BACASAJA.ID -Gugurnya 53 awak kapal selam KRI Nanggala 402 menjadi duka mendalam bagi warga Jawa Timur. Pasalnya, dari total 53 orang prajurit yang berada di dalam kapal itu, 47 orang diantaranya warga Jawa Timur.
"Mayoritas adalah warga kami (Jatim-red). Ada yang dari Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Bojonegoro, Lamongan, Bangkalan, Madiun, Probolinggo, Tulungagung, Nganjuk, Kediri, Tuban, dan Banyuwangi," ungkap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dikutip Senin (26/4/2021).
Baca juga: Ribuan Masyarakat Hadiri Open House Gubernur Khofifah di Grahadi
Seperti diketahui, kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) dini hari. KRI Nanggala-402 diperkirakan hilang di perairan sekitar 60 mil atau sekitar 95 kilometer dari utara Pulau Bali, sekitar pukul 03.00 waktu setempat.
Kapal selam KRI Naggala 402 itu membawa 53 orang yang terdiri dari 49 ABK, seorang komandan satuan, dan tiga personel senjata. Saatditemukan di kedalaman 838 meter bawah laut, kondisi kapal buatan Jerman itu terbelah menjadi tiga bagian.
Baca juga: Tour de’ Jakarta–IKN 2025 Disambut Hangat di Surabaya, Lia Istifhama Apresiasi Gubernur Khofifah
"53 personel yang onboard KRI Nanggala-402 telah gugur," kata Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Minggu (25/4).
Dijelaskannya, diperoleh citra yang telah dikonfirmasi sebagai bagian KRI Nanggala 402 meliputi kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tekan, kemudi selam timbul, bagian kapal yang lain termasuk baju keselamatan awak kapal NK-11.
Baca juga: Gubernur Khofifah Raih Penghargaan DPD RI 2025, Ning Lia: Ketulusan Beliau Jadi Teladan Kita
Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut, lanjut Panglima TNI, dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala-402 telah tenggelam dan seluruh awaknya gugur.
Untuk diketahui, kapal selam ini bergabung dengan TNI AL pada 1981. Namun KRI Nanggala-402 sendiri diproduksi pada 1977 di Howaldtswerke Deutsche Werft (HDW) Jerman. (int/kom/bsi)
Editor : Redaksi