BACASAJA.ID - DPC Partai Demokrat Surabaya menolak semua hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Sibolangit, yang dinilai ilegal. Para kader tetap setia mendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum (ketum) Partai Demokrat, sesuai hasil dari Kongres V.
Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya, Lucy Kurniasari, menanggapi hasil KLB di Sibolangit. Menurut Lucy, semua pengurus DPC Surabaya hingga ranting hanya tegak lurus dan menunggu komando AHY.
Baca juga: Bawaslu Kunjungi Demokrat Surabaya, Lucy Kurniasari Tegaskan Arah Baru Politik Menuju 2029
"Kami bangga bersama AHY untuk membesarkan Partai Demokrat," tegas Lucy, melalui ketarangan tertulis yang diterima bacasaja.id, Senin (8/3/2021).
Anggota Komisi IX DPR RI ini menambahkan, KLB di Sibolangit dinilai ilegal dan inkonstitusional, sebab pelaksanaan KLB itu tidak memenuhi anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) Partai Demokrat dan UU Partai Politik.
Baca juga: Demokrat Surabaya Deklarasikan Dukungan Penuh kepada Emil Dardak di Rakercab
"Peserta yang hadir KLB itu bukan orang yang memiliki hak suara. Mereka itu para siluman yang disulap seolah-olah Ketua DPD dan Ketua DPC," jelasnya.
Lanjutnya, kata Lucy, semua hasil KLB di Sibolangit dengan sendiri cacat hukum, yang tidak layak diproses di Kementerian Hukum dan HAM. "DPC Surabaya mendesak Presiden Joko Widodo untuk menolak hasil KLB ilegal tersebut, sekaligus memberi sanksi berat kepada Moeldoko yang telah mendongkel Ketum PD yang syah secara tidak bermoral," ungkapnya.
Baca juga: Lucy Kurniasari Dorong Pemekaran Dapil Surabaya, Harap Pemilu 2029 Lebih Akurat dan Transparan
Lucy juga mendesak Menteri Hukum dan HAM untuk menolak hasil KLB yang menetapkan Moeldoko sebagai Ketum. "Biarkan kami bersama AHY membesarkan partai yang kami cintai ini," tandasnya. (byta)
Editor : Redaksi