Bangunan Cagar Budaya Bunker Tegalsari Bakal Jadi Tempat Nongkrong

bacasaja.id
Bunker Tegalsari yang sedang direstorasi oleh Pemkot Surabaya

BACASAJA.ID –Warga Kota Surabaya, khususnya anak milenial Kota Surabaya bakal mendapat kado spesial dari Pemkot Surabaya. Sebab, restorasi Bunker Tegalsari yang merupakan bangunan cagar budaya, diperkirakan bakal rampung pada Mei 2021 mendatang yang bertepatan dengan bulan kelahiran Kota Surabaya.

Rencananya, bangunan Bunker Tegalsari itu akan difungsikan sebagai area publik space dan juga sentra UMKM dan tempat nongkrong di kawasan itu.

Baca juga: DJ Panti Pijat GION SPA Surabaya Terseret Kasus TPPO Anak di Bawah Umur

“Publik space, rencananya ada sentra UMKM di situ sekalian ada Co Working Space,” ungkap Kabid Bangunan dan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) Surabaya Iman Krestian, Minggu (18/4/2021).

Iman juga mengungkapkan, bahwa proses restorasi Bunker Tegalsari dilakukan bertahap sejak tahun lalu. "Itu bertahap mulai tahun lalu, penyelesaiannya pelan-pelan. Target selesai sebelum HUT Kota Surabaya, Mei ke depan ini," kata Iman.

Dalam proses pengerjaanya dari satgas DPRKP-CKTR Surabaya, pembiayaan sekitar Rp 200 juta pertahunnya, atau total Rp 400 juta. Sedang pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan luas bangunan total sekitar 200 meter persegi.

Baca juga: Pemkot Surabaya Buka Cross Musea Pertiwi 2026, Suguhkan AI, Wayang, dan Perjalanan Hidup Manusia dari Lahir hingga Akhir

"Tahun lalu Rp 200an juta, tahun ini 200an lagi, sekitar Rp 400 juta," ungkap Iman.

Iman menyampaikan, bangunan Bunker Tegalsari dilakukan restorasi sesuai dengan bentuk aslinya. Sesuai dengan statusnya sebagai bangunan cagar budaya.

Bangunannya sendiri memiliki atap segi delapan dan di samping bangunan itu, terdapat kanal yang masuk kedalam tanah. "Iya jadi itu masuk cagar budaya, satu kesatuan dengan Polsek Tegalsari,” terangnya.

Baca juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center di Surabaya, Dorong Transformasi Industri dan Keamanan Digital

Proses restorasi baru dilakukan tahun lalu dan dilanjutkan pada tahun ini karena, menurutnya bunker tersebut sebelumnya difungsikan untuk kantor Satgas PU Bina Marga untuk menyimpan peralatan siaga bencana.

"Jadi itu posisinya masih dipergunakan buat kantornya satgas PU Bina Marga, sama dipakai buat penyimpanan alat-alat siaga bencana. Sekarang mau difungsikan untuk yang lain,” tandasnya. (byta)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru