PSI: Data MA-Mujiaman Soal Stunting Kurang Akurat

bacasaja.id
Sekretaris Fraksi PSI DPRD Surabaya, Tjutjuk Supariono

BACASAJA.ID - Debat publik kedua Pilwali Surabaya 2020 berjalan sengit. Kedua paslon saling memaparkan program dan menanggapi beberapa pertanyaan yang dilayangkan oleh panelis.

Namun, Sekretaris Fraksi PSI DPRD Surabaya, Tjutjuk Supariono menyanggah pernyataan Machfud Arifin soal data stunting di Surabaya.

Baca juga: Wali Kota Eri Cahyadi Tunjuk Wawali Armuji dan Syamsul Hariadi Isi Posisi Plh Selama Tunaikan Ibadah Haji

Dalam debat publik itu, Machfud Arifin menyebutkan bahwa jika data stunting di Surabaya mencapai angka 17.000. Menurut Tjutjuk, sesuai data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya jika angka stunting di Surabaya setiap tahunnya mengalami penurunan.

"Untuk tahun ini, menurut catatan dinkes sampai dengan September lalu, ada 7.040 anak tengkes dari populasi 178.043 anak bawah lima tahun (balita) atau setara 3,9 persen," ungkapnya, Kamis (19/11/20).

Baca juga: Tunggu Hasil Lab, Wali Kota Eri Lakukan Kroscek Pasca Siswa Diduga Keracunan MBG

Ia menyebutkan, dalam kurun waktu lima tahun ini, pemkot sudah bekerja dengan baik dalam menangani penurunan angka stunting di Surabaya. Misalnya, pada 2016, di Surabaya tercatat 29.608 anak atau 17,4 persen dari jumlah anak ternyata tengkes.

Tahun berikutnya, jumlah anak yang tengkes bisa diturunkan menjadi 19.362 anak atau 10,7 persen. Pada 2018, angka kasus kembali bisa turun menjadi 16.220 anak atau mencakup 8,9 persen populasi anak. "Tahun lalu, tercatat 15.391 anak tengkes atau 8,5 persen," terangnya.

Baca juga: Pasar Keputran Selatan Direvitalisasi, Warga Surabaya Segera Nikmati Pasar Modern

Ia pun mengapreasi seluruh kader posyandu di Surabaya. Karena peran mereka untuk membantu Pemkot dalam menurunkan angka stunting anak begitu besar. (Ind)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru