BACASAJA.ID - Indonesia kembali dihinggapi ketakutan akibat mutasi baru dari varian Covid-19. Belum tuntas varian baru virus corona di Inggris, Covid B117, kini muncul kasus baru.
Saat ini sudah ada varian baru lainnya dari Inggris yang telah masuk di Indonesia, mutasi itu disebut varian Covid N439K.
Baca juga: Cegah Masuknya Covid-19 Varian Omicron, Pemerintah Perketat Pintu Masuk ke Wilayah NKRI
Guru Besar Ilmu Biologi Molekuler Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof. dr. Chairul Anwar Nidom mengatakan bila varian dari mutasi virus tersebut telah masuk ke Indonesia.
"Sudah, untuk yang terjangkit belum ada info. Saya juga sedang mencari publikasi internasional terkait mutasi itu," ungkapnya saat di hubungi bacasaja.id, Minggu (14/3/2021) pagi.
Baca juga: Bersiap Hadapi Varian Corona AY.4.2 dari Inggris, Menkes: Tahun Depan banyak Agenda Penting
Prof Nidom sapaan akrabnya menjelaskan, bahwa virus Covid adalah virus Corona yang memiliki sifat sangat cepat bermutasi. "Jadi kecepatan mutasi tidak bisa diimbangi oleh vaksin. Kecepatan penularan dan kematian dari mutasi belum bisa terukur di alam, kecuali di laboratorium," ujar Prof Nidom, yang sekaligus Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin Covid-19 ini.
"Kalau varian B117 bisa diketahui karena telah diuji di lab, dan 70% lebih cepat untuk B117 Inggris dan Brasil. Sedangkan varian Afrika selatan 300% lebih cepat. Sedangkan, tingkat kematian belum pernah ada info, kecuali mutasi D614G karena berada di dalam motif Antibody-Dependent Enhancement/ADE yang menyebabkan virus berkoalisi dengan antibodi," sambungnya.
Lanjutnya, virus kemudian masuk ke dalam tubuh melalui reseptor yang lain, jika mutasi N439K dikaitkan dengan kematian. Sebabnya adalah letaknya yang beredekatan dengan motif Antibody-Dependent Enhancement/ADE.
Baca juga: Tetap Waspada, Begini Jurus Jawa Timur Cegah Gelombang Ketiga Covid-19
Prof Nidom juga meminta agar masyarakat tidak melulu bergantung pada pemerintah dan sebaiknya timbul kesadaran dengan meningkatkan kedisiplinan melalui protokol kesehatan.
"Tertutama mencuci tangan, menggunkan masker, dan menjaga jarak," tandasnya. (byta/L1)
Editor : Redaksi