Kiat Pemkot Surabaya Antisipasi Lonjakan Kematian akibat COVID-19, Wali Kota: Kami Buatkan Peti Mati

bacasaja.id
Proses pengerjaan peti mati di lingkungan Pemkot Surabaya.

BACASAJA.ID - Berdasarkan data dari laman website Surabaya Lawan Covid -19, https://lawancovid-19.surabaya.go.id/visualisasi/graph per Kamis (1/7/2021) kemarin, kasus kematian akibat Covid - 19 di Kota Surabaya sudah mencapai 1.402 pasien.

Sedangkan, tren kesembuhan pasien Covid - 19 per Kamis (1/7/2021) kemarin, mencapai 23.418 pasien yang terkonfirmasi sembuh.

Baca juga: PROYEK MARGOREJO DISOROT TAJAM: Pekerjaan Yang Amburadul, Hingga "Buta-Tulinya" Para Birokrat serta APH

Pemkot Surabaya kemudian bersiaga dan mengantisipasi lonjakan kematian pasien positif dengan membuat peti mati yang nanti akan digunakan untuk menguburkan jenazah pasien Covid - 19.

"Pembuatan peti mati kan kita lakukan sendiri, Pemkot yang melakukan," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Jumat (2/7/2021).

Sehingga, kata Eri, peti mati itu akan dikirim untuk pemulasara jenazah di Keputih. Nantinya, jenazah akan mandikan dan masukan ke peti, lalu makamkan.

Baca juga: Pemkot Surabaya Buka Cross Musea Pertiwi 2026, Suguhkan AI, Wayang, dan Perjalanan Hidup Manusia dari Lahir hingga Akhir

"Jadi ini lah yang kita lakukan. Apa pun akan saya lakukan untuk warga surabaya," tegasnya.

Eri menjelaskan, bahwa target pembuatan peti-peti itu akan terus diperbanyak, hingga mencapai seratus.

"Ini seratus, tapi semoga gak sampai seratus. Jangan sampai yang meninggal banyak. Kita buatkan tapi ya semoga gak terpakai," ujarnya.

Baca juga: Wisata Sambil Belajar, Cross Musea Pertiwi Siap Sapa Pengunjung di Museum Dr. Soetomo Surabaya

Namun, Eri mengatakan, bahwa pembuatan peti tidak hanya dilakukan oleh Pemkot Surabaya, tapi juga di Keputih.

"Ada yang dari sini. Jadi ada dua sebenarnya. Di sini ini untuk mempercepat, menambah. Tapi saya berharap tidak ada yang terpakai nanti, tambah kurang tambah kurang," pungkas Eri. (byta)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru