1.643, dan ada 10 komunitas budaya nusantara dengan jumlah 530 orang," tambahnya.
Baca juga: East Food Indonesia 2026 Jadi Ajang Strategis Pelaku Industri Pangan Nasional dan Internasional
Djoko mengucap terima kasih atas antusiasme masyarakat Surabaya dalam menyaksikan perayaan tersebut. Dia berharap tahun depan acara ini dapat digelar dengan semakin meriah.
"Terima kasih masyarakat Surabaya atas antusiasmenya. Semoga tahun depan acara SFF bisa kembali digelar dengan lebih meriah lagi daripada tahun-tahun sebelumnya," pungkasnya.
Sekadar informasi, pada Minggu sekitar pukul 19.00 WIB acara ditutup dengan hiburan penampilan Wawa Widi dalam tajuk "Suroboyo Ambyar". (*)
Editor : Redaksi