BACASAJA.ID- Pelaku pariwisata di Kabupaten Tulungagung akhirnya bernafas lega. Pasalnya setelah sekian lama, akhirnya mereka memperoleh vaksinasi Covid-19.
Ketua Forum Komunikasi Pokdarwis Tulungagung, Karsi Nero Sutamrin menuturkan tahap awal vaksinasi diberikan pada pegiat pariwisata hingga Sabtu (8/5/21) besok.
Baca juga: Heru Tjahjono: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Fondasi Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045
Meski telah mendapatkan Vaksin, pihaknya tetap mengimbau pada pelaku pariwisata untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Protokol Kesehatan tetap, memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan,” ujarnya, Kamis (6/5/21).
Karsi menuturkan, vaksinasi masih belum dilakukan merata. Dari sekitar 43 destinasi wisata yang ada di Tulungagung, baru 10 pelaku di 10 destinasi wisata yang mendapat vaksin.“Kemungkinan belum (semua),” kata Karsi.
Belum meratanya penerima vaksin ini, Karsi menduga ada perbedaan data pelaku pariwisata. Ada 2 jenis pendataan yang dilakukan, melalui bidan desa dan melalui Dinas Pariwisata.
Pelaku pariwisata yang menerima Vaksin adalah yang didata oleh Dinas Pariwisata.
Disinggung pemberian vaksin yang dianggap terlambat, Karsi bisa memakluminya. “Dikata telat ya belum telat, dikata belum telat ya telat,” ujarnya sambil terkekeh.
Apalagi sebelum diberikan vaksin Covid-19, beberapa destinasi wisata sudah ada yang beroperasi. Dirinya hanya berharap mereka tidak tertular Covid-19, lantaran bersentuhan langsung dengan masyarakat banyak.
Baca juga: Pemilihan Cak Ning Surabaya 2025: Adu Kontribusi dan Gagasan Pemuda Surabaya melalui Pariwisata
Pihaknya juga mengeluhkan jauhnya titik pemberian vaksin yang hanya di 1 lokasi, di RS Dharma Medika di jalan Sukarno Hatta. Lokasi ini bisa dikatakan dekat dengan pusat kota. P
adahal banyak lokasi wisata berada di pinggir kota, dan berjarak puluhan kilo, seperti di Kecamatan Besuki, Pucanglaban, Campurdarat dan Kecamatan Sendang.
“Kalau bisa kita diberi pemerataan, seperti zona selatan di beri satu titik,”katanya.
Sementara itu Kabid Pengembangan Pariwisata, Aris Wahyudiono menuturkan ada sekitar 500 pelaku pariwisata yang bakal menerima vaksin.
Baca juga: Siswi SMA di Tulungagung Melahirkan di Kamar Mandi, Bayinya Bernasib Tragis
“Mulai dari pengelola, petugas parkir, penjaga tiket, penjual makanan, pokoknya semua yang terlibat di lokasi wisata,” kata Aris.
Terkait pemberian vaksin yang dianggap terlambat, pihaknya berdalih ketersediaan vaksin yang baru ada saat ini. Sebenarnya data dan permintaan vaksinasi bagi pelaku pariwisata sudah diajukan oleh pihaknya sejak jauh-jauh hari.
“Itu kemarin karena ketersediaan vaksin, untuk sektor pariwisata sudah kita sampaikan ke Dinas Kesehatan,” kata Aris.
Vaksinasi ini kata Aris sebagai antisipasi lonjakan kunjungan wisata saat lebaran nanti. Apalagi diperkirakan saat pelarangan mudik, warga cenderung memenuhi lokasi wisata (Noyo/JP).
Editor : Redaksi