Konflik Papua, Kepala Suku di Paluga: Tidak Ada Pembakaran Gereja

bacasaja.id

BACASAJA.ID- Serangan berita tak benar (hoaks) kembali mencuat di tengah konflik Papua. Kepala suku di wilayah Paluga Distrik Ilaga Utara Kabupaten Puncak, FV Yohan Dewelek, S.Th menegaskan tidak ada aksi pembakaran gereja yang dilakukan oleh TNI-Polri di wilayahnya.

Ia menepis berita hoaks yang beredar di media sosial yang dinilainya tidak bertanggung jawab. "Di wilayah kami aman-aman saja, tidak ada baku tembak seperti yang unggah di media tersebut," tegas FV Yohan Dewelek sang kepala suku melalui sambungan telepon Rabu (19/5/21).

Baca juga: Pdt. Anton Wamang Menarik Pernyataan soal Keterlibatan Oknum TNI dalam Kematian Putrinya di Camp Wini Mp.69 Tembagapura

Mengenai adanya gambar-gambar peralatan militer yang beredar di media tersebut, FV Yohan mengatakan tidak ada baku tembak atau pengeboman oleh militer yang menyebabkan rumah dan gereja ikut terbakar.

Ungkapan ini disampaikannya guna memberikan gambaran sesungguhnya di kampung Paluga Distrik Ilaga Utara Kabupaten Puncak.

Selain itu jejak digital yang ditelusuri tim Analis Satgas Nemangkawi membuktikan foto-foto yang diunggah oleh media tersebut pernah juga diunggah pada tanggal 2 April 2019.

Baca juga: Quick Response TNI Pascaserangan Brutal OPM terhadap Warga Sipil di Camp Wini Kalikuluk MP 69

Sementara itu Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Iqbal Alqudussy, S.IK mengatakan setiap berita agar disaring sebelum dishare. "Diharapkan media maupun masyarakat untuk memberitakan kejadian yang sebenarnya, stop hoax maupun provokatif yang bisa berdampak hukum dan juga merugikan pihak tertentu," imbaunya.

Terpisah, Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suristiawa menyampaikan hal yang senada. Ia menegaskan pemberitaan hoaks yang menyudutkan pemerintah dan TNI-Polri terkait isu Papua selalu berulang dan dishare oleh beberapa portal media online, tanpa adanya klarifikasi sebelumnya.

“Ini sudah berulang kali dilakukan, jangan asal share apalagi dari sumber yang tidak jelas ataupun sumber yang selalu berbohong seperti Sabby Sambom yang mengaku sebagai jubir kelompok teroris OPM,” ujarnya.

Baca juga: Tiga OAP Distrik Sinak Terluka Akibat Penembakan OPM, Dievakuasi dengan Bantuan TNI dan Warga

Sebelumnya, pada Selasa (18/5), Suristiawa juga menegaskan bahwa pemberitaan itu adalah hoaks dari kelompok OPM dengan memutarkan balikkan fakta yang sebenarnya.

Faktanya pembakaran dilakukan kelompok teroris OPM yang dilatarbelakangi konflik antara kelompok teroris Goliat Tabuni dengan kelompok teroris Lekagak Talenggen. “Kejadian ini diputarbalikkan faktanya oleh mereka dan seperti biasanya dihoakskan bahwa yang melakukan adalah aparat TNI-Polri,” ujar Suriastawa saat itu. (rl)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru