BACASAJA.ID - Memasuki hari kedua tahapan validasi data Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP, Dinas Pendidikan Kota (Disdik) Surabaya menerima ratusan keluhan dari masyarakat dalam sehari.
Seperti, Joko Nur Cahyo, wali murid yang datang ke Disdik yang terpaksa datang lantaran ada kesalahan teknis, saat hendak melakukan validasi data.
Bersama anak dan istrinya, ia mengaku mendapat urutan 87 sebelum dipanggil. Warga Menanggal ini mengaku, bila kedatangannya karena anaknya lupa pasword email dan terpaksa menggunakan email miliknya.
"Anak saya lupa password e-mail yang digunakannya untuk mendaftar. Jadi tidak bisa login di web site," ungkap Joko, Selasa (18/5/2021).
Tidak hanya Joko, salah satu Wali Murid lainnya, yakni Sri Lestari juga kebingungan. Sebab, ia terkendala tidak mendapat notifikasi PIN pendaftaran SMP Negeri. Padahal sudah melakukan validasi.
“Ini anak pertama saya. Belum pengalaman. Jadi takut salah,” kata Sri.
Dari pantauan, suasana di halaman tengah Disdik tampak sepi siang tadi. Hanya terlihat 5 orang wali murid yang datang untuk meminya bantuan kepada petugas jaga.
Namun berdasarkan tiket antrian, sudah mencapai angka seratus. Sejak Senin (17/5/2021) PPDB tahap validasi mulai dibuka.
Kabid Sekolah Menengah Disdik Surabaya, Tria Aji Nugroho mengatakan, pihaknya memang membuka layanan offline di gedung Disdik yang berttujuan untuk membantu wali murid yang kesulitan saat mendaftarkan anaknya.
"Tidak ada yang berubah dalam segi teknis PPDB saat ini. Hanya tidak ada lagi penggunaan surat domisili. Berdasarkan peraturan baru surat domisili tidak bisa dipakai, kecuali saat bencana alam. Tapi Surabaya kan tidak sedang dalam kondisi itu,” terang Aji.
Aji mengungkapkan, bahwa pada tahun ini lulusan SD mencapai 46 ribu siswa. Sedangkan daya tampung SMP Negeri sebanyak 18.208 siswa.
Baca juga: Wisata Sambil Belajar, Cross Musea Pertiwi Siap Sapa Pengunjung di Museum Dr. Soetomo Surabaya
Selain itu PPDB pada tahun ini juga menggunakan sistem zonasi. Dimana siswa akan disleksi berdasarkan jarak sekolah dan alamat rumah.
Lanjutnya, kata Aji, web site yang digunakan mampu menampung pendaftar sebanyak apapun. Bahkan, ia menjamin server tidak akan lemot karena membeludaknya orang yang mengakses.
“Sampai saat ini belum ada keluhan terkait server sih. Paling teknis pendaftaran dan semacamnya yang membuat wali murid ke dikdis,” tandas Aji. (byta)
Editor : Redaksi