BACASAJA.ID - Tidak mengalirnya air PDAM ini dinilai sangat meresahkan masyarakat khususnya di area yang terdampak, seperti di Banjarmlati, Kelurahan Jeruk, Lakarsantri, Surabaya, Sabtu (13/02/2021) sekira pukul 01.00 WIB.
Semua warga berbondong untuk menimba air di salah satu sumur, yakni sumur towo dengan jarak kurang lebih 1 km dari pemukiman.
Baca juga: Hari Air Sedunia 2025, Wali Kota Eri Cahyadi : Jangan Buang Sampah ke Sungai
Resahnya lagi, warga mencoba untuk meminta bantuan pasokan air bersih, namun pihak dari PDAM tidak begitu tanggap untuk meresponnya.
Perangkat kampung (RT/RW) pun bingung ingin mengadu kesiapa, karena himbauan tersebut tertera di dalam edaran yang berisikan, "warga yang membutuhkan air tangki gratis dapat melakukan pemesanan dengan di kordinir RT/RW setempat. pemesanan melalui call center 0800-192-6666 (bebas pulsa) atau kanal-kanal resmi lainnya."
Baca juga: Hari Jadi Ke 48, PDAM Surya Sembada Surabaya Kembangkan Layanan Digital Meter Air Pintar
Muhammad Adi Cahyono, Ketua RT 06 RW 03 Banjar Mlati, Jeruk, Lakarsantri mengeluh, dia sudah mencoba beberapa kali untuk menghubungi call center PDAM dari pagi namun masih sibuk "sedang melayani pelanggan".
"Saya bingung apa yang harus saya lakukan lagi untuk warga saya, saya sudah berusaha untuk menghubungi pihak PDAM beberapa kali namun jawaban sedang melayani pelanggan, sedangkan warga saya sudah bengok-bengok untuk minta pasokan air bersih".
Harapan dari semua RT/RW agar pihak PDAM lebih tanggap lagi untuk menangani kejadian ini, minimal merespon laporan RT/RW, karena secara tidak langsung RT/RW lah yang berhubungan langsung dengan warga.
"Ya, harapan saya agar PDAM lebih tanggap untuk menanggapi kejadian ini, minimal merespon lah, karena kita bingung dengan apa yang kita lakukan, sedangkan warga taunya wes pokok e RT/RW yaopo carane," urai ketua RT termuda di surabaya ini. (jem/rg4)
Editor : Redaksi