Detik-Detik Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Emosi karena Peserta Vaksinasi COVID-19 Massal Sulit Diatur

bacasaja.id
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi marah ketika mengetahui para peserta vaksinasi massal di Stadion Tambaksari sulit diatur.

BACASAJA.ID - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dikenal sebagai sosok yang kalem. Tapi, ketika antrean vaksinasi di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, membludak, orang nomor satu di kota pahlawan itu tak kuasa menahan emosi.

Soalnya, para peserta vaksinasi massal sangat sulit untuk diatur. Selain itu, mereka berkerumun dan tidak menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: PROYEK MARGOREJO DISOROT TAJAM: Pekerjaan Yang Amburadul, Hingga "Buta-Tulinya" Para Birokrat serta APH

"Ayo! Naik ke atas! Jangan berkerumun," seru Eri sambil menunjuk peserta di area tribun sisi barat, Rabu (7/7/2021).

Kemarahan sang wali kota wajar adanya. Soalnya, sejumlah petugas sudah mengimbau kepada para peserta vaksinasi COVID-19 untuk jaga jarak. Tetapi, para peserta tidak menghiraukan arahan dari petugas.

Baca juga: Pemkot Surabaya Buka Cross Musea Pertiwi 2026, Suguhkan AI, Wayang, dan Perjalanan Hidup Manusia dari Lahir hingga Akhir

Wali Kota Eri pun mengancam akan membubarkan antrean kalau para peserta tidak mau mengikuti protokol kesehatan dan arahan dari petugas.

"Saya hitung sampai tiga, kalau gak, saya bubarin yang di sini (Tribun sisi barat)," seru Wali Kota Eri lagi.

Baca juga: Wisata Sambil Belajar, Cross Musea Pertiwi Siap Sapa Pengunjung di Museum Dr. Soetomo Surabaya

Ketika mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya menghitung angka satu, para pesera langsung patuh dan tertib.

Sejatinya, kerumunan tak hanya terjadi pada antrean peserta vaksinasi massal di dalam Stadion Tambaksari. Di luar stadion pun kemacetan panjang terjadi karena kendaraan peserta vaksinasi yang memakan badan jalan.(rga)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru